Babad Aryeng Kaderi – Terjemahan

Ya Tuhan, semoga hamba tidak mendapatkan halangan dan semoga berhasil.

Maafkanlah hamba kehadapan Paduka Bhatara jungjungan hamba, yang telah bersemayam dalam intisarinya Om-kara Mantra, beliaulah yang memberi anugrah, adanya ceritra lama yang menceritrakan orang-orang yang telah wafat, agar supaya hamba terbebas dari kualat dan terbebas dari segala kutukan oleh beliau Paduka Bhatara jungjungan hamba, semoga sempurna, mendapatkan keselamatan dan umur panjang, beserta keluarga besar dan keturunan hamba semuanya dan semoga dunia menjadi sejahtra.

011914_1138_BabadMunang1.jpg

Setelah berakhirnya ceritra Purwa Kandha, yakni tatkala datangnya Narayra Kresna Kapakisan dan para Arya dari pulau Jawa, yang telah berhasil menguasai pulau Bali, semuanya itu telah bersemayam dalam Prasasti demikian juga pada Babad.

Pada jaman dulu, menjelmalah beliau Sanghyang Hari, yang memerintah dunia ini, yang bersinghasana di Medang Kahyangan, berputra Hyang Manu Manasa, berliau amat tampan. Beliau tak ada bedanya dengan Sanghyang Kamajaya, beliau berputra Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikramatunggadewa. Beliau inilah yang menurunkan Sri Kameswara yang berwujudkan Hyang, sama sekali tiada cacat dalam tubuhnya, karena merupakan penjelmaan Sanghyang Smara.

Continue reading

Advertisements

Asal Mula “Mangupura” – Kabupaten Badung

Sebelum jaman kemerdekaan, yang mana kekuasaan didominasi oleh Belanda, sehingga berubah struktur kekuatan politik, sosial dan ekonomi di Bali pada umumnya. Sistem pemerintahan berganti, dari sistem kerajaan menjadi sistem kolonial, yang mengakomodasi kepentingan-kepentingan kolonial di dalamnya. Kerajaan-kerajaan di Bali dipecah belah dan diadu domba oleh pemerintahan kolonial Belanda.

Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung

Namun pada masa kemerdekaan sejak tahun 1945, banyak pula perubahan yang terjadi pada sistem kehidupan masyarakat di Bali. Paling tidak, suatu sistem pemerintahan baru (republik, demokrasi) digaungkan, membongkar sistem lama yang feodal dan kolonial. Semua itu berinteraksi dalam kehidupan politik dan kemasyarakatan Bali, membentuk sistem kehidupan baru, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai baru yang modern dalam wadah pemerintah Republik Indonesia. Dasar filosofis Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pegangan hidup bernegara masyarakat Bali. Oleh karena itu banyaklah timbul organisasi-organisasi yang dipimpin oleh tokoh-tokoh muda di Bali.

Continue reading

Subak dan Keberadaannya

Pendahuluan

Pulau Bali adalah pulau terkenal di Nusantara, demikian juga di seluruh dunia. Oleh karena itu banyak orang luar yang datang ke Bali, baik sebagai peneliti demikian juga sebagai wisatawan. Rupa-rupanya yang menyebabkan orang-orang luar datang ke Bali, antara lain : alam Bali, tata krama, sistem persubakan dan lain-lain.

Alam Bali

Pulau Bali, datarannya amat luas dan indah, adanya Kahyangan-Kahyangan yang berjejer di tepi pantai dan di lereng-lereng gunung, dengan keberadaan Kahyangan itu menambah indahnya alam Bali, sehingga dengan keasrian dan kesuciannya, dapat menarik minat orang-orang untuk datang ke Bali.

Continue reading

Pura Tamansari (Pura Wulakan)

Lokasi

Pura Wulakan lebih dikenal dengan sebutan Pura Tamansari. Pura ini letaknya di Banjar Alangkajeng, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kebupaten Badung. Untuk sampai di Pura ini dapat melalui jalan ke Pura Taman Ayun, sebelumnya ada perempatan jalan di pusat kota Kecamatan, menuju arah timur, kurang lebih 100 meter, belok ke kanan, menyusuri jalan ke selatan, akan sampailah di lokasi Pura Tamansari, yang berada di sebelah timur jalan.


Sejarah Pura

Mengenai riwayat Pura Wulakan /Pura Tamansari, dapat kita petikkan dari Pustaka Dharmayatra Danghyang Dwijendra atau Dwijendra Tattwa, sebagai berikut :

Continue reading