Mlaspas Payadnyan – Karya Pegat Sot lan Anta Sapa Maha Warga AWBP

Hari Jumat tanggal 14 Agustus 2015, Maha Warga Arya Wang Bang Pinatih menggelar upacara Mlaspas Payadnyan yang merupakan rangkaian dari Karya Pegat Sot lan Anta Sapa yang bertempat di Ex. Balitex, Kesiman – Kertalangu (bekas lokasi Kerajaan Kertalangu).

awbp1

Upacara ini bertujuan untuk menyucikan lokasi dan uparengga yang akan digunakan dalam rangka Karya Pegat Sot lan Anta Sapa Maha Warga Arya Wang Bang Pinatih. Seperti yang telah diketahui, Karya Pegat Sot lan Anta Sapa ini dimaksudkan untuk memutus dan menetralisir sesangi (sumpah), dosa, kutukan yang terjadi sejak abad ke-17 saat Raja Kyai Anglurah Agung Mantra memimpin Badung di Puri Kertalangu.

Continue reading

Advertisements

Siwa Upakarana Mpu Sedah di Puri Pinatih

OM Suastiastu

OM Awighnamastu

Rasa bakti dan kepatuhan mendalam pada pitutur leluhur bisa menjadikan tradisi dan warisan leluhur ajeg menembus batas jaman. Di Puri Pinatih, Denpasar, contohnya. Harta warisan berupa Siwa Upakarana (peralatan pemujaan bagi pendeta Hindu berpaham Siwa) dan Pustaka Weda dalam bentuk lontar, tetap tersimpan utuh, hingga awal abad ke-21 sekaligus milenium ketiga ini. Padahal harta warisan itu merupakan harta warisan pendeta linuwih di tanah Jawa, bernama Mpu Sedah, dari abad ke-12. Itu berarti sepanjang 10 abad harta warisan itu diselamatkan, dirawat dan dilestarikan.

rsi agung pinatih

Begitu juga dengan tradisi kependetaan (kawikon) yang diajarkan oleh Mpu Sedah pada abad ke-12, tetap mengalir bening, dijalankan di Puri Agung Pinatih yang terakhir oleh Ida Padanda Rsi Agung Pinatih. Menjadi pendeta sejak usia belia, berumur 34 tahun (tahun 1940). Ida Rsi Agung tetap setia, menjalankan kewajiban sebagai sulinggih, menjaga alir bening tugas kerohanian yang diajarkan Mpu Sedah. Rsi Agung Pinatih mengabdikan diri sebagai sulinggih, menjadi pelayan umat, bahkan jauh sebelum lembaga Parisada sebagai Majelis Umat tertinggi di Indonesia terbentuk, boleh dikatakan sebagai penghidup kembali tradisi kawikon yang diamanatkan Mpu Sedah itu bagi keluarga besar Arya Wang Bang Pinatih. Karena tradisi kawikon itu sempat cukup lama tidak ada yang meneruskan di Bali, sampai akhirnya I Gusti Ngurah Gede pada abad ke-20 itu menyambung kembali aliran tradisi itu, hingga kemudian ber-abhiseka Rsi Agung Pinatih, sesuai dengan bhisama yang diamanatkan Mpu Sedah, kepada warga keturunan Arya Wang Bang Pinatih. Tapi, apa kaitan antara Pinatih dengan Mpu Sedah dan bagaimana kaitan itu terjalin ?

Continue reading

Tirthayatra Pinatih

Tersebutlah pada masa kekuasaan Sira Arya Wang Bang Resi, bersama adiknya Sira Arya Wang Bang Bija, berpuri di Kerthalangu Badung. Dari perkawinan Sira Arya Wang Bang Resi dengan Ida Ayu Punyawati (warih Sidemen), menurunkan Kiyai Anglurah Agung Mantra, Kiyai Anglurah Made Sakti dan I Gusti Ayu Nilawati. Pada masa pemerintahan beliau, negeri aman, tenang atas kerjasama yang baik dengan sanak keluarga dan para abdi yang setia.

122913_1214_SlokaRajaPu1.jpg

Kiyai Anglurah Agung Mantra kawin dengan putrid Dukuh Pahang, cucu dari Dukuh Suladri, berputra 3 orang : I Gusti Ngurah Tembahu, I Gusti Ngurah Kapandyan dan I Gusti Ayu Tembahu. Yang beribu dari Arya Patandakan, berputra I Gusti Ngurah Gede, I Gusti Bedulu, I Gusti Ngenjung, I Gusti Batan, I Gusti Abianangka, I Gusti Mranggi, I Gusti Celuk dan I Gusti Arakapi dan banyak lagi putra beliau yang lahir dari istri panawing.

Continue reading

Raja Purana Arya Wang Bang Pinatih

pinatih

1b. OM Awighnamsatu namo sidham. OM pangaksamaning hulun ri pada bhatara hyang mami, sang ginelar sarining OM-kara mantra, ring hredaya sunyalayam, siddha yogiswaranam, anugraha hana wak kapurwa ning sang huwus lepas. OM nama siwaya, sembahning hulun ri pada bhatara, luputa mami ring tulah pamidhi, makadi sawigrahaning mala papa pataka, kamenaning hulun umajar ikang katha usana tantra purana, siddha tan katamanana upadrawa de bhatara hyang mami. Amratyaksaken punang atita nagata mwang suksma ati suksma sarwadi gawe anugraha, ya wastu anemwaken paripurna hayu, dirghayusa katekeng kulagotra santana pratisantana.

(1b. Ya Tuhan, semoga hamba tidak mendapatkan halangan dan semoga berhasil. OM. Ya Tuhan, permohonan maaf hamba, kehadapan Paduka Tuhan, Hyang Widhi, yang dalam wujud OM-kara Mantra, bersinggasana dalam lubuk hati yang terdalam, yang berwujud bagaikan Yogi Agung, memberikan anugrah tentang ceritra kuno, beliau yang telah memasuki alam sunyataya. Ya Tuhan, yang berwujud Hyang Siwa, hamba-Mu menyembah kehadapan Bhatara, agar hamba terbebas dari kualat, demikian juga terbebas dari kecemaran, kesengsaraan dan dosa, sebelum hamba menguraikan ceritra kuno, yang disebut dengan Purana, semoga berhasil, terbebas dari kutukan, oleh Tuhan dan Bhatara/i. Guna menjelaskan hal yang telah lalu, maupun yang akan datang, semua itu bersifat rahasia, itulah sebabnya hamba mohon anugrah, semoga mendapatkan kesempurnaan dan keselamatan, umur panjang, sampai kepada anak cucu dan semua keturunan.).

Continue reading