Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (3)

Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (PPNSB) Kabupaten Badung, pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 resmi diluncurkan. Peluncuran program PPNSB tersebut dihadiri oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”. Pada acara ini Ibu Megawati Soekarnoputri juga meluncurkan implementasi Program PPNSB tersebut dengan ditandai dengan menekan tombol sirine.

mega

Pada acara tersebut Ibu Megawati Soekarnoputri didampingi anggora Komisi X DPR RI I Wayan Koster, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika dan Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata. Juga turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil DPRD Kabupaten Badung Sunarta beserta anggota DPRD Kabupaten Badung, Penglingsir Puri Ageng Mengwi A. A. Gde Agung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP PKK Badung Kristiani Suiasa, Ketua DPW Badung Nyonya Kompyang Swandika, para Kepala SKPD dan sejumlah undangan lainnya.

Continue reading

Palinggih Kamulan Taksu Ditinjau Dari Pendidikan Agama Hindu

Pada setiap pekarangan umat Hindu di Bali khususnya, ada suatu tempat pemujaan yang disebut Palinggih Kamulan Taksu. Palinggih Kamulan Taksu itu tergolong Tri Lingga, yakni 3 (tiga) palinggih, yaitu Kamulan, Taksu dan Pangrurah/Ratu Ngurah. Walaupun demikian banyak umat yang belum mengetahui tentang apa fungsi dan makna palinggih tersebut.

Palinggih Kamulan,Taksu dan Pangrurah adalah bangunan suci yang merupakan stana dari Sang Hyang Widhi Wasa, manifestasi-Nya, Bhatara-Bhatari dan Dewa Pitara (Roh Suci Leluhur). Kamulan adalah bangunan yang beruang tiga, disebut Palinggih Rong Tiga/Telu, pada umumnya terletak di timur menghadap ke barat, merupakan tempat pemujaan Sang Hyang Tri Atma (Paratma, Siwatma, Atma), Sang Hyang Tri Murti, Bhatara Guru, Sang Hyang Guru Reka dan roh suci leluhur/Dewa Pitara.

Continue reading

Makna Kemerdekaan

Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan pengakuannya oleh dunia telah didapatkan bangsa ini dengan perjuangan berat tak kenal pamrih. Dengan modal kemerdekaan, suatu bangsa akan memiliki harga diri dan dapat bersama-sama duduk saling berdampingan dengan bangsa-bangsa di dunia.

Dalam hal ini kemerdekaan Indonesia mempunyai beberapa arti penting, antara lain:

  • Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, merupakan puncak perjuangan bangsa ini. Jadi, serangkaian perjuangan menentang kaum penjajah akhirnya akan mencapai pada suatu puncak, yakni kemerdekaan.
  • Dengan kemerdekaan, berarti bangsa Indonesia mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Bebas menentukan nasib bangsa sendiri. Hal ini berarti bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang harus memliki tanggung jawab sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara.
  • Kemerdekaan adalah “jembatan emas” atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Jadi, dengan kemerdekaan itu bukan berarti perjuangan bangsa sudah selesai. Tetapi, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan pembangunan.

Dengan demikian, jelaslah bahwa bangsa Indonesia mulai memasuki tahap baru untuk mengatur hidup dan kehidupannya lebih lanjut.

Continue reading

Hakekat Hari Pendidikan Nasional

Pada hari ini, tanggal 2 Mei 2014 adalah merupakan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang ke-55. Semoga dengan memperingati hari pendidikan nasional dapat menimbulkan rasa syukur bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu menghargai perjuangan para pahlawan, meneruskan perjuangan dan mewujudkan harapan yang dicita-citakan oleh pahlawan pendidikan nasional bagi kemajuan pendidikan bangsa Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang.

Tanggal 2 Mei merupakan tanggal kelahiran seorang tokoh dan pahlawan pendidikan nasional yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara yang sejak tahun 1959 tanggal kelahiran tersebut diputuskan sebagai hari pendidikan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 tanggal 28 November 1959. Berdasarkan surat keputusan tersebut sekaligus Beliau (Ki Hadjar Dewantara) dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.

Continue reading

Hari Raya Saraswati – Dalam Konteks Kekinian

Om Swastyastu,

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa setiap enam bulan sekali, umat Hindu khususnya di Bali merayakan hari raya Saraswati. Salah satu hari suci ini, dirayakan setiap hari Sabtu Umanis, Wuku Watugunung. Perayaan Saraswathi di Bali begitu semarak terlebih di sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan, kompak menjadikan Hari Raya Saraswati sebagai hari fakultatif (hari libur kegiatan belajar-mengajar). Hampir di setiap sekolah dan rumah umat Hindu di Bali, diadakan upacara khusus terhadap buku-buku, lontar dan kitab-kitab suci sebagai pemaknaan terhadap turunnya wahyu pengetahuan suci Weda oleh Sang Pencipta kepada para Maharsi Hindu di India.

022214_0109_Saraswati1.jpg

Ilmu pengetahuan tak terbantahkan merupakan pegangan bagi seseorang dalam melangkah dan mencapai tujuan dalam kehidupan. Dalam kehidupan modern seperti saat ini, tak ada orang tua yang membiarkan anak-anak mereka tanpa ilmu pengetahuan. Nyaris setiap orang tua, sesusah apapun keadaan ekonominya, berharap anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi. Persaingan dalam kehidupan ini dimungkinkan untuk dimenangkan hanya oleh mereka yang menguasai ilmu pengetahuan. Dan bagi orang Bali, ilmu pengetahuan sejak mula sudah diagungkan, dihormati dalam suatu persembahan yang hingga kini dikenal dengan Hari Saraswati.

Continue reading

Saraswati – Yadnya Terhadap Ilmu Pengetahuan

Hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung 8 Maret 2014 merupakan hari dan wuku terakhir yang dikenal dengan Hari Saraswati. Pada hari suci ini di hadapan pelinggih pura-pura seluruh Bali berkumpullah umat Hindu terutama hadir sebagian besar para pelajar yang melakukan persembahyangan. Mereka berkumpul untuk menghaturkan sembah bhaktinya kepada Sang Hyang Widhi Wasa, menghaturkan puja dan puji atas diturunkannya ilmu pengetahuan “Widya dan Dharma” kepada umat manusia ciptaannya yang patut dihayati dan diamalkan ilmu pengetahuannya dan pendidikan yang dianugerahkannya.

Makna hari Suci Saraswati ini tidak jauh dari penghayatan umat manusia akan hakekat ilmu pengetahuan.

Continue reading