Kepemimpinan Buruk dan Baik

Di setiap perusahaan/organisasi tentu ada atasan baik dan atasan buruk. Ibarat peran dalam film pasti ada peran baik yang jadi jagoan dan ada peran antagonis yang jadi penjahatnya.

Atasan yang baik biasanya memiliki gaya kepemimpinan yang dihormati oleh orang banyak.

pemimpin

Sedangkan pemimpin yang buruk tentu menjadi atasan yang menyebalkan buat anak buahnya dan tidak dihargai, selalu menjadi momok dan bahan gosipan anak buah.

Namun, tidak semua atasan yang menyadari apakah gaya kepemimpinannya akan membawa dampak positif atau malah merugikan buat orang banyak.

Continue reading

Masyarakat, Agama dan Pemimpin

Kehidupan kita di dunia ini tidak bisa terlepas dari masyarakat, agama dan pemimpin. Masyarakat adalah kumpulan manusia, yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain. Dalam hal ini maka agama yang dianut memberi pengaruh hubungan antara seseorang dengan seseorang, antara golongan dengan golongan dan sebagainya.

123013_0916_TopengSidha1.jpg

Pengaruh itu misalnya tiap-tiap orang akan selalu dapat menahan diri dalam pergaulan, memperhatikan kepentingan orang lain, bertekad baik dan sebagainya, yang semuanya membawa ketentraman hidup dalam masyarakat. Orangpun akan selalu sadar dengan meyakini agama, bahwa setiap orang yang berbuat buruk, akan berakibat buruk yang menimpa dirinya, demikian pula sebaliknya.

Continue reading

Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin

Pendahuluan

Menjadi seorang pemimpin tentunya membutuhkan kapasitas dan karakter. Apa yang dimaksud dengan kapasitas? Kapasitas adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu. Orang bisa saja memiliki kapasitas yang bagus, tetapi belum tentu dia akan menjadi pemimpin yang baik. Hal yang sama juga dapat terjadi jika sesorang memiliki watak atau karakter yang bagus, tetapi tidak memiliki kapasitas yang memadai sebagai pemimpin. Oleh karena itu, pembangunan karakter dan kapasitas sebagai seorang pemimpin sangat penting.

Untuk membentuk pembangunan karakter dan kapasitas bagi seorang pemimpin, harus dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan kuncinya. Kapasitas apa yang diperlukan bagi seorang pemimpin? Karakter apa yang diperlukan bagi seorang pemimpin? Tantangan apa yang akan dihadapi oleh seorang pemimpin, baik di tingkat nasional maupun global? Untuk menjawab hal-hal tersebut diperlukan pengetahuan yang banyak. Tentu saja bahwa kapasitas maupun karakter seorang pemimpin berbeda-beda, tergantung pada hal yang dipimpinnya.

Pengembangan kapasitas umumnya dilakukan dalam 2 hal yaitu pengembangan sumber daya manusia (human resources development) dan pengembangan organisasi (organizational development). Tingkat pengembangan kapasitas yaitu ada pada tingkat personal dan tingkat institusional.

Continue reading

Dharma Wacana – Kedamaian Hati

OM Suastiastu.

Kehidupan di dunia ini adalah amat rumit dan banyak masalah. Dalam menghadapi kerumitan itu, merasa susah, merasa jengkel, putus asa dan lain-lainnya. Bila seseorang bertemu dengan kekasihnya, maka sesaat ia merasa berbahagia, seolah-olah dunia ini sorga adanya. Setelah itu ia berpisah dan diumpat, maka ia menjadi jengkel dan kalap, dunia ini dianggap gelap adanya. Setiap orang mengalami persentuhan dengan dunia ini menjadikan mereka mengadakan jawaban terhadap sentuhan itu yang selalu menimbulkan gejolak dalam hatinya.

Bila pemikiran orang diarahkan dengan dunia luar saja, maka ia akan selalu menjadi resah dan tidak mengalami kedamaian hati. Sentuhan dengan dunia luar inilah akan membawa akibat harga diri, sifat keakuan, ingin kekuasaan dan sebagainya.

Continue reading

Prabhu Sasana – Kepemimpinan Hindu (1)

Pengertian Umum

Kata “prabhu” adalah Bahasa Sansekerta, yang berasal dari urat kata kerja “bhu“, yang berarti ada, hidup atau menjadi. Kemudian mendapat augmentpra“, yang berarti sebelum, amat, terutama. Kata “prabhu” dalam bentuk verbalnya berarti mengatur atau memimpin. Sedangkan dalam bentuk substatifnya kata “prabhu” menjadi “prabhuh“, dengan jenis kelamin maskulinum, yang berarti pemimpin atau pengatur. Dalam perkembangan selanjutnya kata prabhuh sering disebut prabhu saja (wisarga atau bisahnya dihilangkan), terutama perkembangannya menjadi bahasa Jawa Kuno. Hal ini telah menjadi kebiasaan bahwa tiap-tiap kata yang berakhir dengan wisarga dalam bahasa Sansekerta setelah menjadi bahasa Jawa Kuno, maka wisarga sering dihilangkan. Boleh jadi hal ini disebabkan oleh karena adanya perubahan dialek antara India dengan Indonesia. Menurut kebiasaan yang berlaku maka kata prabhu tersebut sering diartikan raja. Hal ini disebabkan karena bentuk atau sistem pemerintahan ketika jaman dahulu berbentuk kerajaan, pemimpin atau penguasa kerajaan itu adalah raja secara otokrasi.

Oleh karena itu yang dimaksud dengan prabhu ialah segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinan (leadership), terutama yang berhubungan dengan pemerintahan menurut pandangan Hinduisme.

Continue reading

Kepemimpinan dan Agama

Agar geraknya sesuatu sesuai dengan tujuan, maka perlu ada yang memimpin. Seperti mobil agar tentu jalannya perlu adanya sopir yang mengendalikan. Demikian juga halnya manusia. Setiap orang adalah pemimpin, setidak-tidaknya adalah pemimpin dirinya sendiri. Memimpin diri adalah amat sulit, karena diri sendiri itu amat bengal dan selalu bergejolak. Orang-orang yang tidak dapat memimpin dirinya sendiri, akan goyang pendiriannya dan karena itu akan mudah diperbudak oleh nafsu jahat.

great-leader

Continue reading