Menyongsong Hari Raya Galungan dan Kuningan

Perayaan Hari Raya Galungan bagi Umat Hindu yang jatuh pada 17 Desember 2014 besok dan yang dilanjutkan dengan Hari Raya Kuningan pada 27 Desember 2014 mendatang, merupakan perayaan spiritual sosial kemanusiaan umat Hindu Indonesia yang memiliki arti sebagai perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (ketidakbenaran).

Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama, yakni manis.

Continue reading

Advertisements

Hari Raya Galungan

Hari raya Galungan jatuh pada hari Budha Kliwon Dunggulan dan diperingati setiap enam bulan atau 210 hari. Hari raya Galungan dirayakan sebagai hari pawedalan jagat atau sering juga disebut oton gumi. Nilai yang tersirat pada hari raya galungan adalah “kemenangan dharma melawan adharma“. Di India perayaan hari kemenangan disebut Sradha Wijaya Dasami. Di dalam Ramayana hal ini dilukiskan pertempuran sepuluh hari antara Rama dan Rahwana, lalu kemenangan ada dipihak Rama (dharma).

Di Indonesia perayaan kemenangan dharma dilakukan dengan merayakan hari raya Galungan dan Kuningan. Mitologi yang berkaitan dengan hari raya galungan adalah peperangan antara Maya Denawa dan Bhatara Indra. Perayaan galungan dan kuningan berjarak sepuluh hari, namun sebagai rentetannya dimulai sejak Tumpek Wariga sampai Budha Kliwon Pahang, yaitu sebagai berikut :

Continue reading

Dharma Wacana – Saraswati (Aksara Bali)

<s r sÙ tø ed w n&¾ p \ wɱ ;¾<

p r p \É hu ;¾ s Ï*¾ s mi s en w \ê*¾ tø tø y*¾.

rhø x m \Ði nŠ ni ´Ç r ú m ni sÙ± ku w tu gu nu*¾ s en k lu m®Ë ;¾ k Wÿ ³Õ ni n¾É r hø n nŠ r sÙ tø, m k k ed w ni \Àí*¾Á ji, ed w n&¾ p \ wɱ ;.

Continue reading