Babad Bwahan

OM Awighnamastu Nama Siddham

Hana carita ring asitakala, sapraptanira Bhatara Sakti Majalangu, kairing dening sira Arya Sentong mwang para wadwa.

Sira tumedun ring kakisiking panepining kidul wanwa Wangsul ri agraning Pucak Mundi, kaloktah gunung Rata, ri wawidangning Nusa. Ri sampun asowe alingga ngkana, dadi dateng kang parameswari Sri Bhatari Mas Macaling, apan sira lewihing sakti mwang angidepi kawisesan.

Lontar

Sira Bhatara Sakti Majalangu weruh ring tata titining kaparamarthan, nitya anangun yoga samadhi, dadi tan sapaksa sira.

Ika marmanya sang kalih, apasah pwa sira, sira Ratu Mas jenek alungguh ring Nusa, sira Bhatara Sakti, kesah ngungsi Munduk Guling, pradeseng Smarapura. Kesah sakeng Munduk Guling, angungsi Sampalan, Daksinaning Pasara, Tinjak Manjangan, Kadatwan, Paruman, Weratmara, nyujur ka uttara desa, Jemeng, Sarwa Nadi, Gunung Lebah, Pucak Tinggah, Sandan, mwang angungsi Pucak Asah, kaloktah wana getas.

Continue reading

Advertisements

Pura Bukit Sari Sangeh

Hutan pohon pala di Desa Sangeh tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Pura Bukit Sari yang berada di tengah hutan pala tersebut. Keberadaan pohon pala ini memang sedikit unik. Karena di sekitar daerah tersebut tidak ada pohon seperti itu.

Hutan pohon pala ini disebut Bukit Sari, padahal daerah di mana pohon pala itu tumbuh berupa dataran saja bukan bukit. Entah siapa yang memberikan nama pohon ini pohon pala. Mungkin tak ada yang pasti tahu betul. Dalam bahasa Sansekerta kata “pala” artinya melindungi, sedangkan kata “phala” artinya buah.

Untuk menyebutkan nama pohon di Pura Bukit Sari Sangeh ini apa pala atau phala, penulis sendiri tidak jelas tahu asal-usulnya. Kalau digunakan kata pala, memang pohon besar dan tinggi-tinggi tersebut sebagai pohon pelindung. Akarnya dalam dan luas dapat meresap dan menyimpan air hujan. Pohonnya yang besar tinggi dan rindang dengan daunnya yang hijau itu juga dapat melindungi udara dari polusi. Karena dalam daun yang hijau itu terdapat unsur yang melindungi kehidupan di sekitarnya. Partikel-partikel kimia yang beterbangan di udara karena ulah manusia dapat disaring oleh hijaunya dedaunan dari pohon-pohon di hutan pala tersebut. Banyak lagi sesungguhnya fungsi hutan kalau dilihat dari sudut kehidupan di bumi ini.

Continue reading

Desa Sangeh

Salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi di Kabupaten Badung adalah Obyek Wisata Sangeh. Desa Sangeh dapat ditempuh dari Denpasar sekitar 30 menit. Letak geografis Desa Sangeh berada antara 8o29′ LS dan 115o12′ – 115o13′ BT, berjarak ± 25 km dari Kota Denpasar. Status kawasan ini sebelumnya adalah cagar alam dan dengan terbitnya SK Menteri Kehutanan No. 87/KPS-II/1993 tanggal 16 Februari 1993 berubah menjadi Taman Wisata Alam dengan luas total 13.969 ha.

sangeh Continue reading