Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (3)

Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (PPNSB) Kabupaten Badung, pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 resmi diluncurkan. Peluncuran program PPNSB tersebut dihadiri oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”. Pada acara ini Ibu Megawati Soekarnoputri juga meluncurkan implementasi Program PPNSB tersebut dengan ditandai dengan menekan tombol sirine.

mega

Pada acara tersebut Ibu Megawati Soekarnoputri didampingi anggora Komisi X DPR RI I Wayan Koster, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika dan Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata. Juga turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil DPRD Kabupaten Badung Sunarta beserta anggota DPRD Kabupaten Badung, Penglingsir Puri Ageng Mengwi A. A. Gde Agung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP PKK Badung Kristiani Suiasa, Ketua DPW Badung Nyonya Kompyang Swandika, para Kepala SKPD dan sejumlah undangan lainnya.

Continue reading

Topeng Bondres

Topeng Bondres yang perkembangan dan sejarahnya di mulai sejak tahun sembilan puluhan (1990-an) di Bali.

Topeng Keras

Seni pertunjukan topeng yang sering menampilkan tokoh-tokoh yang lucu, dengan humor-humor yang segar adalah merupakan salah satu tokoh dalam dramatari topeng, tokoh-tokoh dalam topeng ini terdiri dari :

  1. Topeng Pengelembar (tokoh tua dan tokoh keras),
  2. Penasar Kelihan yang tua.
  3. Penasar Cenikan yang lebih muda
  4. Ratu (Dalem dan Patih)
  5. Bondres (tokoh rakyat)

Lakon cerita biasanya bersumber dari cerita sejarah atau yang biasanya di sebut Babad.

Continue reading

Sekilas Tari Topeng

Tari Topeng adalah bentuk dari tarian dan drama dimana penarinya menggunakan topeng dan menampilkan cerita-cerita lama, yang sering berkisah tentang raja dan pahlawan pada jaman dahulu. Tarian ini ada sejak abad ke-17. Tari topeng populer di Bali dan Jawa, tapi juga ditemukan di pulau Madura. Tarian ini diiringi oleh musik Gamelan.

123013_0547_DewaYajna11.jpg

Penggunaan topeng dipercaya sebagai cara memuja para leluhur. Pertunjukan tari topeng ini dimulai dengan tarian tokoh bertopeng yang tidak bicara dan tidak terkait dengan cerita tarian utama. Topeng tradisional ini antara lain : Topeng Manis, Topeng Keras dan Topeng Tua.

Continue reading

Upacara Matelubulanan/Nyambutin

Ring pamargin upacara Nyambutin, wenten upakara makadi :

  1. Panglepas Aon
  2. Sambutan
  3. Jejanganan
  4. Tataban

Mapetik1

Sadurunge ngawitin patut pisan nunas  ”Tirtha Panglukatan“, angge ngetesin upakarane, wawu ngaturang upacara Panglepas Aon, nunas pabersihan lan pasucian, huwus punika laksanayang Penyambutan, ngiderang Lesung/magogo-gogoan, ngruruh eteh-eteh papayasan. Sesampun mapangangge wawu Muspa, mangda suci bersih hening. Lanturang antuk ngayabang Jejanganan, katur ring Babu/Rare Bajang, matetujon ngicalang sahanan gegodan, pinih ungkur wawu Natab.

Continue reading

Makna Ngaben

Ngaben secara umum sering didefinisikan sebagai upacara pembakaran mayat. Tetapi dari asal-usul etimologi kata kurang tepat, karena ada tradisi Ngaben yang tidak melalui pembakaran mayat.

122814_0121_RenunganAkh4.jpg

Rupa-rupanya “ngaben” berasal dari kata “beya, artinya biaya atau bekal. Dari kata beya, dalam bentuk aktipnya, melakukan pekerjaan menjadi “meyanin” ada juga “ngabeyanin” – “ngabeyain, lalu menjadi kata “ngaben”.

Continue reading

Tari Topeng Telek

Tari Telek sampai saat ini masih dipentaskan secara teratur oleh sejumlah banjar/desa adat di Bumi Serombotan, Klungkung, seperti Banjar Adat Pancoran Gelgel dan Desa Adat Jumpai. Jenis tari wali ini merupakan tetamian (warisan) leluhur yang pantang untuk tidak dipentaskan. Warga setempat meyakini pementasan Telek sebagai sarana untuk meminang keselamatan dunia, khususnya di wawengkon (wilayah) banjar/desa adat mereka. Jika nekat tidak mementaskan Telek, itu sama artinya dengan mengundang kehadiran merana (hama-penyakit pada tanaman dan ternak), sasab (penyakit pada manusia) serta marabahaya lainnya yang mengacaukan harmonisasi dunia.

Telek

Keyakinan itu begitu mengkristal di hati krama Banjar Adat Pancoran, Gelgel dan Desa Adat Jumpai. Mereka melestarikan jenis kesenian ini dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi sehingga tak sampai tergerus arus zaman. Begitu kuatnya mereka menjaga tetamian leluhur ini, sampai-sampai seluruh pakem pada pementasan Telek dipertahankan secara saklek. “Niki nak sampun ilu lan tetamian leluhur deriki. Sampun napetang. Tiang tan uning, ngawit pidan Telek deriki masolah” (Kesenian Telek ini sudah ada sejak lama dan merupakan warisan leluhur).

Continue reading

Sanghyang Grodog : Membangkitkan Spirit Semesta

Tanggal 25 Juli 2012 menjadi hari yang istimewa bagi masyarakat Desa Lembongan, sebab itu merupakan hari pertama dari prosesi Sangyang Grodog. Antusiasme masyarakat Desa Lembongan terlihat dari ramainya mereka mendatangi tempat prosesi sanghyang yang dilakukan di catus pata yang merupakan titik nol Desa Lembongan.

Grodog1

Sanghyang Grodog kali ini terhitung sangat istimewa karena pertama kalinya diselenggarakan kembali setelah 29 tahun tidak pernah diselenggarakan di Desa Lembongan. Menyelenggarakan kembali Sanghyang Grodog tentunya bukan perkara mudah, sebab menyelenggarakan kembali sanghyang sudah “tertidur” selama 29 tahun membutuhkan upaya penggalian, terutamanya gending sanghyang yang hanya mampu diingat oleh segelintir orang tua di Desa Lembongan. Sanghyang Grodog di Desa Lembongan tergolong suatu ritual yang unik, berbeda dibandingkan dengan jenis-jenis sanghyang lainnya yang ada di Bali Daratan. Pada Bali Daratan, prosesi sanghyang lazimnya dilakukan oleh penari yang mengalami proses trans atau kehilangan kesadaran diri dan melakukan gerakan-gerakan tertentu sesuai dengan karakter sanghyang yang dipentaskan.

Continue reading