Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (3)

Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (PPNSB) Kabupaten Badung, pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 resmi diluncurkan. Peluncuran program PPNSB tersebut dihadiri oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”. Pada acara ini Ibu Megawati Soekarnoputri juga meluncurkan implementasi Program PPNSB tersebut dengan ditandai dengan menekan tombol sirine.

mega

Pada acara tersebut Ibu Megawati Soekarnoputri didampingi anggora Komisi X DPR RI I Wayan Koster, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika dan Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata. Juga turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil DPRD Kabupaten Badung Sunarta beserta anggota DPRD Kabupaten Badung, Penglingsir Puri Ageng Mengwi A. A. Gde Agung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP PKK Badung Kristiani Suiasa, Ketua DPW Badung Nyonya Kompyang Swandika, para Kepala SKPD dan sejumlah undangan lainnya.

Continue reading

Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Kabupaten Badung (2)

Mengutip pula tulisan Bapak Rudi Hartono pada http://www.berdikarionline.com/prinsip-pembangunan-semesta-berencana-ala-bung-karno/ tentang awal mula dicetuskannya Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yaitu pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, yang berlangsung tanggal 10-12 Januari 2015, di Jakarta, kembali menggelorakan pemikiran besar Bung Karno yang salah satunya ada Program PNSB.

mega.jpg

Pada Rakernas tersebut, PDIP menghidupkan kembali gagasan Bung Karno mengenai Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB). Konsep besar ini dirumuskan oleh Bung Karno di tahun 1959 dan mulai dijalankan antara 1961-1968.

Keinginan PDIP menghidupkan PNSB langsung berterima luas. Banyak pihak yang meresponnya secara positif, termasuk Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo.

Continue reading

Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (1)

Pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016, Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan Program Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”. Peluncuran Program PPNSB Kabupaten Badung ini dihadiri oleh Mantan Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau sekaligus meluncurkan implementasi dari program PPNSB Kabupaten Badung tersebut dengan menekan tombol sirine sebagai pertanda diluncurkannya implementasi Program PPNSB Kabupaten Badung tersebut.

mega (2).jpg

Apa itu Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana tersebut ? Mungkin tulisan dari Bapak Arif Budimanta, Direktur Megawati Institute yang diambil dari situs http://nasional.sindonews.com dapat memberikan gambaran terkait pada Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana tersebut.

Continue reading

I Ketut Pelor – Mengabdi Untuk Seni Tari

Kesehariannya sangat sederhana dan terkesan pendiam, namun pembawaan itu akan berubah total bila tampil di atas panggung, menari lincah mengiringi alunan instrumen gamelan di atas pentas.

I Ketut Pelor (74), pria kelahiran Banjar Denkayu Delodan, Desa Werdi Bhuana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dikenal sebagai seniman serba bisa, terutama di seni tari. Meskipun hanya mengenyam pendidikan formal setingkat sekolah dasar, namun kemampuannya dalam bidang pengembangan seni budaya tidak diragukan.

Kak Pelor

Berawal sebagai seniman arja pada tahun 1966 yakni sebagai penasar itu pernah melatih puluhan sekaa (grup) kesenian di sejumlah banjar dan desa di Kecamatan Mengwi dan sekitarnya di Kabupaten Badung.

Setiap odalan dan kegiatan ritual yang berlangsung di lingkungan desanya selalu menyempatkan diri untuk bisa berperanserta dalam menari untuk kelengkapan ritual.

Continue reading

Pura Penataran Agung Pucak Entapsai Bon

Pura Pucak Bon merupakan salah satu pura yang ada di kawasan Petang, Badung Utara yang belum banyak dikenal umat. Pura ini diyakini sebagai sumber kemakmuran atau kekayaan.

Pura-Pucak-Bon

Pura Penataran Agung Pucak Entapsai Bon atau yang sering disebut Pura Pucak Bon terletak di dataran tinggi wilayah Desa Adat Bon, Desa Belok, Kecamatan Petang, Badung.

Dari kota Denpasar berjalan ke lokasi menuju arah Utara melalui Desa Pelaga, hingga di Desa Adat Bon berjarak 59 km, dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 1 jam 40 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/ jam tibalah di Pura Pucak Bon.

Continue reading

Pariwisata Dalam Kehidupan Beragama Hindu di Bali

Hubungan Agama dan Kebudayaan dengan Pariwisata

Merupakan suatu keajaiban, agama Hindu bisa bertahan di Pulau Bali yang kecil ini pada hal hampir di seluruh Indonesia telah menganut agama lain. Keajaiban lagi justru pulau Bali dijadikan pusat Pariwisata Indonesia bagian tengah, yang sering disebut dengan Pariwisata Budaya. Dengan keindahan alamnya, keramahan penduduknya, mengundang datangnya wisatawan dari segala pelosok dunia untuk menikmati keindahan dan keunikannya.

Agama Hindu mempunyai andil yang besar di bidang ini. Seni budaya yang bercorakkan Agama Hindu, keindahan yang dijiwai oleh kebaktian terhadap Ida Sanghyang Widhi Wasa, telah melahirkan seni budaya Kedewaan. Agama memberikan dorongan dan ilham untuk berkembangnya seni dan budaya.

Continue reading

Tirthayatra Pinatih

Tersebutlah pada masa kekuasaan Sira Arya Wang Bang Resi, bersama adiknya Sira Arya Wang Bang Bija, berpuri di Kerthalangu Badung. Dari perkawinan Sira Arya Wang Bang Resi dengan Ida Ayu Punyawati (warih Sidemen), menurunkan Kiyai Anglurah Agung Mantra, Kiyai Anglurah Made Sakti dan I Gusti Ayu Nilawati. Pada masa pemerintahan beliau, negeri aman, tenang atas kerjasama yang baik dengan sanak keluarga dan para abdi yang setia.

122913_1214_SlokaRajaPu1.jpg

Kiyai Anglurah Agung Mantra kawin dengan putrid Dukuh Pahang, cucu dari Dukuh Suladri, berputra 3 orang : I Gusti Ngurah Tembahu, I Gusti Ngurah Kapandyan dan I Gusti Ayu Tembahu. Yang beribu dari Arya Patandakan, berputra I Gusti Ngurah Gede, I Gusti Bedulu, I Gusti Ngenjung, I Gusti Batan, I Gusti Abianangka, I Gusti Mranggi, I Gusti Celuk dan I Gusti Arakapi dan banyak lagi putra beliau yang lahir dari istri panawing.

Continue reading