Sanitasi – Analisis Keterpaduan Sektor Sanitasi

Sektor sanitasi terdiri dari beberapa sub sektor terkait yaitu:

  1. Persampahan
  2. Drainase
  3. Air limbah

Pengembangan sektor sanitasi akan terkait langsung dengan pengembangan sistem air minum. Sektor sanitasi dengan air minum memiliki keterkaitan satu dengan lainnya, seperti yang terlihat pada bagan dibawah.

Continue reading

Sanitasi – Analisis Sistem Drainase

Identifikasi Sistem Drainase Eksisting

Melihat dari berbagai hasil studi dan dari analisis yang dilakukan berdasarkan system pengaliran air dan alur yang ada serta mengacu pada Ranperda RTRW Kabupaten Badung 2011-2031 yang disusun oleh Bappeda Litbang Kabupaten Badung, maka sistem drainase Kabupaten Badung dapat diinventarisasi menjadi 9 sistem utama. Adapun sistem pembuang utama sistem drainase di Kabupaten Badung adalah :


Sistem Tukad Ayung

Sistem Tukad Ayung merupakan sistem drainase regional yang melintasi 3 kabupaten yaitu Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung serta bermuara di Padanggalak, Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar.

Continue reading

Sanitasi – Analisis Pengelolaan Persampahan

WILAYAH PELAYANAN PERSAMPAHAN

Sampah yang dihasilkan di Kabupaten Badung terdiri dari sampah yang berasal dari domestik dan non domestik. Sampah yang berasal dari domestik ditampung ditempat penampungan sementara yang berupa bak-bak sampah yang selanjutnya diangkut oleh truk sampah menuju ke tempat pembuangan akhir.

Wilayah pelayanan sampah di Kabupaten Badung meliputi seluruh wilayah di Kabupaten Badung meliputi tempat-tempat umum dan jalan-jalan protokol. Daerah pelayanan di bagi menjadi 3 (tiga) pangkalan untuk memudahkan rute pengangkutan yaitu:

Continue reading

Sanitasi – Analisis Pengelolaan Air Limbah (2)

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BTDC

IPAL PT. BTDC atau sering disebut dengan Laguna PT. BTDC dibangun pada tahun 1976 dengan kapasitas 10.000 m³/hari. Lagoon mulai beroperasi pada tahun 1980 dengan luas area 30 Ha dan sudah dimanfaatkan untuk instalasi dan rumah pompa sekitas 17 Ha. Lagoon PT. BTDC terdiri dari 2 instalasi : instalasi untuk pengolahan limbah dan instalasi untuk produksi air irigasi (kolam aerator, sedimentasi dan filtrasi). Adapun uraian kegiatan di Unit Pengelolaan Air Limbah sebagai berikut :

Continue reading

Sanitasi – Analisis Pengelolaan Air Limbah (1)

IDENTIFIKASI MASALAH

Kabupaten Badung dikenal sebagai wilayah dengan objek pariwisata yang paling terkenal yaitu Pantai Kuta dan Nusa Dua. Namun keberadaannya terganggu akibat adanya banjir dan sanitasi yang buruk di lingkungan masyarakat sekitar, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk pencegahan atau pengurangan pencemaran tersebut. Pembuangan air limbah domestik yang tidak terkendali dan tidak terkontrol serta geografis Kabupaten Badung yang rendah akan menyebabkan sistem pengolahan limbah akan menjadi sulit. Namun saat ini harus dicarikan solusi dalam permasalahan sanitasi Kabupaten Badung demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan dan menghilangkan kesan kumuh serta dampak terhadap kesehatan yang sangat besar.

Continue reading

Sanitasi – Analisis Jaringan Air Bersih

KONDISI EKSISTING JARINGAN AIR BERSIH

Penyediaan dan pengelolaan air bersih di Kabupaten Badung pada saat ini terbagi atas sistem jaringan perpipaan yang dikelola oleh PDAM dan sistem non perpipaan yang dikelola kelompok-kelompok pengelola. Jaringan perpipaan di wilayah perkotaan dikelola oleh PDAM dan untuk wilayah pedesaaan dikelola oleh kelompok-kelompok masyarakat.

Continue reading

Sanitasi – Rencana Jaringan Air Minum

Jaringan air minum dengan kriteria :

  • harus tersedia jaringan kota atau lingkungan sampai dengan sambungan rumah;
  • lingkungan perumahan harus mendapat air bersih yang cukup dari perusahaan air minum dan atau sumber lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  • kapasitas untuk melayani kebutuhan perumahan sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) liter/orang/hari; dan
  • diutamakan menggunakan sistem perpipaan terlindungi sesuai standar teknis yang ditetapkan.

Continue reading

Sanitasi – Rencana Pengembangan Jaringan Irigasi dan Drainase

Pengembangan Jaringan Prasarana Irigasi

Pengembangan Jaringan Prasarana Irigasi melalui :

  • optimalisasi fungsi jaringan irigasi yang telah ada pada masing-masing Daerah Irigasi (DI) melalui penyempurnaan jaringan dan bangunan irigasi serta penyediaan sumber-sumber air untuk irigasi;
  • keterpaduan sistem sistem pengelolaan irigasi antar sektor dan antar wilayah;
  • penyediaan air irigasi dapat diberikan dalam batas tertentu untuk pemenuhan kebutuhan lainnya;
  • penyediaan air irigasi direncanakan berdasarkan pada prakiraan ketersediaan air pada sumbernya dan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana tata tanam pada setiap daerah irigasi;
  • optimalisasi pemanfaatan air irigasi pada DI di wilayah kabupaten atau antar DI yang terintegrasi dengan DI Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar;
  • keandalan ketersediaan air irigasi serta pengendalian dan perbaikan mutu air irigasi dalam rangka penyediaan air irigasi;
  • pengelolaan aset irigasi guna mencapai tingkat pelayanan yang ditetapkan dan berkelanjutan bagi pemakai air irigasi dan pengguna jaringan irigasi dengan pembiayaan pengelolaan aset irigasi seefisien mungkin; dan
  • dalam hal penyediaan air irigasi tidak mencukupi, pengaturan air irigasi dilakukan secara bergilir yang ditetapkan oleh Bupati.

Continue reading

Sanitasi – Rencana Sistem Pengelolaan Sampah

Sistem pengelolaan sampah meliputi pengelolaan sampah dan penanganan sampah.


Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah meliputi:

  1. Sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga khususnya pada kawasan perkotaan, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik, pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten;
  2. Sampah sejenis sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kawasan komersial, kawasan pariwisata, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang terdapat pada kawasan perkotaan, pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten; dan
  3. Sampah spesifik, yaitu sampah yang sifat dan jenisnya memerlukan penanganan khusus, pengelolaannya dilaksanakan sendiri oleh pemilik sampah, meliputi:
    • sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun;
    • sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun;
    • sampah yang timbul akibat bencana;
    • puing bongkaran bangunan;
    • sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan
    • sampah yang timbul secara tidak periodik.

    Continue reading