Matur Piuning Karya Anta Sapa dan Pegat Sot Warga Arya Wang Bang Pinatih

Denting genta mengalun dibarengi lafalan mantra Tri Sandya dari puluhan warga Arya Wang Bang Pinatih di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Desa Adat Kesiman yang menggelar ngatur piuning sembahyangan untuk mengawali upacara Anta Sapa dan Pegat Sot Maha Warga Wang Bang Pinatih, Senin 6 Juli 2015 sore.

IMG_0782

Mereka mengenakan pakaian adat Bali untuk melaksanakan persembahyangan, hadir Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE. yang juga Ketua Umum Pengurus Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali.

Acara dimulai dengan persembahyangan Tri Sandya dan dilanjutkan kramaning sembah dan terakhir pengumuman terkait upacara Anta Sapa dan Pegat Sot bulan Agustus mendatang.

Continue reading

Pura Kahyangan Kedaton – Piodalan Tanpa Dupa, Kwangen dan Penjor

Upacara piodalan di Pura Kahyangan Kedaton, di Desa Kukuh, Kecamatan Marga yang jatuh setiap enam bulan tepatnya  Anggara Kasih Medangsia memang memiliki keunikan tersendiri.

alas kedaton1

Beberapa keunikan ditemui saat piodalan di pura yang berlokasi di tengah-tengah hutan Alas Kedaton ini. Seperti piodalan yang jatuh pada Anggara Kasih Medangsia. Keunikan pertama adalah sarana upacara yang tidak menggunakan dupa, kwangen, dan sampiannya harus terbuat dari daun pisang emas. Keunikan kedua tidak menggunakan jajan gina. Dan keunikan yang  paling mencolok kalau di piodalan di Pura lain selalu dipasang penjor, tidak demikian di Pura Kahyangan Kedaton, pantang memasang penjor saat piodalan. Selain keunikan tersebut, ada tradisi menarik yang selalu dijalankan setelah upacara piodalan berakhir yakni Tradisi Ngerebeg.

Continue reading

Pura Watu Klotok

Salah satu pura terkenal di Kabupaten Klungkung adalah Pura Watu Klotok. Di samping merupakan salah satu kahyangan jagat, Pura Watu Klotok juga kerap dijadikan pusat pasucian Ida Batara Pura Besakih. Akhir tahun 2005 lalu, pascabencana ledakan bom Bali II dan terjadinya bencana tsunami di Aceh, di pura yang terletak di bibir pantai selatan Kota Semarapura itu berlangsung dua kali upacara permohonan keselamatan dan kesucian dunia. Upacara Samudra Kerthi dan Dirgayusa Bumi. Tak kalah pentingnya, Pura Watu Klotok juga berfungsi sebagai tempat memohon kesuburan lahan persawahan bagi para petani. Bagaimana sejarah pura ini?

Pura-Watu-Klotok-Kabupaten-Klungkung

Pura Watu Klotok letaknya tidak jauh dari pura terkenal lainnya yang ada di bumi serombotan. Salah satunya Pura Dasar Bhuwana Gelgel. Sehingga keberadaannya sangat mudah dijangkau bagi umat yang gemar bertirtayatra. Apalagi saat ini, jalur Bypass Tohpati-Kusamba (Bypass IB Mantra) sudah tuntas dikerjakan. Tentu akses bagi umat menuju pura yang berada di Banjar Celepik, Tojan, Klungkung itu semakin mudah.

Continue reading

Asal Mula Pura Melanting Pulaki

Dalam perjalanan berat Peranda Sakti Wawu Rauh di bumi Bali, istri beliau, Danghyang Biyang Ketut atau disebut juga Danghyang Biyang Patni Keniten dari Blambangan, yang kelelahan seakan tak kuasa lagi mengangkat kakinya. Beliau dalam keadaan hamil tua, seluruh persendian kakinya membengkak dan ngilu dan nyeri. Padahal perjalanan masih sangat jauh.

112214_0042_PuraPulaki1.jpg

Malang benar, Peranda Suci Nirarta yang bijak itu sempat terbimbang sesaat hatinya, ingin direlakannya mengorbankan waktu menemani, tetapi mengingat pentingnya perjalanan dilanjutkan menuju ke timur secepatnya, maka diputuskanlah untuk meninggalkan belahan jiwanya sementara di tempat itu, ditemani salah satu putrinya, Dyah Ayu Swabawa. Putra-putrinya yang lain diajaknya serta karena mereka masih cukup kuat berjalan. Kelak sesampainya Danghyang di tujuan, akan diutusnya pengikutnya menjemput mereka.

Continue reading

Pura Penataran Agung Pucak Entapsai Bon

Pura Pucak Bon merupakan salah satu pura yang ada di kawasan Petang, Badung Utara yang belum banyak dikenal umat. Pura ini diyakini sebagai sumber kemakmuran atau kekayaan.

Pura-Pucak-Bon

Pura Penataran Agung Pucak Entapsai Bon atau yang sering disebut Pura Pucak Bon terletak di dataran tinggi wilayah Desa Adat Bon, Desa Belok, Kecamatan Petang, Badung.

Dari kota Denpasar berjalan ke lokasi menuju arah Utara melalui Desa Pelaga, hingga di Desa Adat Bon berjarak 59 km, dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 1 jam 40 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/ jam tibalah di Pura Pucak Bon.

Continue reading

Pura Poten di Bromo

Sebagai pemeluk Agama Hindu Suku Tengger tidak seperti pemeluk agama Hindu pada umumnya, memiliki candi-candi sebagai tempat peribadatan, namun bila melakukan peribadatan bertempat di punden, danyang dan poten.

Pura-Luhur-Poten-Bromo

Poten merupakan sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya Upacara Kasada. Sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu, poten terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga Mandala, yaitu : Mandala Utama, Mandala Madya dan Mandala Nista.

Continue reading

Pura Ulun Kulkul

Mengapa pura ini disebut Pura Ulun Kulkul? Karena di Pura ini terdapat hulunya Kulkul di seluruh Bali. Di pura ini umat mohon taksu kalau membuat kulkul atau kentongan sebagai alat komunikasi tradisional.

Ulun Kulkul

Fungsi utama dari Pura Ulun Kulkul ini adalah sebagai media pemujaan Tuhan Yang Mahaesa dalam manifestasinya sebagai Dewa Mahadewa. Pelinggih utama sebagai pemujaan Bathara Mahadewa adalah di Pelinggih Gedong Sari. Pelinggih ini berbentuk segi empat beratap ijuk agak meruncing keras. Pelinggih ini letaknya di arah tenggara dari areal Pura Ulun Kulkul dan diapit oleh Palinggih Pepelik sebagai tempat mengaturkan upakara saat ada upacara besar atau kecil.

Dua Pelinggih Pepelik ini sebagai tempat menghaturkan dua macam upakara. Dalam Sarasamuscaya ada disebutkan persembahan itu ada dua jenis yaitu Ista dan Purta. Ista adalah upakara sebagai media permohonan untuk mengembangkan niat-niat spiritual untuk membangun kemajuan jiwa. Sedangkan Purta simbol permohonan untuk memajukan kesejahteraan hidup duniawi.

Continue reading