Hobby Baru – Ikan Koi

Hobby baru ini muncul gara-gara mulainya pembangunan “Jineng” di rumah. Dari pembangunan “Jineng” itu, kemudian merembet ke pembuatan “tebing-tebingan” di timur “Jineng”. Hal ini dikarenakan tembok di timur “Jineng” terlihat pendek akibat pembangunan “Jineng” tersebut. Dari pembuatan “tebing-tebingan” itulah muncul ide membuat “kolam kecil” yang nempel dengan tembok.

Dalam proses pembuatan kolam ini, yang tanpa perencanaan yang matang, baik bentuk, finishing maupun filternya, akhirnya berserah pada tukangnya. Singkat cerita, setelah jadi baru terlihat kekurangan kolam yang dibuat tersebut. Filtrasinya asal-asalan dan finishingnya kurang bagus buat ikan (itu setelah baca di grup dan di forum-forum ikan). Itupun setelah saya membeli beberapa ekor ikan komet, kemudian dilanjutkan dengan ikan koi (pasaran). Ternyata satu persatu ikan koinya menghadap yang kuasa. Dari 10 ikan hanya 1 yang bertahan.

Karena penasaran, akhirnya saya baca-baca literatur di internet, kemudian masuk ke grup facebook terkait Ikan Koi, akhirnya saya berkesimpulan bahwa bentuk kolam, finishing, filtrasi dan kualitas air sangat berpengaruh terhadap Ikan Koi. Ibaratnya “Memelihara Ikan Koi sama dengan Memelihara Kualitas Air”.

Kemudian saya baca literatur-literatur tentang Ikan Koi, mulai pembuatan kolam, cara filtrasi yang bagus, media filtrasi dan sebagainya. Akhirnya saya ingin membuat kolam yang lebih representatif lagi buat Koi. Mulailah kemarin mulai membangun kolam Ikan Koi ukuran 3,25 m x 1,70 m x 0,5. Kedalaman kolam terpaksa dibuat terbatas, karena menurut mitos di Bali, membuat kolam di dalam areal rumah tidak boleh lebih rendah dari halaman, alias tidak boleh menggali ke dalam tanah. Jadi akibat bakalan kolam sudah ada dan mitos tersebut, maka kedalaman kolam hanya 50 cm. Tentu ini kurang reprentatif buat Ikan Koi (dari postingan di grup, kaskus maupun literatur). Dalam literatur ada yang mengatakan kolam Koi yang baik itu minimal kedalaman 80 cm sampai 2 meter.

Akhirnya kemarin kolamnya telah jadi. Setelah dilakukan hal-hal sesuai petunjuk para suhu koi, mulai merendam untuk menghilangkan baru dan racun dari semen, kemudian dikuras dan diisi air lagi, isi media filter sampai pemberian bacteri starter, akhirnya kolampun siap dihuni ikan. Pertama-tama saya beri ikan untuk test kolam, yaitu ikan komet sebanyak 5 ekor.

 

Dan ternyata ada yang berbaik hati pada saya, ada bos di kantor (tepatnya anaknya bos) memberi saya ikan koi sebanyak 5 ekor ukuran kurang lebih 40 cm. Cukup besar dari ukuran kolam saya yang cuma kedalaman airnya 40 cm. Kemudian karena merasa masih kurang, akhirnya beli ikan lagi di Niki Koi Garden sebanyak 4 ekor kemudian beli lagi sama Putra Bali sebanyak 9 ekor. Dan sekarang kolamnya over populasi.

Dan sampai sekarang saya masih belajar tentang nama-nama koi. Ternyata banyak sekali variannya. Sekian dulu, nanti disambung lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s