Matur Piuning Karya Anta Sapa dan Pegat Sot Warga Arya Wang Bang Pinatih

Denting genta mengalun dibarengi lafalan mantra Tri Sandya dari puluhan warga Arya Wang Bang Pinatih di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Desa Adat Kesiman yang menggelar ngatur piuning sembahyangan untuk mengawali upacara Anta Sapa dan Pegat Sot Maha Warga Wang Bang Pinatih, Senin 6 Juli 2015 sore.

IMG_0782

Mereka mengenakan pakaian adat Bali untuk melaksanakan persembahyangan, hadir Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE. yang juga Ketua Umum Pengurus Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih Provinsi Bali.

Acara dimulai dengan persembahyangan Tri Sandya dan dilanjutkan kramaning sembah dan terakhir pengumuman terkait upacara Anta Sapa dan Pegat Sot bulan Agustus mendatang.

Ketua Umum Upacara Anta Sapa dan Pegat Sot, Drs. I Nyoman Sukada, mengatakan upacara ini merupakan persembahan suci untuk memutus dan menetralisir sesangi (sumpah), dosa, kutukan yang terjadi sejak abad ke-17 saat Raja Kyai Anglurah Agung Mantra memimpin Badung di Puri Kertalangu.

Ia mengisahkan Kyai Anglurah Agung Mantra tidak percaya kepada mertuanya yang bernama Dukuh Pahang yang mengatakan dirinya moksa.

Kemudian ia bersumpah jika mertuanya mampu pada tahapan kehidupan tersebut dirinya akan kehilangan seluruh kekuatan. Alhasil sumpah itu terjadi.

Kemudian saat ini para keturanan Arya Wang Bang Pinatih yang tergabung dalam Paiketan Arya Wang Bang Pinatih melakukan upacara penebusan dosa atau membayar sumpah tersebut. Upacara ini merupakan pertama kali diadakan secara umum. Sebelumnya upacara tersebut hanya dilakukan di rumah keluarga masing-masing.

“Secara umum upacara Anta Sapta dan Pegat Sot ini pertama kali diadakan, tapi selama ini biasanya warga melaksanakan upacara di rumah masing-masing untuk membersihkan area rumah mereka dari keyakinan sumpah tersebut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam kehidupan tentunya ada hal baik dan buruk. Ketika hal buruk terjadi, sebagai keturunannya sepatutnya membayar kesalahan, agar kehidupan berjalan lancar dan baik.

Upacara akan dimulai pada 1 Agustus 2015 yakni matur piuning ke Merajan Kawitan di Puri Sulang – Klungkung, Merajan Kawitan Puri PinatihDenpasar, Ki Duhung Pahang Penatih, Pura Penataran Agung Bukit Mekar, serta Khayangan Tiga Desa Adat Kesiman dan merajan masing-masing di rumah.

Kemudian pada 23 Agustus 2015 dilaksanakan upacara Nyumput Malaning yakni setiap warga diharuskan mengambil tanah di setiap sudut serta di tengah pekarangan rumahnya. Kemudian ditempatkan pada daun dapdap serta diikat oleh benang tridatu.

“Tanah ini lah yang akan dilebur untuk menetralisir energi negatif. Peleburan ini dilaksanakan pada 23 Agustus, saat dilaksanakan upacara melasti, pekelem dan ngerarung tanah tersebut di laut,” ujarnya.

Puncak upacara digelar pada 24 Agustus 2015, di Peyadnyan Kertalangu, tak jauh dari Pura Mutering Jagat Kesiman dipuput oleh Ida Pedanda Wayahan Bun, Ida Pedanda Gede Putra Bajing, Ida Rsi Agung Putra Pinatih, Ida Rsi Agung Sidhi Citta Sidemen dan Ida Rsi Agung Wayabya Sogatha Karang.

Disalin dari : http://bali.tribunnews.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s