Kisah 4 Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

lilin

Yang pertama berkata, “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Continue reading

Advertisements

Ini Pun Akan Berlalu

Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya.

berbagi-cahaya-225x200

Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka. Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah.

Continue reading

Pelita si Buta

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Melihat hal itu, orang buta tersebut terbahak dan berkata, “Buat apa saya bawa pelita ? Kan sama saja buat saya ! Saya bisa pulang kok.”

pelita-hidup
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata ! Beri jalan buat orang buta dong !” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Continue reading

Kekayaan – Kesuksesan – Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas, “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.

“Lho, kenapa?” tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.”

Suami – istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, si Kasih-Sayang menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih-Sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-Sayang, maka kemana pun Kasih-Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

HBD Kakak Tamik ke-11

Tak terasa, engkau pada tanggal 16 April 2015 ini telah menginjak umur 11 tahun. Selama ini engkau telah memberikan warna di kehidupan kami.

Tamik5Di usiamu ke-11 tahun ini, kami berharap engkau semakin dewasa, mampu membimbing adikmu dan menjadi panutan bagi adik dan saudara-saudaramu semua.

Tamik1Kami juga berharap di usiamu sekarang, engkau semakin rajin belajar, mau menuruti nasehat kakek, nenek, papa dan mama.

Tamik2

Dengan semakin dewasanya engkau, kami berharap engkau dapat membimbing adikmu Rini dan jangan sering bertengkar ya sayang.

Tamik4

Akhir kata, kami mengucapkan :

SELAMAT ULANG TAHUN KE-11 NI WAYAN SRI UTAMI KOMALADEWI… SEMOGA PANJANG UMUR, SEHAT, BERBAHAGIA DAN MENJADI ANAK YANG SUPUTRA….

Tamik3

HBD ke-5 Dek Rini…

Tidak terasa sudah lima tahun kehadiranmu di dunia ini. Betapa bahagianya kami dengan kehadiranmu anakku. Kehadiran yang kami nantikan untuk melengkapi kebahagian kami. Engkau lahir di RSUD Kab. Badung dengaan berat 3,5 kg dan panjang 51 cm.

Rini4 Kini engkau telah tumbuh menjadi anak yang sehat, anak yang selalu ceria, anak yang selalu manja dan sayang kepada kakek, nenek, papa, mama, kakak dan saudara-saudaramu. Kami sangat menyayangimu sayang.

Rini5

Walaupun kadang engkau menangis karena bertengkar dengan kakak, kadang karena kebandelanmu yang membuat jengkel papa dan mama, namun kami semua sangat sayang padamu. Kelucuan dan keluguanmu yang sering membuat kami semua tertawa terpingkal-pingkal, sangat mewarnai kehidupan kita.

Rini2

Kami sangat mencintaimu nak… tetaplah menjadi dirimu, yang selalu ceria, selalu semangat dan selalu lucu.

Met Ultah ya nak… semoga engkau menjadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Menjadi semakin pinter, rajin belajar, selalu semangat dan tambah lucu. We all love you Ni Made Dwi Laksmi Kumarini….

Rini1