Tari Baris Cina

Baris Cina merupakan salah satu tarian sakral yang ada dan dilestarikan di Denpasar – Bali. Tari Baris Cina disakralkan oleh warga penyungsungnya di Kelurahan Renon, tepatnya di Banjar KelodRenon – Denpasar. Sebagai tarian sakral, Baris Cina hanya dipentaskan di Pura Baris Cina itu sendiri, di pura-pura dalam lingkungan Desa Pekraman Renon dan juga di pura-pura terkait seperti Pura Blanjong – Sanur, Pura Petitenget – Kuta, Pura Sakenan serta beberapa pura lain sesuai dengan petunjuk yang ada.

Baris Cina1

Alat musik pengiring Tari Baris Cina adalah Gong Beri, menurut masyarakat setempat, Gong tersebut dibawa oleh para leluhur mereka ketika pindah dari Blanjong menuju kawasan Renon. Ketika itu Gong Beri hanya terdiri dari dua buah Gong yaitu Ber dan Bor.

Dalam penelitiannya, Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA. menemukan bahwa Gong Beri – Ber dan Bor – berasal dari daratan Cina, dimana persamaan dari Gong Beri masih ditemukan di Thailand yang hingga kini digunakan dalam upacara perkawinan. Demikian halnya dengan keberadaan Gong Beri di Renon, yang pada awalnya digunakan dalam pesta pernikahan.

Tarian Baris Cina tercipta ketika Gong Beri telah ditambahkan berbagai instrument lain, seperti kendang, tawa-tawa, ceng-ceng dan sebagainya, sehingga menjadi satu barungan. Diawali dengan adanya warga yang trance dan berbicara bahasa Cina, maka dipilihlah nama Baris Cina sebagai nama tariannya.

Tari Baris Cina terdiri atas dua kelompok penari yang semuanya laki-laki di mana setiap kelompok terdiri atas sembilan penari termasuk satu orang komandan. Satu kelompok mengenakan pakaian hitam yang disebut Baris Selem, sedangkan kelompok lainnya berpakaian putih yang disebut Baris Putih. Gerak-gerak tari yang diperagakan oleh kedua kelompok tersebut menyerupai gerakan pencak silat dengan senjata pedang.

Sebuah film dokumenter dibuat tentang Tari Baris Cina ini. Film dokumenter berdurasi kurang lebih 28 menit tersebut mengangkat asal-usul dan kisah dibalik “kesakralan” Baris Cina. Tergambar pula betapa masyarakat Banjar Kelod sebagai “pemilik” dari tarian tersebut, memberi perhatian dengan penuh kebersamaan dalam usaha menjaga dan melestarikan warisan budayanya. Film berjudul Baris Cina, Produksi GDV Production dan Disbud Kota Denpasar, dan berhasil meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Festival Film Kearifan Budaya Lokal 2011 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s