Kajeng Kliwon

Hari Kajeng Kliwon datangnya setiap 15 hari sekali. Upacara dan upakara yang wajib dilakukan pada hari Kajeng Kliwon, hampir sama  dengan upacara dan upakara yang dilakukan pada hari kliwon. Persembahan yang dilakukan adalah dengan menghaturkan segehan kepel panca warna, yaitu : merah, putih, hitam, kuning dan brumbun. Segehan itu berjumlah 9 tanding, dengan tetabuhan tuak, arak, berem dan air.

022214_0050_BudaKeliwon1.jpg

Di depan pintu gerbang (pemesuan), di atas pada tempat yang telah tersedia, menghaturkan canang burat wangi dan canang yada. Persembahan ini ditujukan kepada Ida Sanghyang Widhi dalam manifestasi Sanghyang Durgadewi.

Continue reading

Advertisements

Keunikan dan Kesakralan Tari Baris Desa Adat Batur

Tari Baris sakral milik Desa Pakraman Batur, hanya dipentaskan ketika ada upacara yang mempersembahkan binatang kurban suku pat (hewan berkaki empat). Saat upacara Danu Kertih di Pura Segara Danu Batur, tarian ini dipentaskan sebagai pelengkap yadnya. Tarian ini sudah ada sebelum penjajahan Belanda (1926).

Baris Gede

Pelestarian tari baris sakral milik Desa Adat Batur ini dilakukan generasi muda yang tergabung dalam Tempek Teruna Baris Desa Pakraman Batur yang sampai kini beranggotakan 239 orang. Setiap pementasannya diiringi gamelan yang ditabuhkan Tempek Jero Gambel, dengan intonasi gamelan berbeda-beda.

Tari baris sakral milik Desa Pakraman Batur yang sampai kini masih dilestarikaan meliputi Baris Jojor, Baris Gede, Baris Bajra, Baris Perisi, Baris Dapdap. Selain gamelan yang berbeda-beda, atribut pakaian dan perlengkapan lain juga dipergunakan secara berbeda-beda. Begitu juga makna pementasannya.

Continue reading

Pura Kahyangan Kedaton – Piodalan Tanpa Dupa, Kwangen dan Penjor

Upacara piodalan di Pura Kahyangan Kedaton, di Desa Kukuh, Kecamatan Marga yang jatuh setiap enam bulan tepatnya  Anggara Kasih Medangsia memang memiliki keunikan tersendiri.

alas kedaton1

Beberapa keunikan ditemui saat piodalan di pura yang berlokasi di tengah-tengah hutan Alas Kedaton ini. Seperti piodalan yang jatuh pada Anggara Kasih Medangsia. Keunikan pertama adalah sarana upacara yang tidak menggunakan dupa, kwangen, dan sampiannya harus terbuat dari daun pisang emas. Keunikan kedua tidak menggunakan jajan gina. Dan keunikan yang  paling mencolok kalau di piodalan di Pura lain selalu dipasang penjor, tidak demikian di Pura Kahyangan Kedaton, pantang memasang penjor saat piodalan. Selain keunikan tersebut, ada tradisi menarik yang selalu dijalankan setelah upacara piodalan berakhir yakni Tradisi Ngerebeg.

Continue reading

Tari Manuk Rawa

Tarian manuk rawa pertama kali diciptakan pada tahun 1981 oleh I Wayan Dibia (koreografer) dan I Wayan Beratha (komposer). Sebelum menjadi sebuah tari lepas, Tari Manukrawa merupakan bagian dari Sendratari Mahabharata Bale Gala-Gala karya tim sendratari Ramayana/Mahabharata Propinsi Bali yang ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali tahun 1980.

Manuk rawa

Komposisi Tari Manuk Rawa  

Tarian yang dibawakan oleh sekelompok (antara 5 sampai 7 orang ) penari wanita ini merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan perilaku sekelompok burung (manuk) air (rawa) sebagaimana yang dikisahkan di dalam cerita Wana Parwa dari Epos Mahabharata.

Dari sejarah Tari Manukrawa, gerakannya diambil dari tari klasik Bali yang dipadukan dengan gerakan tari dari Jawa dan Sunda, yang telah dimodifikasikan sesuai dengan tuntutan keindahan.

Continue reading

Catatan Nyepi Caka 1937

Hari Raya Nyepi telah berlalu 2 hari yang lalu. Banyak cerita dan kejadian yang terjadi selama rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang telah lewat. Mulai dari Melasti, Pangrupukan, Nyepi sampai Ngembak Geni kemarin.

Melasti

Desa adat kami, Desa Adat Denkayu melaksanakan pemelastian pada hari Kamis, 19 Maret 2015. Pemelastian dilaksanakan di Pantai Seseh. Berangkat dari Pura Desa dan Puseh ngiring Ida Bhatara mulai jam 07.30 Wita. Kami berharap dengan berangkat pagi akan terhindar dari kekroditan perjalanan di daerah Kapal, karena bertepatan dengan berangkatnya Ida Bhatara yang bersatana di Desa Kapal. Namun apa daya, memasuki daerah Tangeb, sebelum Pura Dalem Kapal, kemacetan mulai terjadi. Rombongan kami terjebak sampai 30 menit.

IMG_9558

Namun akhirnya kemacetan dapat terurai juga dengan berangkatnya rombongan masyarakat Kapal menuju Pantai Seseh dengan berjalan kaki. Untuk menghindari kemacetan selanjutnya, akhirnya kami mengambil jalur lain, sehingga tiba di Pantai Seseh dengan lancar. Selama perjalanan kami menikmati jejeran ogoh-ogoh yang telah standby di masing-masing banjar dan kami takjub dengan kreatifitas anak muda yang membuat ogoh-ogoh dengan sangat menawan.

Continue reading

Dokumentasi Parade Ogoh-Ogoh Desa Adat Mengwi

Sehari menjelang Hari Raya Nyepi, yang dikenal dengan Hari Pangrupukan, selain dilakukan upacara Bhuta Yadnya, yani mecaru di tempat-tempat yang telah ditentukan, mulai dari tingkat Provinsi sampai di rumah-rumah.

IMG_6775 copy

Namun yang paling menyita perhatian adalah kreasi dari anak-anak muda di Bali, yang merayakan malam Pangrupukan dan membuat dan mengarak ogoh-ogoh yang biasanya berupa wujud raksasa besar. Namun seiring dengan perkembangan jaman, teknologi dan kreatifitas mereka, sekarang wujud ogoh-ogoh tidak hanya seputar raksasa, tapi ada yang berwujud tokoh kartun, tokoh luar negeri sampai dengan koruptor. Wujudnya tidak lagi seram namun banyak yang bernuansa lucu.

Continue reading

Selamat Hari Raya Nyepi

Tepat pada hari ini tanggal 21 Maret 2015, kita umat Hindu merayakan pergantian tahun Caka. Pada saat ini kita sudah menginjak tahun Caka 1937.

031414_0818_NyepiMenuju1.jpg

Pada tahun yang baru ini kita perlu bersyukur atas apa yang telah kita raih dan capai pada tahun yang lalu. Kita juga perlu merenung dengan apa yang telah terjadi, baik itu yang telah dicapai maupun yang belum dicapai, apa yang telah kita lakukan, baik yang benar maupun yang keliru. Pada saat inilah momentum kita untuk dapat merenungi dan instrospeksi diri terhadap hal tersebut.

Continue reading