Pura Kehen

Lokasi

Pura Kehen letaknya di kaki sebelah selatan bukit Bangli. Tempat sekitar Pura bernama Pakuwon, yaitu suatu komplek perkampungan kecil di ujung timur laut kota Bangli. Pura Kehen berdiri sangat megah besar serta  berteras-teras tinggi menghadap ke selatan. Di depannya suatu jalan dan di seberangnya terdapat pura kecil, bernama Pura Pasimpangan, termasuk salah satu bagian dari komplek Pura Kehen.

Pura Kehen

Berdasarkan arti kata “kehen” rupa-rupanya sama dengan kata “keren” yang berarti tungku api, yang pada jaman Bali Kuno, Pura ini lebih dikenal dengan “Hyang Api”. Adapun status Pura ini adalah Pura Umum, yakni Pura tempat pemujaan Hyang Widhi dengan manifestasi Nya.

Sejarah Pura Kehen

Sejarah Pura Kehen adalah merupakan Pura Kuno, yang mana ada tiga buah prasasti tembaga (Tambra Prasasti). Ke tiga prasasti itu telah pernah dibaca oleh Dr. P.V. van Stein Callenfels, pada tahun 1926.

Dalam Prasasti I                :

diperkirakan dari abad ke sembilan, menyebutkan :  Hyang Api, Hyang Karimama dan Hyang Tanda. Ada nama-nama Bhiksu. Bahasanya Sansekerta.

Dalam Prasasti II :

memakai bahasa Jawa Kuno, menyebutkan “Senapati Kuturan

Dalam Prasasti  III :

berbahasa Jawa Kuno, angka tahun 1204 Masehi, menyebutkan nama Hyang Kehen, yang memerintah pada masa itu Bhatara Guru Sri Adikuntiketana.

Dari data-data yang terdapat dalam prasasti tersebut dapat diambil suatu petunjuk bahwa “Hyang Api” dalam Prasasti I, berubah nama menjadi “Hyang Kehen”. Sedangkan Prasasti III Pura Kehen telah ada pada abad ke 9 dan kemudian berlanjut pada masa pemerintahan raja Bhatara Guru Sri Adikuntiketana, tahun 1204 Masehi, berarti tetap mendapat perhatian dari raja.

Struktur Pura

Pura itu tinggi letaknya dan berteras-teras yang membagi menjadi beberapa halaman. Teras yang pertama sampai yang kelima merupakan halaman luar, teras keenam merupakan halaman tengah, untuk masuk halaman ini melalui Candi Kurung yang diapit oleh dua buah Candi Bentar pada ujung timur dan barat. Teras ketujuh merupakan halaman tengah yang kedua. Untuk masuk ke halaman ini melalui Candi Bentar. Teras ke delapan adalah halaman jeroan. Untuk masuk ke halaman ini melalui Candi Bentar dengan undag yang tinggi. Dalam komplek Pura Kehen terdapat palinggih  43 buah yang letaknya terpencar.

Piodalan pada Pura Kehen adalah hari Buda Kliwon wuku Sinta. Saat piodalan sering dipertunjukkan tari sakral, seperti :  Baris Jojor, Baris Prasi, biasanya nyejer tiga hari.

Kesimpulan

  • Pura Kehen adalah Pura Kuno yang telah berdiri pada abad 9
  • Pura Kehen tergolong Pura Umum
  • Pura Kehen mendapat perhatian dari raja-raja Bali Kuno
  • Nama lain dari Pura Kehen adalah Hyang Api.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s