Kebudayaan dan Tari Bali

Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan pulau. Dimana setiap pulau mempunyai keunikan masing-masing. Baik dilihat dari letak, keadaan dan kebudayaanya. Letak yang strategis tidak luput menjadi faktor Indonesia dikenal oleh banyak kalangan mancanegara, hal ini tentu semakin mempermudah Indonesia memperkenalkan kebudayaannya yang begitu banyak dan unik.

Telek2

Kebudayaan atau budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayahyang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi/akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam Bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture , yang berasal dari kata latin coleve, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan menjadi “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung mengganggapnya diwariskan secara genetis.

Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu di pelajari. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Mallinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Kebudayaan Indonesia juga mempengaruhi sesuatu yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No. II tahun 1998, yakni “Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa”.

Bali merupakan salah satu pulau yang memiliki kebudayaan yang sangat kental dan telah membantu mengangkat nama Indonesia dikenal oleh banyak kalangan. Pulau yang terletak di sebelah timur pulau Jawa ini, memiliki segenap keunikan yang tidak bisa ditemui di pulau lain. Hal yang menonjol dan selama ini dikenal oleh sebagian besar memang dari sektor pariwisata Bali itu sendiri.

Bermodalkan lingkungan yang mendukung seperti keindahan beberapa pantainya yang tidak bisa ditemui di wilayah lain memang menjadi daya tarik pulau ini sendiri. Walau pada kenyataannya Bali adalah pulau kecil di antara gugusan pulau yang membangun negeri kita Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Bali adalah salah satu pulau dari lebih tiga belas ribu pulau yang membangun bumi nusantara. Sejak lama Bali yang kecil mungil ini dikenal masyarakat dunia karena keunikan dan hasil kebudayaan yang dimiliki dari jaman dahulu kala sampai dewasa ini. Pulau Bali yang di dalam peta terlihat bagaikan seekor bebek, mulutnya berada di barat, ekornya di timur, dan kakinya di selatan dengan telornya pulau Nusa Penida.

Dari bentuknya saja dapat kita lihat keunikan yang tidak ada duanya. Bali memiliki banyak kesenian, salah satunya adalah seni tari. Pengertian tari menurut B.P.H Suryodininggrat mengatakan dalam bukunya yang berjudul Babad Lan Mekering Joged Jawi bahwa tari adalah gerak seluruh anggota tubuh yang diiringi irama lagu musik yang diselaraskan dengan ekspresi tarinya.

Secara umum tari dapat diartikan sebagai ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak-gerak ritmis yang indah yang diiringi irama, lagu, musik, yang diselaraskan dengan ekspresi tarinya dalam suatu ruang. Bagi masyarakat Bali, tarian tidak bisa dipisahkan dari setiap kegiatan keagamaan, namun dengan anggapan seperti ini bukan berarti setiap orang Bali bisa menari. Ada yang memang lahir mempunyai bakat ini, biasanya juga bapak dan ibu ataupun kakeknya dulu juga penari.

Kesenian tari bagi masyarakat Bali memang tak bisa dipisahkan. Tarian Bali, seperti Legong, Janger, Baris, Kecak, adalah tarian yang disakralkan dan mengalami masa jaya pada tahun 1930. Pada awalnya, tari-tarian yang ditekuni oleh para pragina (penari) adalah jenis tarian sakral sebagai bagian tak terpisahkan dengan prosesi upacara dan hanya dipergelarkan tatkala diselenggarakan upacara keagamaan di Pura.

Selanjutnya tumbuh pula jenis tarian yang merupakan pelengkap suatu prosesi keagamaan dan bahkan lebih jauh berkembang menjadi media komunikasi masyarakat sekaligus sebagai sarana hiburan.Tari di Bali menurut fungsinya dibagi menjadi tiga, yaitu tari wali, tari bebali, tari balih-balihan.

Tari Wali merupakan tari yang dipentaskan sehubungan dengan dilaksanakan suatu upacara keagamaan di suatu Pura. Tari Wali ini umumnya dipentaskan di halaman tengah Pura (Jeroan) dan tidak akan dipentaskan pada acara-acara lainnya. Perangkat tari seperti busana, topeng atau juga barong sangat dikeramatkan oleh warga penyungsungnya serta disimpan di suatu Pura sehingga dipersyaratkan adanya upacara khusus saat diambil dari tempat penyimpanannya, saat ditarikan serta disimpan kembali pada tempatnya. Contoh tari wali seperti Tari Rejang, Tari Baris, Barong, Tari Sanghyang, Topeng Sidakarya, Tari Baris Gede.

Tari Bebali merupakan jenis tari Bali yang juga digelar pada suatu upacara keagamaan dan umumnya tari bebali dipentaskan dengan suatu lakon yang berhubungan dengan pelaksanaan upacara tersebut. Tari Topeng Pajegan, Topeng Panca, Drama Tari Gambuh, Arja, Telek dan Wayang misalnya, adalah jenis Tari Bebali yang paling sering dipentaskan. Sebagai pengiring suatu upacara, Tari Bebali biasanya dipentaskan di Jaba Tengah yang merupakan ruang di antara halaman luar (Jaba Sisi) dengan halaman utama (Jeroan) suatu Pura.

Sedangkan Tari Balih-Balihan merupakan perkembangan dari seni Wali dan Bebali yang ditujukan sebagai sarana hiburan dengan lakon serta kreasi tari dan tabuh yang lebih bebas. Seringkali jenis balih-balihan ini memakai lakon-lakon yang populer di masyarakat saat itu untuk membuka kesempatan masuknya emosi penonton ke dalam pergelaran tersebut merupakan bagian yang sama pentingnya dengan penari dan penabuh pada biasa disebut wewalen. Contoh tari balih-balihan seperti Tari Joged, Janger, Kecak, Tari Kebyar Duduk serta lain-lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s