Tari Baris

Sebagai tarian upacara, sesuai dengan namanya “Baris” yang berasal dari kata bebaris yang dapat diartikan pasukan maka tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari ini merupakan tarian kelompok yang dibawakan oleh pria, umumnya ditarikan oleh 8 sampai lebih dari 40 penari dengan gerakan yang lincah cukup kokoh, lugas dan dinamis, dengan diiringi Gong Kebyar dan Gong Gede. Setiap jenis, kelompok penarinya membawa senjata, perlengkapan upacara dan kostum dengan warna yang berbeda, yang kemudian menjadi nama dari jenis- jenis tari Baris yang ada. Tari-tarian Baris yang masih ada di Bali antara lain :

tari-baris-panah

Tari Baris Rejang

Di daerah Kabupaten Tabanan ada tari Rejang Tabuh, Rejang Baris dan Rejang Ayunan yang agak unik jika dibandingkan dengan tari-tarian Rejang yang ada. Tari Rejang Tabuh yang terdapat di daerah Penebel, Kabupaten Tabanan, adalah tarian upacara Dewa Yadnya yang ditarikan oleh sekelompok wanita, dimana sepanjang pertunjukan para penarinya bergerak sambil mengayunkan sebuah kembang. Mengenakan busana adat ke Pura dengan selendang panjang, setiap orang penari membawa kipas.

Tari Rejang Baris adalah tarian upacara Dewa Yadnya yang ditarikan oleh gabungan penari pria dan wanita yang masih remaja. Para penari tidak memakai tata busana yang khusus melainkan busana adat ke pura.

Tari Rejang Ayunan, yang terdapat di desa Pupuan adalah satu-satunya tarian yang ditarikan oleh penari laki-laki yang masih remaja. Para penari memakai pakian adat ke Pura yang serba putih. Pada akhir tariannya, para penari bermain ayunan untuk merebut makanan dan hadiah-hadiah lainnya yang disembunyikan di atas pohon dimana ayunan itu digantung.

Tari Baris Katekok Jago

Tari Baris ini merupakan sarana upacara Pitra (Pengabeban). Ditarikan oleh sekitar 20 orang penari, masing-masing membawa senjata tombak poleng (tombak yang tangkainya berwarna hitam dan putih/poleng). Tari Baris ini menampilkan gerak-gerak yang menirukan gerak-gerik ayam jago. Tarian yang diiringi dengan gamelan Gong banyak dijumpai di daerah Badung dan di Buleleng.

Tari Baris Tumbak

Baris ini menggambarkan pasukan perang bersenjata tombak yang siap untuk berangkat ke medan perang. Tari Baris ini biasanya ditarikan oleh sekelompok orang penari laki-laki dewasa, dan pada umumnya ditampilkan dalam Upacara Dewa Yadnya. Gamelan pengiringnya pada umumnya gamelan Gong. Baris ini banyak dijimpai di daerah Badung, Bangli dan Gianyar.

Tari Baris Poleng

Tari Baris Poleng adalah semacam tari Baris Katekok jago yang memakai busana serba loreng (poleng/putih hitam). Dibawakan oleh sejumlah penari laki-laki dewasa, diiringi oleh gamelan Gong Kebyar atau Bleganjur, tarian ini biasanya dipentaskan untuk upacara Dewa Yadnya. Tari Baris Poleng biasanya dijumpai di daerah Badung , Bangli dan Gianyar.

Tari Baris Dadap

Tari ini dinamakan Baris Dadap karena penarinya membawa senjata dadap (semacam perisai) tarian ini biasanya dipertunjukkan untuk upacara Dewa Yajna, kecuali di daerah Tabanan tari baris ini berfungsi sebagai sarana upacara Pitra Yajna. Baris Dadap banyak dijimpai di daerah Bangli, Singaraja, Gianyar dan Tababan.

Tari Baris Presi

Tari Baris ini menggunakan senjata berupa Presi yang terbuat dari kayu. Di iringi dengan gamelan gong. Tarian Baris ini ditarikan oleh sekelompok kecil (8-10 orang) penari laki-laki dewasa. Tarian ini berfungsi sebagai sarana upacara Dewa Yajna dan banyak dijumpai di daerah Bangli, Gianyar dan Buleleng.

Tari Baris Pendet

Baris ini merupakan sarana upacara Dewa Yajna dimana masing-masing penarinya membawa bokor atau dulang yang berisikan saji-sajian. Di desa Tanjung Bungkak (Denpasar), Baris Pendet membawa canang yang disebut “Canang Oyod” dan pada bagian akhirnya penari Baris menari menggunakan kipas sambil “maaras-arasan”. Tarian ini biasanya diiringi dengan Gamelan Gong Kebyar.

Tari Baris Bajra

Bajra adalah Genta yang dipakai oleh sang Pendeta ketika melakukan/muput Yajna. Baris Bajra adalah tarian Baris yang dibawakan oleh sekelompok kecil (8-10 orang) penari laki-laki, dalam formasi 2 baris yang membawa senjata yang merupai ujung (mendur) Bajra yang berbentuk Gada. Tarian ini terdapat di daerah Buleleng dan Bangli.

Tari Baris Tamiang

Baris Tamiang, sejenis baris Presi, ditarikan oleh sekelompok penari putra yang membawa senjata Tamiang dan Keris dengan iringan Gamelan Gong. Baris yang merupakan sarana upacara Dewa Yajna ini salah satunya terdapat di Desa Pakraman Kedisan, Tegallalang, Gianyar.

Tari Baris Kupu-kupu

Tarian ini dinamakan Baris Kupu-kupu karena gerakannya menirukan sayap kupu-kupu dan penarinya menggunakan sayap kupu-kupu (yang dulunya kipas). Dalam pertunjukannya, Baris Kupu-kupu diiringi dengan Gamelan Gong. Baris yang biasanya dipentaskan dalam kaitannya dengan upacara Pitra Yajna (Ngaben) terdapat di daerah Badung.

Tari Baris Bedil

Sebagaimana nama yang diberikan kepada tarian ini, Baris Bedil adalah tari kepahlawanan yang melukiskan sekelompok tentara bersenjata bedil. Tarian ini, diiringi dengan gamelan angklung. Baris ini terdapat di daerah Karangasem, serta kegunaannya sebagai pengiring upacara Dewa Yajna.

Tari Baris Cina         

Baris ini mungkin yang paling unik dibandingkan dengan tari-tarian Baris upacara lainnya karena di dalamnya terdapat unsur-unsur kebudayaan Cina. Selain banyak mempergunakan gerak-gerak pencak silat, penarinya yang terdiri dari 9 orang (8 orang prajurit dan 1 orang pemimpin atau komandan) mempergunakan senjata pedang, bercelana panjang, bertopi, berkumis, dan berjenggot panjang seperti silat Cina. Gamelan pengiringnya adalah gamelan Gong Beri yang terdiri dari 2 buah Gong Cina (tanpa moncong), kendang dan lain-lain. Baris ini hanya terdapat di daerah/desa Renon, Denpasar, ini diduga peninggalan budaya Cina yang masuk ke Bali sekitar abad XI.

Tari Baris Cendekan

Tarian ini sejenis dengan Baris Tombak. Dibawakan oleh antara 10 orang sampai 12 orang penari laki-laki, masing-masing penari membawa senjata Tombak yang pendek. Diiringi dengan gamelan Tembang (Cumbang) Kirang, tarian upacara Dewa Yajna ini terdapat di Desa Tejakula Buleleng.

Tari Baris Panah

Tari Baris ini merupakan sarana Upacara Dewa Yajna yang ditarikan oleh sekitar 12 orang penari laki-laki remaja dengan menggunakan senjata panah. Di daerah Buleleng, tarian ini biasanya dibawakan oleh penari yang mengenakan busana adat ke Pura dan di iringi dengan Gamelan Tembang (Cumbang Kirang).

Tari Baris Jangkang

Tari Baris ini termasuk rumpun atau tarian Baris Tombak karena para penarinya menggunakan senjata berupa tombak. Gerakan tarinya hampir sama dengan Baris Tombak, hanya saja ukuran tombak untuk Baris Jangkang agak panjang dan permainan tombak sedikit menonjol dalam tarian ini. Tarian Jangkang terdapat di daerah Bangli, Gianyar dan Nusa Penida (Klungkung).

Tari Baris Gayung

Berbeda dengan tari-tarian Baris Gede lainnya. Baris Gayung adalah tarian upacara yang ditarikan oleh para pemimpin upacara (pemangku) dengan menarikan gayung atau canting (alat untuk membawa air suci). Para penari Baris Gayung tidak menggunakan busana khusus sebagai mana selayaknya penari baris melainkan hanya menggunakan busana pemangku yang serba putih. Mereka bergerak sambil menuangkan air suci dan tetabuhan kelantai mengikuti irama tabuh gambelan Gong.

Tari Baris Cerekuak (Kerekuak)

Baris Cerekuak adalah sarana upacara Pitra Yajna/Pengabenan. Tari yang menggambarkan pertemuan atau percintaan antara sekelompok burung Cercuak dengan burung Manuk Dewata dibawakan oleh sekitar 9 orang laki-laki dewasa, para penari menggunakan busana dari daun-daunan, memakai topeng burung, dengan membawa tongkat, dan diiringi dengan gambelan gong kebyar. Tari baris ini banyak terdapat di daerah Tabanan.

Tari Baris Irengan

Tari Baris yang diperkirakan muncul sekitar abad XVII ini merupakan sarana upacara Dewa Yajna di pura-pura dan ditarikan oleh sekitar 16 orang penari laki-laki dewasa. Berbusana sesaputan (poleng) dan bersenjatakan tombak, dulunya setiap penari memakai semacam wig (sobrat) dan kulit kera hitam (irengan). Tarian ini diiringi dengan gamelan gong (gong gede maupun gong kebyar). Baris irengan dapat dilihat di Desa Buahan, Payangan, Gianyar.

Tari Baris Mider Gita

Tari Baris ini merupakan sarana upacara Dewa Yajna yang ditarikan oleh 9 orang penari. Baris ini disebut mider ( keliling) gita (nyanyian) oleh karena dalam pementasannya para penari, dengan menggunakan canang sari, menari mengelilingi sebuah tempat suci (bale agung) sebanyak tiga kali sambil menyanyikan kidung wargasari mengikuti irama tabuh gamelan gong gede. Tarian yang diperkirakan muncul sekitar abad ke XIV ini hingga kini masih ada di Desa Tembuku, Bangli.

Tari Baris Nawa Sanga

Baris Nawa Sanga adalah tari baris yang melukiskan turunnya Dewata Nawa Sanga dari Kahyangan ke Mercapada. Dibawakan oleh 9 orang penari laki-laki dewasa, tarian ini dipentaskan sebagai saran upacara Dewa Yajna dan sebagai penolak wabah. Dengan menggunakan busana bebarisan (Awiran) dan membawa alat-alat sesaji berupa lis deg-deg (pengganti tombak) para penari bergerak mengikuti irama gamelan gong kebyar. Baris Nawa Sanga hingga sekarang masih ada di Desa Baturiti, Tabanan.

Tari Baris Goak

Tari Baris yang merupakan sarana upacara Dewa Yajna di pura-pura ini, ditarikan oleh sekitar 16 orang penari laki-laki dewasa, menggambarkan kehidupan sekelompok burung gagak ketika mencari mangsa. Berbusana sesaputan, setiap orang penari memakai selendang panjang yang dipakai sebagai sayap untuk menggambarkan burung. Tarian ini diiringi dengan gamelan gong kebyar. Di Desa Blantih, Kintamani, Bangli, Baris Goak ditarikan berkaitan dengan Tari Baris Tombak, setelah selesai membawakan Tari Baris Tombak, para penari meletakkan senjata mereka di lantai untuk kemudian menarikan Baris Goak.

Tari Baris Kelemat

Istilah Kelemat berasal dari kata Lemat (dalam bahasa Bali) yang berarti pisau. Kelemat adalah perlengkapan nelayan yang berbentuk dayung berujung 2 (seperti senjata limpung). Tarian yang diduga berasal dari abad XVII ini adalah sarana upacara Dewa Yajna serta ditarikan oleh nelayan. Dalam pertunjukannya, sekitar 20 orang penari laki-laki dewasa, dengan menggunakan busana adat ke Pura (sederhana) menari dengan membawa senjata kelemat dan sebagian lagi membawa kancuh (pengangkat air). Mereka bergerak mengikuti irama gamelan gong kebyar. Pementasan tari baris ini biasanya digunakan di tepi pantai. Baris Kelemat terdapat di Desa Munggu, Badung.

Tari Baris Mamedi

Tari Baris ini merupakan sarana upacara Pitra Yajna (Ngaben) yang menggambarkan sekelompok roh-roh halus untuk menjemput atau mengantar Atma orang yang meninggal menuju Sorga. Dibawakan oleh sekitar 9 orang penari laki-laki dewasa, para penari memakai busana dari daun-daunan kering atau ranting-ranting kayu yang diperoleh dari kuburan (tempat dimana para penari dihias). Dalam pertunjukan Baris Mamedi dipentaskan di sepanjang jalan dari kuburan ke rumah orang yang meninggal, di senja hari (sandikala) dengan iringan gong baleganjur. Tarian ini terdapat di Desa Tengkudak, Penebel, Tabanan.

Tari Baris Tanglungleng

Tari baris ini adalah sarana upacara Dewa Yajna yang dipentaskan di pura-pura sebagai penolak bala agar tidak mengganggu jalannya upacara. Konon nama Tanglungleng diberikan karena melodi gendingnya yang didominasi oleh nada ending (tang), ndung (lung), ndeng (leng). Dilakukan oleh sekitar 6 orang penari laki-laki dewasa, para penari mengenakan busana sesaputan dari kain poleng, setiap orang membawa senjata tameng, dan diiringi dengan gambelan gong gede. Tarian ini terdapat di Desa Karangasem.

Tari Baris Ketujeng

Tari Baris ini, seperti Baris Mamedi, merupakan sarana upacara Pitra Yajna (Ngaben) yang menggambarkan sekelompok roh-roh halus untuk menjemput atau menghantar Atma orang yang meninggal menuju Sorga. Tari ini dibawakan oleh sekitar 10-12 orang penari laki-laki dewasa, para penarinya memakai busana dari daun-daunan kering atau ranting-ranting kayu yang diperoleh dari kuburan (tempat dimana penari dihias). Dalam pertunjukannya, baris mamedi dipentaskan di sepanjang jalan dari kuburan ke rumah orang yang meninggal, di senja hari (sandikala) dengan iringan gamelan gong balaganjur. Yang unik dari Baris Ketujeng ini adalah penari-penarinya tidak boleh orang sembarangan melainkan orang-orang yang ditunjuk oleh si pemilik kerja (Ngaben). Tarian ini terdapat di Desa Poh Gending, Penebel, Tabanan.

Tari Baris Tengklong

Nama Tarian ini adalah Baris Tengklong yang didasarkan atas materi gerak yang dipakai merupakan gerak-gerak pencak silat atau Tengklung dalam Bahasa Bali. Tarian yang diperkirakan muncul sekitar abad XVII adalah sarana upacara Dewa Yajna di pura-pura. Dibawakan oleh sekitar 20 orang penari laki-laki dewasa, memakai busana sesaputan dari kain poleng, dengan destar putih, setiap orang membawa senjata tombak. Baris Tengklong, terdapat di Desa Pemecutan Denpasar, diiringi dengan gong kebyar (dulunya gong gede).

Tari Baris Pendet

Baris Pendet adalah sebuah tarian upacara Dewa Yajna yang dipentaskan untuk menyongsong turunnya para Dewa dari Khahyangan. Dengan gelungan Baris dan mengenakan busana awiran, para penari tidak menggunakan senjata perang melainkan alat-alat sesaji. Tarian ini di iringi dengan gamelan gong atau gamelan bebonangan. Baris Pendet ada di Desa Anturan (Buleleng), Desa Puhu (Gianyar), Tanjung Bungkak (Denpasar).

Tari Baris Demang

Tari Baris upacara Dewa Yajna ini mendapat banyak pengaruh dari Tari Gambuh, tari klasik tertua di Bali. Nama demang diambil dari nama Demang Tumenggung, karakter patih keras namun lucu, dari pegambuhan. Ditarikan oleh sekitar 10 orang penari laki-laki, para penari memakai busana sesaputan dari kain poleng, memakai Gelungan Sobrat Demang (berkepala Botak) dan setiap orang membawa senjata pedang (dulunya Gada) dan Tameng. Gamelan pengiring adalah gong kebyar dengan barungan kecil (memakai beberapa instrument saja). Baris Demang terdapat di Banjar Tegal, Singaraja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s