Kori Agung

Palinggih-palinggih di Bali adalah merupakan bentuk tiruan dari gunung. Gunung adalah tempat yang tinggi, yang menurut kepercayaan Nusantara adalah merupakan stana Dewa dan Hyang, maka gunung dianggap tempat suci. Sehingga bentuk bangunan palinggih itu pasti menjulang tinggi.

112614_0627_PuraMasceti1.jpg

Kepercayaan terhadap gunung, sering dimitoskan bahwa pulau Bali di kelilingiĀ  oleh 4 gunung suci, yang disebut Catur Loka Pala, yakni : timur gunung Lempuyang, selatan gunung Andakasa, barat gunung Batukaru dan utara gunung Bratan. Gunung Lempuyang tempat pemujaan Hyang Iswara; gunung Andakasa tempat pemujaan Hyang Brahma; gunung Batukaru tempat pemujaan Hyang Mahadewa dan gunung Bratan tempat pemujaan Hyang Wisnu.

Demikian juga Pura yang tergolong Sad Kahyangan, semuanya terletak di gunung-gunung, seperti : Pura Besakih, gunung Agung; Pura Lempuyang, gunung Lempuyang; Pura Andakasa, gunung Andakasa; Pura Uluwatu, bukit Pacatu; Pura Batukaru, gunung Batukaru; Pura Batur, gunung Batur.

Sedangkan Kori Agung, juga merupakan bentuk tiruan dari gunung. Dalam pustaka Uttara Kandha, ada disebutkan :

Tatkala dewa Indra bertapa di gunung Kailasa, bersama-sama dengan para dewa-dewa kahyangan yang lain. Pada saat itu datanglah Rahwana, dengan sigapnya mengangkat kaki gunung Kailasa, sehingga gunung bergoyang, dewa-dewa merasa tergoda dari samadhinya. Ketika itu ada makhluk berwujud manusia berkepala kera, Nandiswara namanya. Ialah yang menekan gunung itu dari puncaknya, sehingga tangan sang Rahwana tertindih dari bungkahan kaki gunung Kailasa. Sehingga ia menjerit-jerit kesakitan, tetapi Nandiswara ada rasa kasihan, ia ditolong dengan mengangkat sumpah, jika pada suatu saat Rahwana akan mati oleh prajurit yang berwujud manusia berkepala kera.

Setelah itu Dewa Indra memberi pesan kepada para dewa agar nantinya di dunia, jika orang ingin mendapatkan kesucian, agar mendirikan Candi Kurung atau Kori Agung, untuk memasuki alam kesucian, maka itulah letak Kori Agung adalah di Mandala Jeroan. Untuk Nandiswara diberikan pesan agar selalu menjaga orang-orang yang mencari kesucian, dengan wujud Dwara Pala. Sampai saat ini setiap Kori Agung di sebelah kanan pintu masuk ada patung Dwara Pala, berwujud manusia berkepala kera, yang disebut Nandiswara. Sedangkan untuk di kiri Kori Agung berwujud raksasa yang bernama Mahakala. Nandiswara dan Mahakala adalah penjaga sorga atau alam kesucian.

Bangunan Kori Agung, adalah merupakan wujud material, maka itu harus disucikan dengan pamlaspas dan mendem padagingan, agar menjadi suci dan menjadi stana Indra. Apa fungsi pamlaspas dan mendem padagingan, agar dihubungkan dengan Markandeya Purana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s