Masyarakat, Agama dan Pemimpin

Kehidupan kita di dunia ini tidak bisa terlepas dari masyarakat, agama dan pemimpin. Masyarakat adalah kumpulan manusia, yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain. Dalam hal ini maka agama yang dianut memberi pengaruh hubungan antara seseorang dengan seseorang, antara golongan dengan golongan dan sebagainya.

123013_0916_TopengSidha1.jpg

Pengaruh itu misalnya tiap-tiap orang akan selalu dapat menahan diri dalam pergaulan, memperhatikan kepentingan orang lain, bertekad baik dan sebagainya, yang semuanya membawa ketentraman hidup dalam masyarakat. Orangpun akan selalu sadar dengan meyakini agama, bahwa setiap orang yang berbuat buruk, akan berakibat buruk yang menimpa dirinya, demikian pula sebaliknya.

Sampai di mana pendalaman masyarakat terhadap suatu agama akan dapat dilihat pada gerak masyarakat itu sendiri. Makin dalam pengaruh agama itu makin tampaklah ketentraman pada gerak masyarakat itu, karena gerak itu berdasarkan kepada kebenaran yang diajarkan oleh agama. Sebab agama akan selalu mengajarkan kebenaran dan mengajak orang untuk berbuat kebenaran. Namun sampai di mana orang berbuat kebenaran tergantung dari penghayatan orang terhadap petunjuk-petunjuk agama. Jadi dengan demikian dan disertai dengan penuh keyakinan, maka agama tetap hidup mewarnai corak hidup bagi seseorang, lebih-lebih seorang pemimpin.

Umat beragama, umat Hindu khususnya merupakan bagian atau unsur dari bangsa Indonesia. Sebagai salah satu komponen bangsa, tentunya merupakan suatu kewajiban dari setiap umat atau pemimpin untuk menyumbangkan segala apa yang terbaik demi terwujudnya cita-cita bangsanya. Kewajiban yang dimaksud, kami mengambil pesan dari yang tersirat dan tersurat dalam pustaka Dharma Sesana dan Niti Praya, yang ditulis oleh raja Badung. Dalam pustaka itu seorang pemimpin hendaknya menjalankan Dharma, baik Dharma Negara dan Dharma Agama.


Dharma Negara : Dharma Negara dalam pengertian ini, adalah kewajiban pemimpin dan yang dipimpin, untuk menjalankan swadharmanya masing-masing. Ini dapat dilihat dari sastra-sastra Hindu, yang dikenal dengan ajaran Catur Guru Bhakti, yaitu mengajarkan untuk selalu berbakti kepada empat guru.

Salah satunya adalah kewajiban untuk berbakti kepada Guru Wisesa artinya berbakti kepada pemerintah. Berbakti kepada pemerintah, disamping taat pada peraturan-peraturan dan kebijaksanaan juga ikut menyumbangkan pemikiran-pemikiran atau apa saja yang baik untuk mensukseskan tujuan pemerintah.

Bakti kepada Guru Wisesa tidak berarti semata-mata taat pada perintah-perintah atasan, tetapi di sini berarti ikut aktif menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan sekaligus membantu pemerintah sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Berbakti kepada Guru Wisesa juga dimaksudkan menanamkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya ada pemerintah yang bersih, kuat, berwibawa, demokratis, untuk melindungi masyarakat.

Dalam hal ini kami petikkan beberapa sloka dari Kitab Hukum Hindu, Manawadharmasastra ;

Ksatriya yang telah menerima sekremen menurut Weda, berkewajiban melindungi seluruh masyarakatnya dengan sebaik-baiknya (Bab.VII,2)

Karena kalau orang-orang ini tanpa raja akan terusir, tersebar ke seluruh penjuru oleh rasa takut, Tuhan telan menciptakan pemimpin untuk melindungi seluruh ciptaannya (Bab. VII,3)


Dharma Agama : adalah kewajiban warga negara menurut dan terhadap agamanya masing-masing. Tujuan negara dan tujuan Agama Hindu pada hakekatnya adalah sama. Negara Republik Indonesia, menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, adalah masyarakat yang sejahtra material dan spiritual.

Jadinya tidak berbeda dengan tujuan agama (Hindu), untuk mencapai kebahagiaan jasmani (jagadhita) dan kebahagiaan rokhani (moksa). Ketaatan pada agama diwujudkan dalam segala aspek kehidupan yang bersumber kepada Tuhan Yang Maha Esa, diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada semua ciptaan-Nya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Dharma Agama dalam perwujudannya dilaksanakan dengan melakukan pengabdian kepada seluruh ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengabdian kepada Tuhan dan seluruh ciptaan-Nya, dalam agama Hindu disebut Yadnya.

Beryadnya berarti bekerja untuk mengabdikan diri pada Tuhan dan ciptaan-Nya, ini berarti melaksanakan pembangunan di segala bidang untuk mencapai kebahagiaan seluruh isi alam, juga termasuk kita di dalamnya.

Hakekat Dharma Agama adalah memberikan kekuatan spiritual pada Dharma Negara. Oleh karena Dharma Agama dan Dharma Negara, dua kewajiban dasar yang saling melengkapi satu sama lainnya tak dapat dipisahkan. Ketaatan pada agamanya justru memantapkan ketaatannya pada negara di mana mereka hidup. Demikian pula sebaliknya ketaatan pada Negara justru akan melindungi dan memantapkan ketaatan pada Agama.


Demikianlah seorang pemimpin, Dharma Agama dan Dharma Negara adalah menjadi unsur yang integral dalam pribadi seorang pemimpin, akan dapat menjadikan dirinya sebagai tempat berlindung dan mencari kebahagiaan bagi rakyatnya. Bhagawan Wararuci dalam Sarasamuscaya, mengatakan :

Kadi angganing sang prabhu sujana pinaka upajiwaning wadwa angusir wibhawa

Artinya :

Seorang pemimpin yang berbudi luhur, merupakan sumber perlindungan rakyat, yang mengusahakan hidup yang sejahtra.

Lebih lanjut, diraikan sebagai berikut :

Setelah mengatur semua masalah yang dihadapi oleh pemerintah, ia harus berusaha sungguh dan hati-hati dalam melindungi penduduk warga negaranya (Bab. VII,142).

Kewajiban utama bagi seorang pemimpin, ialah melindungi rakyat, karena pemimpin, menikmati hasil, diharuskan untuk melakukan kewajiban itu IBab. VII,144).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s