Gajah Mada dan Sumpah Palapa

gajah-mada

Sehabis perang Sadeng rupanya Aria Tadah, merasa dirinya kurang tepat untuk memangku jabatan Patih Amengkubhumi, ia mohon dibebaskan dari tugasnya. Pada tahun 1334 permohonan itu dikabulkan. Sementara itu Gajah Mada telah mempunyai pengalaman tiga tahun sebagai Patih Daha. Pengalaman itu dirasa oleh Sang Prabhu telah cukup bagi Gajah Mada untuk diserahi tugas baru yang lebih berat. Dengan berhentinya Aria Tadah alias Pu Krewes sebagai Patih Amengkubhumi, maka jabatan Patih Amengkubhumi lowong. Gajah Mada ditunjuk sebagai penggantinya.

Pengangkatan Gajah Mada menjadi Patih Amengkubhumi diresmikan di balairung. Dalam peresmian itu Gajah Mada mengucapkan program politiknya, yang disebut SUMPAH PALAPA atau SUMPAH NUSANTARA, yang isinya sebagai berikut :

“HUWUS KALAH NUSANTARA, ISUN AMUKTI PALAPA; HUWUS KALAH GURUN, SERAN, TANJUNGPURA, HARU, PAHANG, DOMPO, BALI, SUNDA, PALEMBANG, TUMASIK, ISUN AMUKTI PALAPA”

Artinya :

Setelah tunduk Nusantara, yakni pulau-pulau di luar Jawa, saya akan beristirahat; sesudah kalah Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah saya akan beristirahat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s