Merancang Perubahan Dalam Budaya Organisasi

Latar Belakang

Setiap organisasi pada dasarnya memiliki keunikan tersendiri dalam menjalankan aktivitas keorganisasiannya, mulai dari cara-cara bertindak, nilai-nilai yang dijadikan landasan untuk bertindak, upaya pimpinan memperlakukan bawahan sampai pada upaya pemecahan masalah yang terjadi di lingkungan organisasi, kesemua itu merupakan aspek yang tak terpisahkan dari budaya organisasi.

050214_1601_HakekatHari1.jpg

Bagaimana sebuah organisasi dalam mencapai sasaran tujuan organisasinya sangat tergantung pada dinamika organisasinya. Dinamika organisasi meliputi peran, tanggungjawab dan pedoman yang jelas.


Budaya Organisasi

Budaya organisasi ialah “budaya dengan cermat mencatat dan memperhatikan semua sikap dan perilaku informal (carefully notes what informal activity) yang terdapat secara langsung di unit kerja dan dilakukan demi keinginan dan kepuasan …………..”

Kalimat tersebut menjelaskan bahwa segala sikap dan perilaku informal yang dilakukan secara langsung dalam rangka mencapai tujuan atau keinginan dan kepuasan baik internal maupun eksternal.

Budaya organisasi menurut Ndraha, sebagai berikut; “A set of basic assumptions and beliefs that are shared by members of on organization, being developed as they learn to cope with problems of external adaptation and internal integration“(2003:102). Maksud dari pendapat tersebut adalah bahwa satu keseluruhan asumsi dasar dan keyakinan yang dimiliki oleh anggota pada organisasi adalah yang sedang dikembangkan saat belajar dalam rangka mengatasi masalah baik.

Definisi tersebut menunjukan bahwa budaya organisasi merupakan asumsi keyakinan-keyakinan dasar yang dirasakan bersama-sama oleh anggota organisasi dan merupakan solusi secara konsisten yang dapat berjalan dengan baik bagi sebuah kelompok dalam menghadapi persoalan-persoalan ekternal dan internalnya.

Adapun menurut Siagaan menyebutkan budaya organisasi memiliki lima fungsi yang menonjol dan penting untuk diaktualisasikan antara lain: 1) penentu batas-batas berperilaku, 2) menumbuhkan kesadaran tentang identitas sebagai anggota organisasi, 3) penumbuh komitmen, 4) pemelihara stabilitas organisasional dan 5) mekanisme pengawasan. Seperti yang dijelaskan selanjutnya oleh Taliziduhu Ndraha bahwa budaya organisasi terbentuk dari karakteristik organisasi sebagai objek dan subjeknya (2003:52).

Pembentukan budaya organisasi terjadi tatkala anggota organisasi belajar menghadapi masalah, baik masalah yang menyangkut perubahan-perubahan eksternal, maupun masalah internal yang menyangkut persatuan dan kesatuan organisasi (being developed as they learn to cope with problems of external adaptation and internal integration).

Dengan hal ini maka muncul “.….budaya organisasi yang cerdas (intellegent organization) dimana setiap individu melakukan tugasnya secara profesional, setiap warga organisasi di satu pihak merupakan referensi organisasional, sementara di pihak lain ia mampu menyerap aspirasi dan perubahan lingkungan sosial (2002:172). Oleh karena itu budaya dapat mempengaruhi cara berpikir setiap warga organisasi dan menjadi referensi organisasional.

Teori ini didukung oleh Liliweri yang menjelaskan tentang perbedaan budaya akan mengakibatkan terjadinya perbedaan cara berpikir seperti logis dan pralogis, induktif dan deduktif, abstrak dan konkrit, alfabetikal dan analfabetikal (2002:231). Jadi budaya tidak selalu yang dilahirkan bersama dengan kita tetapi lebih dari segala sesuatu yang dipelajari malah sebagian besar mempengaruhi kita melalui pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dari beberapa uraian tentang pengertian budaya organisasi tersebut dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi ialah nilai-nilai, asumsi-asumsi dan keyakinan-keyakinan dasar yang dirasakan bersama oleh anggota organisasi dan mendasari cara bertindak serta menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam organisasi.


Perubahan Organisasi Melalui Fungsi Budaya

Budaya dapat dijadikan alasan berubahnya gejala sosial dalam kelompok atau organisasi, sebab fungsi budaya diantaranya ialah:

  1. Sebagai identitas dan citra suatu kelompok yang dapat terbentuk dari berbagai faktor sejarah, kondisi lingkungan, politik, ekonomi dan perubahan nilai-nilai, sehingga dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah di berbagai bidang. Semakin tua umur suatu organisasi semakin kuat pengaruh kekuatan sejarahnya. Pengaruh tersebut dalam bentuk tradisi dan ingatan yang membentuk harapan anggota organisasi dan mempunyai pengaruh terhadap organisasinya;
  2. Budaya sebagai pengikat bahwa kebersamaan adalah faktor pengikat yang kuat seluruh anggota organisasi, budaya organisasi mengacu kepada sistem makna bersama yang dianut oleh anggota organisasi yang membedakan organisasi itu dari organisasi lain sebab suatu sistem nilai budaya yang tumbuh menjadi kuat mampu memacu organisasi ke arah perkembangan yang lebih baik, semakin baik budaya kerja maka kinerja akan semakin tinggi.
  3. Budaya merupakan sumber inspirasi, kebanggaan dan sumber daya, sebab setiap perbaikan budaya kerja ke arah yang lebih kondusif akan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi peningkatan kinerja pegawai.
  4. Budaya merupakan kekuatan penggerak, apabila budaya terbentuk melalui proses belajar mengajar (learning process) maka budaya itu dinamis, tidak statis dan tidak kaku;
  5. Budaya sebagai pola perilaku yang berisi norma tingkah laku dan menggariskan batas-batas toleransi, sebab dalam struktur budaya organisasi berakar pada nilai-nilai, norma, kepercayaan, dan asumsi organisasi.
  6. Budaya sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan sehingga perubahan merupakan proses budaya.

Budaya organisasi secara langsung dapat mempengaruhi perilaku anggota organisasi, dapat juga mempengaruhi perilaku pribadi anggota organisasi. Jika penerapan budaya organisasi dapat mempengaruhi perilaku organisasi dapat bersifat positif, maka pengaruh organisasi terhadap perilaku organisasi dapat bersifat positif pula.


Perubahan Melalui Dimensi Organisasi

Dimensi organisasi dapat mempengaruhi motivasi anggota organisasi untuk berperilaku tertentu, oleh karena itu untuk mengukur iklim organisasi terdapat enam dimensi yang diperlukan antara lain:

  1. Struktur (structure); organisasi merefleksikan perasaan dalam organisasi secara baik dan mempunyai peran dan tanggung jawab yang jelas dalam lingkungan organisasi. Struktur tinggi jika anggota organisasi merasa pekerjaan mereka didefinisikan secara baik. Sebaliknya juga struktur rendah jika mereka merasa tidak ada kejelasan mengenai siapa yang melakukan tugas dan mempunyai kewenangan mengambil keputusan;
  2. Standar-standar (standards); dalam suatu organisasi mengukur perasaan tertekan untuk meningkatkan kinerja dan derajat kebanggaan yang dimiliki oleh anggota organisasi dalam melakukan pekerjaan dengan baik, selain itu sistem nilai budaya yang tumbuh menjadi kuat mampu memacu organisasi ke arah perkembangan yang lebih baik;
  3. Tanggung-jawab (responsibility); merefleksikan perasaan pegawai bahwa mereka menjadi “bos diri sendiri” dan tidak memerlukan keputusannya dilegitimasi oleh anggota organisasi lainnya, budaya organisasi ternyata merupakan strategi penting yang efektif bagi manajemen dalam mendorong kinerja dalam bertanggungjawab terhadap pekerjaan;
  4. Penghargaan (recognition); mengindikasikan bahwa anggota organisasi merasa dihargai jika mereka dapat menyelesaikan tugas secara baik, ternyata budaya organisasi merupakan strategi penting yang efektif bagi manajemen dalam mendorong kinerja anggota organisasi;
  5. Dukungan (support); merefleksikan perasaan percaya dan saling mendukung yang terus berlangsung diantara anggota kelompok kerja, selain itu budaya kerja juga dapat merubah dalam menyeleksi dan mempromosikan;
  6. Komitmen (commitment); merefleksikan perasaan bangga anggota terhadap organisasinya dan derajat keloyalan terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Jadi fungsi budaya yang berorientasi kepada tugas organisasi, dapat untuk memecahkan masalah integrasi internal. Sasaran-sasaran dan strategi-strategi tidak dapat dicapai secara efektif tanpa upaya kooperatif dan stabilitas yang cukup dari keanggotaan dalam organisasi.

Masalah-masalah internal termasuk kriteria untuk menentukan keanggotaan dari organisasi sebagai dasar untuk menentukan status dan kekuasaan dari para anggota, kriteria dan prosedur-prosedur untuk mengalokasikan imbalan-imbalan dan hukuman, merupakan sebuah ideologi untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diprediksi dan dikontrol secara langsung, peraturan-peraturan atau kebiasaan-kebiasaan tentang bagaimana mengenai hubungan antar pribadi dan keakraban, serta sebuah konsensus yang dirasakan bersama tentang arti dan simbol-simbol.

Keyakinan-keyakinan yang berkembang mengenai masalah-masalah tersebut bertindak sebagai basis mengenai harapan peran untuk mempedomani perilaku, membantu orang lain untuk mengetahui apa yang baik dilakukan dan apa yang tidak baik, serta membantu orang untuk mempertahankan hubungan yang menyenangkan antara satu dengan yang lainnnya.


Kesimpulan

Budaya dapat dijadikan alasan berubahnya organisasi, sebab fungsi budaya dapat sebagai identitas dan citra suatu kelompok, pengikat kebersamaan yang merupakan sumber inspirasi, kebanggaan dan sumber daya serta kekuatan penggerak, juga sebagai pola perilaku, mekanisme adaptasi terhadap perubahan sehingga perubahan merupakan proses budaya.

Selain hal tersebut di atas dimensi organisasi juga dapat mempengaruhi motivasi anggota organisasi untuk berperilaku tertentu, oleh karena itu untuk mengukur iklim organisasi terdapat enam dimensi yang diperlukan antara lain: Struktur (structure), Standar-standar (standars), Tanggung-jawab (responsibility), Penghargaan (recognition), Dukungan (support) dan Komitmen (commitment).

Sumber : http://pta.kemenag.go.id/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s