Pura Luhur Hyang Api – di Desa Adat Samuan

Menelisik desa-desa yang ada di Bali, ternyata masih banyak ditemukan kahyangan yang belum diketahui umat secara umum. Mungkin lokasinya tersembunyi atau sama sekali belum tersentuh media. Salah satu kahyangan yang unik adalah Pura Luhur Hyang Api, berlokasi di Desa Adat Samuan, Petang, Badung.

011814_2213_CaturMargaC1.jpg

Sebelum mengetahui lebih jauh, bagaimana keberadaan kahyangan yang satu ini, baiknya diketahui dulu bagaimana bisa sampai ke lokasi. Pura Hyang Api, memang berada di Desa Adat Samuan. Hanya saja, letak puranya berada bukan di jalan utama. Walaupun Desa Samuan sebagian berada di pinggir jalan utama, masih banyak krama desa menghuni desa masuk ke tengah, tapi kondisi jalannya cukup bagus. Sebut saja Samuan Kangin, membentang dari utara ke selatan di bagian timur jalan utama.

Untuk bisa sampai ke Pura Hyang Api, bisa ditempuh dengan dua jurusan. Pertama bisa dari jalan jurusan Denpasar-Petang, dan kedua bisa melalui jalan dari Taman Punggul, melalui jalan Desa Selat ke utara. Kalau melalui jalan Jurusan Denpasar – Petang, ada perempatan jalan, belok kanan dari arah Denpasar, di depan balai banjar Samuan Kangin kembali belok kanan. Kurang lebih 200 meter akan ditemukan papan nama dengan tulisan Pura Hyang Api, Desa Adat Samuan.

Sepintas, lokasi pura agak kecil, lahannya kurang lebih 5 are. Tata letak pura terdiri dari dua bagian dan dua mandala. Pertama dua bagian di maksud, di sisi kanan ada lagi pura yang disebutkan bhagawanta-nya, sementara di sisi utaranya adalah Pura Hyang Api yang hanya dipisahkan tembok panyengker yang tidak begitu tinggi. Begitu juga dua mandala dimaksud adalah utama mandala dan madya mandala. Di madia mandala terdapat satu wantilan berada di tengah-tengah. Kondisi pura secara fisik cukup megah, dan secara niskala diyakini menyimpan berbagai keunikan, kemagisan dan kegaiban yang sering terjadi.

Sementara pura ini juga memiliki lahan laba sekitar 45 are, diempon krama Desa Adat Samuan, terdiri dari 163 KK pangarep, dan disiwi oleh semua krama desa setempat. Itulah sedikit kondisi pura yang boleh dikatakan agak sempit. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Desa Samuan. Mungkin saja tidak berimbang untuk menampung pamedek, terutama saat pujawali.

Diceritakan Jro Mangku Putu Sumber Jaya, salah satu jan banggul yang dipercaya oleh pangemong pura untuk menjadi pamangku mengakui, tidak ada sejarah secara tertulis. Cerita tentang adanya kahyangan mungil ini, terurai dari generasi ke generasi.

Dijelaskan Jro Mangku yang masih muda usia tapi berpengalaman luas selama ngayah, Pura Hyang Api boleh dikatakan sangat unik. Pasalnya, berdirinya pura ini mencirikan/sebagai cihna desa ini salah satu desa yang sangat tua di Bali. Termasuk berdirinya pura ini diyakini sangat tua sekali, setua adanya desa ini.

Piodalan/Pujawali/Patoyan di Pura Luhur Hyang Api ini adalah pada Buda Umanis Kulantir.

Denah Pura Luhur Hyang Api dapat dilihat pada gambar berikut :

Keterangan :

  1. Padmacapah/Arca Pralingga
  2. Pelinggih Gedong Hyang Api
  3. Gedong Taksu Pragina
  4. Gedong Tapakan Ratu Ngurah
  5. Lapan
  6. Paruman
  7. Bale Pamuput
  8. Pliyangan
  9. Panggungan
  10. Wantilan
  11. Bale Gong

    b    Bedogol Apit Lawang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s