Pura Bukit Mentik

Pura Bukit Mentik berlokasi di Gunung Lebah (lereng Gunung Batur Bali) dengan tatanan arsitektur tradisional Bali. Di sekeliling Pura, terhampar lava beku bekas letusan Gunung Batur dan jejeran pohon – pohon kamboja dan pohon beringin yang berumur ratusan tahun serta pohon tiblun yang merupakan pohon khas yang tumbuh di sekitaran pura.

Pura Bukit Mentik dekat Danau Batur terdapat dua Meru Tumpang Tiga, berada di sebelah kiri Meru Tumpang Lima yang merupakan pelinggih utama di Pura Bukit Mentik.

Di Meru Tumpang Lima itu dipuja Dewi Danu yang di Pura Bukit Mentik disebut Ida Ratu Ayu Sembah Suun. Dua Meru Tumpang Tiga di sebelah kiri Meru Tumpang Lima pelinggih utama di Pura Bukit Mentik itu adalah sebagai stana Ida Ratu Maduwe Gumi dan Ida Ratu Maduwe Gama. Dua Meru Tumpang Tiga di sisi kiri Pelinggih Utama Meru Tumpang Lima ini memberikan suatu visualisasi untuk memotivasi umat Hindu agar menumbuhkan keyakinan bahwa Tuhan itulah yang memiliki bumi yang diciptakan-Nya. Ini juga sebagai tempat umat manusia hidup dan mengembangkan kehidupannya mewujudkan cita-citanya.

Meru Tumpang Lima stana Dewi Danu yang diberi sebutan Ida Ratu Ayu Sembah Suun tiada lain adalah pemujaan Tuhan yang bercorak Waisnawa untuk memotivasi umat manusia memahami bahwa air sebagai pelindung dan pemelihara hidup dan kehidupan semua makhluk hidup di bumi ini. Air sebagai Ratna Permata Bumi adalah ciptaan Tuhan yang merupakan unsur mutlak harus ada dengan kuantitas dan kualitas yang memadai di setiap pemukiman.

Demikian juga di dalam pemelihara dan perlindungan mata air seperti danau dan sungai ciptaan Tuhan itu merupakan salah satu unsur Sad Kerti yang wajib untuk melindungi bagi manusia yang mendambakan hidup sejahtera. Air akan selalu ada dan terus eksis memberikan hidup dan kehidupan umat manusia apabila bumi yang juga ciptaan Tuhan dipelihara dengan baik sebagai suatu wujud bakti pada Tuhan.

Pedoman untuk memelihara bumi sumber air itu, Tuhan telah menurunkan dharma. Nampaknya konsep hidup dalam memuja Tuhan seperti itulah yang divisualisasikan secara sakral di Pura Bukit Mentik di dekat Danau Batur, Kintamani.

Di depan Meru Tumpang Lima terdapat Balai Pesamuan sebagai media yang memvisualisasikan saat Ida Ratu Ayu di Meru Tumpang Lima itu tedun menerima persembahan umat saat ada upacara umum setiap hari raya keagamaan Hindu dan terutama saat ada upacara Pujawali.

Ini artinya saat Ida Ratu Sembah Suhun di alam Suksma atau Sunia Loka disimbolkan berstana di Meru Tumpang Lima. Sedangkan saat beliau ke bumi di alam Wahya dilukiskan di Pelinggih Balai Pesamuan. Karena itu upacara Masineb atau Ngeluhur beliau kembali di Pelinggih Meru Tumpang Lima. Karena Meru itu lambang Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

Tumpang-tumpang Meru pinaka uriping bhuwana muah patalaing bhuwana. Artinya tumpang-tumpang Meru itu lambang jiwa alam semesta dan juga lambang lapisan alam semesta. Bumi adalah alam yang paling dekat dengan manusia. Bumi ini akan menjadi tempat hidup untuk mengembangkan kehidupan mulia apabila dipelihara dengan spiritual agama sabda Tuhan dan ilmu hasil pengembangan para ahli seperti para Resi.

Oleh karena itu ada Meru Tumpang Tiga di sebelah kiri Meru Tumpang Lima sebagai stana Ida Ratu Maduwe Gama. Ini berarti untuk menata bumi ini hendaknya didasarkan pada petunjuk-petunjuk agama yang dikembangkan menjadi berbagai ilmu oleh orang-orang bijaksana. Kalau dua hal itu terpadu maka perbukitan yang ada di sekitar Gunung Batur itu akan tumbuh menjadi sumber pengembangan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar.

Hal inilah yang mungkin mengapa pura tersebut diberi nama Pura Bukit Mentik atau pura untuk menumbuhkan bukit itu menjadi bukit yang subur makmur. Pura Bukit Mentik ini sebagaimana Pura-Pura Kahyangan Jagat lainnya juga memiliki pura-pura Jajar Kemiri atau Pura Prasanak. Menurut penduduk setempat sebagai paduluan Pura Bukit Mentik, ada sepuluh Pura Prasanak Pura Bukit Mentik yang ada di sekitar pura tersebut.

Pura Prasanak tersebut adalah Pura Ratu Gede Pemapas. Pura ini sebagai awal pemujaan untuk menuju Pura Bukit Mentik. Pura ini kemungkinan sebagai pemujaan Bhatara Gana sebagai Dewa Wighna-ghna tempat mohon Tirtha Pengelukatan agar jangan mendapatkan halangan dalam pejalanan menuju Pura Bukit Mentik sebagai puncak pemujaan.

Seterusnya Pura Belong stana Bhatara Ratu Mas Magelung. Pura Pandan Harum stana Masula Masuli, selanjutnya Pura Gua yang terletak di sebuah goa terbuka dengan wujud pelinggih mirip Lingga stana Sang Hyang Pasupati. Pemujaan Sang Hyang Pasupati sebagai media memuja Bhatara Siwa untuk menguasai sifat-sifat yang disebut Asuri Sampad agar sifat-sifat Dewi Sampad agar eksis mengendalikan hidup ini menuju pengembangan sifat-sifat kedewataan. Karena kecenderungan yang disebut Dewi Sampad dalam Bhagawad Gita akan membawa manusia berlaku mulia bagaikan Dewata.

Pura Prasanak selanjutnya adalah Pura Batu Kembang tempat pemujaan Ratu Mas Melanting dan Ratu Mas Muncar. Selanjutnya Pura Taru Alit sebagai stana Ratu Aji Luwih. Pura Jati sebagai stana Bujanggan Ida Batara. Juga sebagai Prasanak adalah Pura Ratu Subandar sebagai tempat pemujaan umat yang berprofesi sebagai pedagang. Pemujaan selanjutnya barulah menuju pemujaan puncak ke Pura Bukit Mentik.

Upacara Pujawali di Pura Bukit Mentik setiap Purnamaning Sasih Kapat. Sasih Kapat ini adalah sasih di mana alam menghadirkan musim untuk menumbuhkan (mentikan) berbagai tumbuh-tumbuhan bahan makanan, obat-obatan dan juga untuk memelihara tumbuhan yang disebut tanem tuwuh. Tumbuhan hutan sebagai pengayom lingkungan yang memiliki fungsi yang amat luas. Tumbuhan Tanem Tuwuh itu juga dibutuhkan ada di pusat-pusat pemukiman untuk mengurangi polusi udara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s