Ethika Yadnya – 2

Ethika Yadnya Menurut Sastra Agama

Yadnya sebagai salah satu kegiatan agama tidak dapat dilepaskan dari tata aturannya. Bahkan dalam melaksanakan yadnya, sejak persiapan sampai pelaksanaannya, sikap mental dan disiplin diri, dipandang merupakan landasan dasar yang ikut menentukan kwalitas suatu yadnya yang akan dipersembahkan. Sebesar-besarnya pengorbanan materi, yang dilaksanakan dalam suatu yadnya menjadi tidak berarti, bila tidak dilandasi dengan sikap dan kepribadian yang baik oleh para pelaksana yadnya tersebut.

042614_1913_FilosofiTum1.jpg


A. Ethika Yadnya Menurut Lontar Dewa Tattwa

Dalam bagian awal dari lontar Dewa Tattwa, memberikan petunjuk dan mengingatkan bagi yang akan melaksanakan yadnya, sebagai berikut :

“Anakku para Mpu Dang Hyang, yan mahyun tuhwa janma, luputing sangsara papa, kramanya sang kumingkin akarya sanistha, madhya, uttama, manah lega dadi hayu1), haywa angalem drewya2) mwang kumagutaning kaliliraning wang atuha3), haywa angambekaken krodha4) mwang ujar gangsul5), ujar menak juga kawedar de nira6). Mangkana kramaning sang angarepang karya, haywa simpangning budhi7) mwang rodra8), yan kadya mangkana patut pagawenya, sawidhi widhananya tekeng taledannya mwang ring sesayutnya maraga dewa sami, tekeng wewangunannya sami”

Artinya :

Anakku para Mpu Dang Hyang, jika berkeinginan menjadi manusia yang benar, agar supaya terbebas dari sengsara dan neraka, tata cara orang yang bersiap-siap melaksanakan yadnya, yang kecil, sedang dan besar, pikiran yang tulus ikhlas menjadi selamat; 1) jangan terlalu sayang kepada hak milik; 2) jangan menentang petunjuk atau nasehat orang yang disebut tua; 3) jangan berpikiran marah; 4) dan berkata kasar; 5) hendaknya berkata yang menyenangkan hati yang harus diucapkan; 6) Demikianlah hendaknya prilaku orang yang melaksanakan yadnya, janganlah menyimpang dari budhi; 7) dan berlaku marah; 8) jika sudah demikian prilakunya, semua persembahan dan alas upacara, serta sesayut sampai pada bangunannya, semua akan dapat merupakan linggih dari Tuhan.

Memperhatikan kutipan tersebut di atas, dapat ditarik suatu petunjuk, bahwa yadnya dengan berbagai sarana upakara, termasuk bangunan-bangunan penunjangnya adalah “nyasa/lambang” perwujudan Tuhan yang dipuja. Untuk memantapkan wujud tersebut, sebagai suatu simbul pemujaan patut didukung dengan landasan sikapmental dan prilaku yang baik dan suci, meliputi :

  1. Pengendalian diri yang paling awal adalah perlunya mengendalikan pikiran, agar tetap senang dan ikhlas. Keikhlasan ini diwujudkan dengan tidak terikatnya atau tidak terlalu menyayangi hak milik (harta benda), yang akan dipersembahkan sebagai yadnya.
  2. Usahakan untuk dapat mengikuti kebiasaan yang baik dari orang-orang tua, antara lain : tidak berlaku marah, serta tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh (kata-kata kasar, memaki, mengumpat, mencaci, menghina dan sejenisnya).
  3. Usahakan agar dapat mengendalikan diri, agar selalu dapat mengeluarkan kata-kata yang menyenangkan bagi yang mendengarkan.
  4. Janganlah menyimpang dari budi baik dan jangan berlaku marah.

Pengendalian diri dari kemarahan, berkali-kali ditekankan untuk mendukung kesucian yadnya. Sesungguhnyalah tidak mudah untuk melaksanakan ajaran “akrodha” dalam Niyama Brata, khususnya mengendalikan diri dari kemarahan. Lebih-lebih dalam suasana kelelahan, kurang tidur, beban pikiran, seperti saat mempoersiapkan upacara besar. Dalam kondisi seperti itu hal-hal yang kecil sekalipun sering memancing bangkitnya kemarahan. Oleh karena itu kemarahan itu patut diwaspadai dan agar selalu dapat dikendalikan.

Ajaran agama telah mengingatkan betapa besarnya godaan sifat marah itu. Sering disebutkan “krodha samo ripuh” yang artinya kemarahan itu adalah musuh. Marah adalah musuh yang sangat berat, yang sulit di atasi, karena berasal dari diri sendiri. Seseorang yang melaksanakan yadnya, bagaikan orang yang sedang bertapa, yang harus selalu dapat mengendalikan diri dari godaan yang muncul.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s