Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin

Pendahuluan

Menjadi seorang pemimpin tentunya membutuhkan kapasitas dan karakter. Apa yang dimaksud dengan kapasitas? Kapasitas adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu. Orang bisa saja memiliki kapasitas yang bagus, tetapi belum tentu dia akan menjadi pemimpin yang baik. Hal yang sama juga dapat terjadi jika sesorang memiliki watak atau karakter yang bagus, tetapi tidak memiliki kapasitas yang memadai sebagai pemimpin. Oleh karena itu, pembangunan karakter dan kapasitas sebagai seorang pemimpin sangat penting.

Untuk membentuk pembangunan karakter dan kapasitas bagi seorang pemimpin, harus dijawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan kuncinya. Kapasitas apa yang diperlukan bagi seorang pemimpin? Karakter apa yang diperlukan bagi seorang pemimpin? Tantangan apa yang akan dihadapi oleh seorang pemimpin, baik di tingkat nasional maupun global? Untuk menjawab hal-hal tersebut diperlukan pengetahuan yang banyak. Tentu saja bahwa kapasitas maupun karakter seorang pemimpin berbeda-beda, tergantung pada hal yang dipimpinnya.

Pengembangan kapasitas umumnya dilakukan dalam 2 hal yaitu pengembangan sumber daya manusia (human resources development) dan pengembangan organisasi (organizational development). Tingkat pengembangan kapasitas yaitu ada pada tingkat personal dan tingkat institusional.


Ciri dan Sifat Seorang Pemimpin Membangun Skill Untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Banyak muncul pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain Pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok. Kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial. Brown berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.

Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain;

  • Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.
  • Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang, sikap yang inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal : (1) tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; (2) kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
  • Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
  • Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
  • Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
  • Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.

Seorang pemimpin harus memilik sifat-sifat :

  1. Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.
  2. Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.
  3. Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : (1) kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme; (2) menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan merupakan bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir, namun kepemimpinan tersebut juga dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman yang telah dilaluinya. Sedangkan pemimpin adalah orang yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab tertentu dalam suatu organisasi atau kelompok.

Bagaimana cara seseorang dalam memimpin suatu organisasi tergantung pada tiga faktor, yakni: sifat, karakter dan lingkungan di sekitarnya. Sebab ke tiga faktor tersebutlah yang sangat dominan dalam menentukan tipe kepemimpinan seseorang. Dalam memajukan suatu organisasi ada beberapa ciri-ciri pemimpin yang baik yang dapat diterapkan oleh seorang pemimpin. Namun yang paling terpenting dalam menjalankan suatu organisasi adalah kemampuaan manajerial yang harus dimilikinya agar bawahan dapat melaksanakan dan mau mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya sebagai bawahan. Dan idealnya seorang pemimpin harus mampu melakukan komunikasi yang efektif antara bawahan dan atasan begitu juga sebaliknya.

Tetapi yang menjadi catatan adalah bahwa tidak semua orang dapat menjadi pemimpin pada satu organisasi tertentu, karena suatu organisasi membutuhkan karakter serta sifat yang berbeda-beda. Artinya penentuan figur pemimpin yang tepat dalam suatu organisasi, tergantung kepada kebutuhan organisasi itu sendiri


Cara Membangun Skill Seorang Pemimpin

Skill kepemimpinan secara mendasar, pemimpin adalah seseorang yang mampu memimpin suatu kelompok dan membuat orang lain mengikuti langkahnya. Apakah yang membuat seseorang pantas menjadi pemimpin? Apa yang dapat Anda lakukan agar memiliki kriteria dan karakter seorang pemimpin? Jawabannya adalah pengembangan diri untuk melatih skill kepemimpinan.

Seorang pemimpin harus memiliki visi yang jelas akan tujuan yang ingin dicapai, manajemen diri yang baik, dan komitmen yang kuat. Mari kita lihat secara detil tiga hal tersebut, yang dapat membantu Anda mengembangkan skill kepemimpinan Anda!

a. Visi Yang Jelas

Seorang pemimpin yang memiliki visi yang jelas akan tujuan yang ingin dicapai adalah seorang pemimpin yang baik. Seorang pemimpin harus dapat melihat suatu permasalahan secara menyeluruh sehingga tujuan yang diinginkan dapat diraih dengan lancar. Apapun tujuannya, meningkatkan profit perusahaan, meningkatkan penjualan produk, atau memulai suatu usaha baru atau inovasi di tempat Anda bekerja, seorang pemimpin harus punya target yang jelas untuk menjalankan misinya. Pemimpin harus selangkah lebih maju dalam menemukan sebuah solusi. Pemimpin harus inovatif dan cerdas dalam menyelesaikan masalah. Mereka harus menjadi orang-orang yang berpikir seperti Thomas Alfa Edison ketika ia ingin menciptakan bola lampu. Edison memiliki visi untuk menemukan alat yang bisa menerangi ruangan secara menyeluruh dan bukan berpikir hanya untuk menciptakan lilin yang lebih baik.

b. Manajemen Diri

Hanya visi yang jelas saja belum cukup untuk membuat seseorang pantas menjadi pemimpin. Yang membuat seorang pemimpin berbeda dari orang yang dipimpinnya adalah pemimpin mampu membawa diri, selalu selangkah di depan dan selalu dapat berpikir jernih dalam situasi yang kisruh. Semua itu dimulai dengan manajemen diri yang baik. Manajemen diri yang baik meliputi langkah-langkah berikut:

  • Selalu memperbaharui informasi, memperluas wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi.
  • Mampu bekerja dalam tim (tentu saja karena seorang pemimpin adalah sosok yang kooperatif).
  • Berani berbuat, berani bertanggung jawab.
  • Selalu optimis dan melakukan usaha terbaik dalam setiap pekerjaan.
  • Mempertimbangkan dengan baik mengenai segala resiko dari pekerjaan yang akan dilakukan atau solusi yang akan diambil untuk memecahkan masalah.
  • Berpikir kritis dan jujur.

c. Komitmen Yang Kuat

Dalam melaksanakan visi dan misi untuk mengejar tujuan yang dicita-citakan pasti terdapat halangan atau aral yang melintang, baik yang kecil mau pun besar. Terkadang halangan-halangan ini rasanya sangat membuat frustasi hingga hampir seringkali Anda merasa ingin menyerah. Seorang pemimpin tidak boleh patah semangat. Di saat anggota tim terlihat putus asa, pemimpin harus menjadi orang yang tetap berpegang teguh pada visi yang telah ia tetapkan. Seorang pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat demi kebaikan tim dan dirinya sendiri. Pemimpin adalah orang yang berani bermimpi, bermimpi untuk mewujudkan tujuan timnya. Dan mimpi itulah yang akan membuat pemimpin lebih mudah untuk optimis. Pemimpin yang baik tidak akan membiarkan misinya terbengkalai oleh apa pun atau siapa pun jua.

Dengan berpedoman pada tiga hal tersebut, maka skill kepemimpinan Anda akan berkembang dengan sendirinya ke arah yang lebih baik. Skill yang akan Anda peroleh sebagai pemimpin meliputi:

  • Kemampuan komunikasi dan negosiasi dengan berbagai macam karakter orang.
  • Motivasi diri dan mampu memotivasi orang lain yang bekerja dengan Anda.
  • Kemampuan perencanaan dan pengambilan keputusan yang bijaksana.

Mengapa kita harus membangun karakter? Karena karakter merupakan tulang punggung pendidikan. Sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. Karakter yang bagus dari seorang pemimpin adalah bersifat adil, jujur dan tanggung jawab.


C. Bangun Karakter & Kapasitas Pemimpin

Pembangunan kapasitas dan karakter pemimpim bangsa sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda menggantikan pemimpin masa kini.

Karakter menentukan sebuah tindakan, bagaimana seseorang bertindak, sedangkan kapasitas merupakan soft skill dalam membaca masalah untuk memutuskan sebuah tindakan. Pada dasarnya kapasitas dan karakter saling mendukung dan harus dilakukan beriringan. Setelah kapasitas dilakukan maka karakter yg selanjutnya bergerak dan sebaliknya tanpa karakter, kapasitas hanyalah pikiran semata. Kapasitas dan karakter dapat dibangun dan dilatih. Terdapat beberapa cara untuk membangun kapasitas dan karakter hingga seseorang dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. “Good leaders are made not born. If you have the desire and willpower, you can become an effective leader. Good leaders develop through a never ending process of self-study, education, training, and experience” (Jago, 1982).

Seorang pemimpin harus memiliki kepandaian, “Kepandaian otak harus diimbangi dengan kepandaian hati.” Nurani masih sangat dibutuhkan di masa sekarang ini. Kejujuran itu langka! Dan seorang pemimpin harus jujur dalam semua tindakannya. Apa jadinya sebuah negara atau organisasi untuk skala kecilnya, apabila pemimpinnya saja sudah tidak jujur. Edhie Purwanto, Ketua Yayasan Budi Lukmanto mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kecerdikan, keteladanan dan keterbukaan. Keterbukaan disini dapat diartikan kejujuran, transparant. Lagi-lagi kejujuran yang dijunjung tinggi. Seorang pemimpin harus jujur dan konsisten!


Kesimpulan

Namun sebenarnya apa itu pemimpin? Pemimpin adalah seseorang yg memiliki kemampuan menggerakkan orang lain utk ikut serta melakukan kegiatan terencana, bukan sporadis dengan visi untuk melakukan perubahan nyata ke arah kehidupan bersama ke arah yg lebih baik dengan cara memberikan motivasi tanpa cara-cara pemaksaan (Sapodjo, 2013). Bila diibaratkan ada magnet di dalam diri pemimpin yang dapat menarik para pengikutnya dan tidak semua pejabat memiliki magnet tersebut. Setiap orang dapat mengemudikan kapal tapi hanya pemimpin yg mampu memetakan jalan. Pada akhirnya seorang pemimpin harus visioner, selain dari mengerti administrasi dan manajemen para anggotanya, dan yang terpenting adalah jangan menjadi pemimpin yang egois.

Apalagi seorang pemimpin bangsa, seseorang yg mampu menggerakkan rakyat untuk melakukan kegiatan terencana dengan visi untuk melakukan perubahan nyata ke arah kehidupan yg lebih baik, dalam pelaksanaannya dilakukan secara persuasif partisitipatif bukan represif dan non partisipatif.

Pertanyaan yang ada sekarang apa semua orang bisa menjadi pemimpin? Sebuah pertanyaan masih yang menggantung. Bahwa setiap orang seharusnya bisa menjadi pemimpin, kapasitas dan karater dapat dibangun dengan latihan, namun apakah magnet itu akan ada? Karena magnet tersebutlah yang dapat memikat para anggotanya. Tantangan generasi muda sekarang adalah multikulturnya indonesia, banyak sekali perbedaan yg ada di dalam rakyat indonesia yang rawan sekali akan konflik, suku, adat, agama, kelas strata kehidupan. Jangan bermain-main dengan rasa ke-Indonesia-an, apabila lengah hal tersebut bisa hilang. Beliau memberikan contoh-contoh daerah di indonesia yang beragam dengan budaya yang berbeda, situasi dan kondisi yang berbeda dan begitu banyak perbedaan lainnya. Menjadi pemimpin indonesia tidak bisa hanya memikirkan satu daerah saja, karena masih banyak daerah lain yang perlu diperhatikan. Jakarta dengan kemoderenannya namun memiliki lapisan belakang yang kumuh.

Jadi kapasitas apa yang diperlukan bagi pemimpin Indonesia? Karakter yang bagaimana? Tantangan global dan tantangan nasional seperti apa yang akan dihadapi? Ini adalah sekelumit pertanyaan yang harus dijawab oleh generasi muda saat ini yang suatu saat akan menggantikan para pendahulunya untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia. “A leader is one who knows the way, goes the way and shows the way” (Maxwell).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s