Candi dan Pura

Candi

Sebelum datangnya pengaruh Hindu di Indonesia, nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal berbagai macam upacara yang berhubungan dengan kehidupan rokhani dewasa itu. Terutama tentang pemujaan terhadap roh nenek moyang, dengan mendirikan bangunan-bangunan yang berbentuk teras piramid, pada lereng atau puncak pegunungan, yang menunjukkan adanya suatu anggapan, bahwa gunung adalah tempat keramat sebagai alam arwah. Sedangkan bagaimana bentuk upacara saat itu sampai sekarang belum diketahui bentuknya dengan pasti.

Candi Panataran

Candi Panataran

Kemudian pada jaman perkembangan kebudayaan Hindu, anggapan tentang gunung yang merupakan tempat roh nenek moyang masih tetap dilanjutkan, disamping gunung juga dianggap sebagai tempat dewa-dewa. Untuk keperluan pemujaan terhadap dewa-dewa, dewa-dewa itu diimaginasikan dalam bentuk arca-arca, yang kemudian ditempatkan dalam suatu bangunan yang didirikan dengan mengambil bentuk tiruan dari tempat dewa-dewa yang sebenarnya, yaitu gunung Mahameru, yang kemudian dikenal dengan nama Candi.

Jadi Candi adalah suatu bangunan sebagai tempat sementara dari dewa-dewa yang merupakan replika (bentuk tiruan) dari gunung Mahameru. Disamping itu Candi juga merupakan lambang alam semesta dengan tiga bagiannya, kaki Candi melambangkan alam bawah, badan Candi melambangkan alam tengah dan atap Candi, sebagai alam atas.

Di pihak lain dengan adanya kepercayaan seorang raja merupakan inkarnasi dari dewa dan apabila nantinya sang raja meninggal dan setelah melalui upacara penyucian maka atma dari raja tersebut dianggap dapat menunggal dengan dewa titisannya. Untuk kepentingan kepentingan pemujaan dibuatlah arca perwujudan, dengan mengambil wujud sang raja dalam bentuk dewa sesuai dengan inkarnasi dari dewa tersebut.

Dalam hubungan dengan pembuatan arca perwujudan tersebut didirikanlah suatu bangunan sebagai tempat pemujaan, di dalam mana ditempatkan arca perwujudan dari raja yang bersangkutan. Di dalam kitab Nagarakerthagama, Pararaton, bangunan itu disebut dharma atau lengkapnya disebut Sanghyang Sudharma. Bangunan tersebut nantinya lebih dikenal dengan sebutan Candi. Istilah teknis dari raja yang telah dibuatkan dharma disebut dhinarma.

Sedangkan fungsi Candi itu pada umumnya dapat diklassifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Candi yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa-dewa.
  2. Candi yang berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh leluhur/roh raja-raja.

Sedangkan dalam pelaksanaan Upacara Cinandi di dalam tradisi Bali Kuna, bahwa setelah upacara pembakaran, masih ada upacara lagi yang bertujuan membebaskan atau menyucikan roh (atma) dari ikatan keduniaan. Upacara tersebut dinamakan Sradha atau di Bali disebut dengan Nyekah, Mukur, Maligya dan sebagainya. Pada saat itu dibuatkanlah puspa sarira (sekah), sebagai simbolis dari atma yang bersangkutan. Puspa sarira dibakar dan abunya dibuang ke laut. Nantinya ada upacara Nyegara Gunung atau Majar-ajar, setelah itu dilanjutkan dengan upacara Ngelinggihang.

Demikianlah sekilas tentang Candi dalam pengertian perkembangan dan fungsinya dalam kehidupan keagamaan (Hindu) di Bali.


Pura

Pura adalah tempat suci agama Hindu, yang sering pula di dalamnya ada Palinggih yang berbentuk Candi atau Prasada. Pada prinsipnya Candi itu fungsinya sama dengan yang disebutkan di depan dan dalam Pura yang bersangkutan, tergantung dari kerakter Pura tersebut.

010414_1052_PengertianP1.jpg

Pura Ulun Danu Batur

Jika Pura tersebut berkerakter umum, maka Candi merupakan tempat pemujaan para dewa-dewa (Ista Dewata), jika berkerakter khusus (Kawitan), berfungsi sebagai tempat pemujaan roh suci leluhur.

Monumen

Sedangkan mengenai Monumen, merupakan suatu tugu peringatan terhadap suatu kejadian tertentu. Tetapi dalam pembuatannya agar disesuaikan dengan tradisi yang berkembang di Bali. Apakah monumen itu akan berupa Candi atau Tugu Batu, perlu memohon petunjuk kepada Sulinggih. Kiranya kalau hanya berupa tugu peringatan tidak perlu adanya Pasimpenan. Namun kalau berupa Candi atau Prasada, sesuaikan dengan kerakternya.

052714_1447_MonumenPerj1.jpg

Monumen Bajra Sandi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s