Asal Mula “Mangupura” – Hubungan Badung dan Mengwi

Hubungan Badung dengan Mengwi, dapat kita ceriterakan sebagai berikut. Sampai di Badung Ki Pucangan (Notor Wandhira), pertama menuju Desa Lumintang, di rumah Pamekel Lumintang, seterusnya ke Puri Satria. Setelah tinggal lama di Badung sebagai Manca Arya Tegehkori, seorang putri Arya Tegehkori (Arya Tegehkori II), bernama Ratu Ayu Genjot dan dalam babad lain disebutkan bernama I Gusti Ayu Mimba, dilamar oleh Ki Pucangan untuk dijadikan istri.

Ilustrasi

Awalnya Arya Tegehkori senang dengan lamaran itu. Akan tetapi Anak Agung Mengwi mendengar lamaran Ki Pucangan, lalu melamar pula putri Arya Tegehkori. Di sana Arya Tegehkori bimbang dan mempertimbangkan bahwa Anak Agung Mengwi itu besar kekuasaan dan kekuatannya, maka lamaran itu juga diterima. Dengan peristiwa itu Ki Pucangan sangat kecewa dan terjadi perang antar saudara. Dalam perang itu Arya Tegehkori dikalahkan, lalu menuju utara Badung, ada yang ke Mengwi, ke Sading, Batubulan dan ada juga ke Pangastulan (Buleleng), ada juga pindah ke tempat yang lain. Selanjutnya Badung diperintah oleh Ki Pucangan dan keturunannya. Tampaknya ceritra ini sejalan dengan munculnya Prabhu Bandhana sebagai penguasa Badung.

Disamping itu ada juga terjadi perkawinan I Gusti Ayu Bongan putri dari Ida I Gusti Agung Made Alangkajeng, raja ke II Kawyapura (Mengwi), kawin dengan I Gusti Ngurah Made Pamecutan (Puri Kaleran-Kawan), dengan membawa arthadana (barang bawaan). Pada masa berikutnya kekuasaan Mengwi semakin meluas dan karenanya Badung mendapat tantangan.

Pada tahun 1793 Gusti Agung Badung, mulai mengembangkan kekuasaannya ke daerah Tabanan. Demikian Badung mengembangkan daerah kekuasaannya, di sekitar akhir abad ke-18. Pada masa itu Mengwi pun semakin merosot pengaruhnya, karena kekuatan VOC dari Jawa semakin mendesak menduduki Blambangan, juga Buleleng mendesak dari arah utara dan Klungkung dari timur. Keadaan seperti itu tampak memberikan peluang kepada Badung mengembangkan pengaruhnya dan Mengwi mengalami kemunduran. Sampai di sini nampak bahwa kekuatan, kekuasaan Badung dan Mengwi silih berganti, kadang-kadang Mengwi muncul, tetapi kemudian Badung yang muncul dan itu sejalan dengan dinamika kekuatan-kekuatan politik pada masa itu.


bersambung…

Advertisements

One thought on “Asal Mula “Mangupura” – Hubungan Badung dan Mengwi

  1. Pingback: Dirgahayu Kota Mangupura Ke-5 | ...blog nak belog...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s