Etika Dalam Pergaulan

Ethika atau Budi Pekerti, berperan sangat besar dalam pergaulan antara manusia dengan manusia. Watak seorang manusia, penting sekali artinya dalam membina hubungan dengan manusia lainnya. Ahlaknya sangat besar pengaruhnya dalam pergaulan.

Itulah sebabnya jika manusia ingin menciptakan lingkungan pergaulan yang baik, harus memiliki ethika/budi pekerti yang baik dan watak yang baik pula. Orang yang wataknya jelek, sukar sekali menjadi orang yang dapat digolongkan orang yang sopan. Orang yang perangainya buruk, akan sukar sekali bergaul dengan orang lain, karena tidak memiliki aturan kesopanan yang selayaknya. Di bawah ini kami tuliskan watak-watak yang sebaiknya anda miliki atau sebaliknya, agar sukses dalam pergaulan.


Sabar

Sabar adalah sifat yang sangat terpuji. Tidak tergesa-gesa mengambil keputusan , memikirkan semua tindakan yang akan diambil sematang-matangnya. Tenang menghadapi setiap persoalan hidup yang bagaimanapun rumitnya. Sabar berarti selalu tenang dan tidak hilang akal dalam mencari jalan keluar pada setiap kesulitan yang dihadapi. Tabah menghadapi setiap permasalahan dan mencoba mengatasi dengan segala daya upaya. Sabar artinya mau menahan emosi dalam menghadapi tindakan orang lain yang mungkin sangat menjengkelkan. Sabar menerima ketidaksempurnaan dan mau mengerti kekurangannya. Sabar artinya tidak lekas putus asa atau tidak mudah kecewa, meskipun cita-citanya tidak segera tercapai.

Dalam dunia pergaulan sikap sabar ini besar sekali perannya. Seorang yang sabar akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mudah menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dalam pergaulannya.Tidak mudah kehilangan akal sehatnya dalam setiap suasana yang sudah mulai memanas. Dengan kesabarannya ia mampu menjaga agar kepalanya tetap dingin. Sabar sehingga tidak mudah terseret dalam jurang pertikaian, permusuhan, perkelahian, perdebatan ataupun hal-hal yang merugikan.


Rajin

Rajin adalah salah satu unsur penting dalam hidup manusia. Rajin merupakan kerakter yang penting sekali. Rajin berarti mau mengerjakan segala hal yang menjadi tanggung jawabnya. Mampu menyelesaikan tanggung jawabnya sampai sehabis-habisnya tidak kepalang tanggung. Mampu dan bergairah bekerja sehingga selalu selesai tepat pada waktunya. Orang rajin tidak pernah duduk berpangku tangan sambil termenung sepanjang hari. Ia akan selalu mencari hal-hal yang patut dikerjakan dan mengerjakannya dengan baik. Apalagi kalau hal itu akan memberikan keuntungan padanya dan pada anggota masyarakat lainnya.

Sifat rajin ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dalam pergaulan kita, kerajinan seseorang sangatlah dihargai dan disukai. Orang rajin biasanya akan mau menolong orang lain, tanpa memikirkan imbalannya. Orang rajin senang bekerja dan dengan demikian akan populer dalam pergaulan. Pengetahuannya akan bertambah karena iapun rajin mencari ilmu, rajin berteman. Kalau demikian ia akan mengerti berbagai macam seluk beluk cara pergaulan dalam masyarakat, sehingga ia menjadi orang yang sopan dan penuh pengertian akan nilai peradaban lingkungannya.

Orang malas, karena kemalasannya akan dijauhi orang. Akibatnya pengetahuannya tidak akan bertambah. Apalagi kalau ia malas mencari ilmu, akibatnya ia tidak tahu apa-apa, tidak tahu cara pergaulan yang baik dan itu akan merugikan diri sendiri.


Penakut

Sifat penakut adalah sifat yang tercela. Seorang penakut adalah saudara dari orang pengecut. Orang pengecut akan selalu menghindarkan diri dari tanggung jawab. Orang pengecut, malu mengakui kebenaran, karena kepengecutannya. Orang penakut akan selalu merasa takut diejek, takut dimarahi, takut salah dalam pekerjaan, sehingga tidak pernah berani bertindak. Akibatnya ia tidak pernah mencapai kemajuan. Selalu harus ada orang yang membantunya menghilangkan takutnya, baru ia berani maju.

Seorang penakut sama saja dengan orang yang merasa kalah bahkan sebelum maju perang. Belum apa-apa ia sudah menyerah, karena membayangkan kekalahan yang akan menimpanya, sudah merupakan bayangan yang sangat mengerikan. Sikapnya selalu mengarah ke hal negatif saja. Orang penakut cenderung meninjau berbagai hal dari sudut negatif dan dengan perasaan pesimis. Akibat setiap tindakannya akan selalu diperhitungkan dengan kecermatan yang luar biasa. Kalau begitu, waktunya akan habis hanya untuk mempertimbangkan bolak balik untung ruginya saja. Jarang orang penakut bisa mencapai sukses. Dalam pergaulanpun ia akan menemukan banyak hambatan. Ia takut kalau ia dianggap kurang sopan, ia takut menyapa orang lain, karena jangan-jangan tidak dibalas, ia takut mengucapkan terima kasih, karena takut salah dan sebagainya. Akibatnya ia tidak mampu menjalankan semua peraturan tata tertib masyarakat dengan baik. Jadi sifat penakut ini merugikan sekali.

Ada juga sifat takut yang baik, walaupun harus dibatasi. Terlalu takut tidak baik, tidak punya rasa takutpun kurang baik. Takut menyinggung perasaan orang adalah perasaan yang baik, dengan demikian anda akan berusaha untuk menjalankan tindakan lebih hati-hati.


Sifat Boros dan Hemat

Orang boros adalah orang yang gemar menghambur-hamburkan miliknya untuk hal-hal yang kurang perlu. Yang dimaksud dengan miliknya ini bisa waktu, bisa tenaga, bisa juga uangnya. Memboroskan waktu tentu merugikan, karena seperti anda ketahui waktu adalah uang. Waktu yang berlaku tanpa diisi apapun juga, sama saja dengan dibuang percuma. Artinya anda sudah membuang kesempatan yang baik. Cobalah bayangkan berapa banyak hal bisa anda kerjakan kalau anda mau menggunkan waktu anda yang terluang untuk mengerjakan sesuatu. Entah dengan bekerja, mencari uang, mengerjakan hobi, menolong orang lain, dari pada memboroskan waktu untuk melamun saja.

Memboroskan tenaga artinya anda melakukan pekerjaan yang sia-sia saja, tanpa perhitungan yang masak. Misalnya : bergadang sepanjang malam. Malam hari adalah waktu tidur dan istirahat untuk mengumpulkan tenaga yang dibutuhkan keesokan harinya. Kalau anda bergadang di waktu malam tanpa tujuan tertentu, hanya karena keinginan bersuka ria dengan teman-teman anda, maka anda sudah memboroskan tenaga anda disamping memboroskan waktu tidur anda. Semua orang perlu istirahat untuk memulihkan tenaga. Dan malam hari adalah waktu terbaik untuk istirahat.

Memboroskan uang artinya mengeluarkan uang tanpa memikirkan untuk apa. Tanpa rencana sama sekali. Membuang-buang uang, meskipun milik anda sendiri, tentunya adalah perbuatan yang sia-sia. Uang yang anda boroskan untuk menikmati kesenangan duniawi itu mungkin sangat dibutuhkan orang lain yang kebetulan tidak memilikinya, tapi harus memenuhi kebutuhan hidup. Memboroskan uang, seolah-olah tidak menghargai diri sendiri yang sudah bekerja mencari uang itu. Atau kalau uangnya milik orang lain, milik orang tua, maka kita seolah-olah tidak menghargai orang tua yang bekerja keras, bersusah payah untuk memproleh uang itu. Orang yang boros tidak pernah memperhitungkan, bagaimana menggunakan hartanya. Ia tidak merasa perlu memikir secara mendalam apa yang akan dilakukan dengan uang itu. Boros menimbulkan nafsu serakah dan sifat jelek yang lainnya. Orang boros adalah orang yang egois, yang tidak memikirkan orang lain. Orang boros juga menjadi orang serakah. Sehingga mengumpulkan harta baik dengan cara yang halal atau jalan yang haram, yang penting mereka dapat uang. Akibatnya moralnya rusak dan mengganggu kepentingan orang lain.

Sebaliknya dengan perkataan hemat. Hemat pangkal kaya. Orang hemat akan selalu meneliti dulu dan merencanakan penggunaan uangnya sebaik mungkin. Apakah uang yang dikeluarkan itu ada manfaat yang baik bagi dirinya. Ia menjaga pengeluaran agar selalu sesuai dengan pendapatannya. Ia tidak terpengaruh untuk membuang uangnya bagi hal-hal yang dipandang tidak terlalu penting. Sikap hemat itu besar sekali perannya dalam kehidupan manusia. Sifat ini tidak dapat dipisahkan dari pergaulan sehari-hari.

Lalu bagaimana dengan sifat hemat berlebihan ? Hemat berlebihan atau kikir bukan sifat yang baik. Orang kikir, selalu mencintai uangnya dan segan mengeluarkannya untuk membeli sesuatu yang berguna atau untuk hal-hal yang pantas. Biasanya orang tidak suka bersahabat dengan orang kikir. Orang kikir selalu dijauhi orang dalam pergaulan. Orang kikir jarang sekali mau membagikan hartanya dengan orang lain. Mereka mengumpulkan dan menimbun harta tanpa menghiraukan orang lain. Padahal merekapun tidak tahu apa gunanya tumpukan harta itu.

Lawan dari orang kikir adalah orang dermawan. Orang dermawan selalu bersedia menyumbangkan tenaga, pikiran dan uang atau hartanya untuk keperluan yang dianggapnya penting. Orang dermawan akan senang sekali menggunakan hartanya untuk menolong orang lain. Ia senang sekali melihat orang bahagia karena sumbangan yang diberikannya. Orang dermawan tahu menggunakan hartanya untuk kesenangan orang lain. Dengan demikian hatinyapun akan senang kembali, melihat kebahagiaan orang lain.

Harta yang dimiliki orang kikir tidak menjadi berkat untuknya dan apalagi untuk orang lain. Karena tidak jarang orang kikir yang juga kikir terhadap dirinya sendiri. Mereka tidak tahu menggunakan uangnya untuk suatu kesenangan. Karena bagi mereka semua itu hanya pemborosan saja.


Rasa Rendah Diri

Harus dibedakan antara rendah diri dengan rendah hati. Perasaan rendah diri ini perasaan yang sifatnya kurang menguntungkan. Berbeda dengan rendah hati. Orang yang rendah diri, selalu menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain. Orang lain selalu lebih pandai, lebih mampu, lebih cakap, lebih kaya dan lebih segala-galanya dari dirinya. Akibatnya dalam pergaulan sehari-hari ia cenderung untuk menutup diri dan menarik diri dari pergaulan, karena ia mengira orang selalu ingin menghina dirinya. Perasaan rendah diri tidak jarang menghinggapi orang, bahkan yang diketahui memiliki kelebihan-kelebihan sekalipun. Mereka kurang percaya akan kemampuannya sendiri. Mereka takut berbicara, takut bertindak dan tidak berani mengutarakan pendapatnya karena khawatir dicela orang. Seringkali orang yang semacam ini tidak bisa maju dalam hidupnya, karena mereka tidak bisa menghilangkan hambatan rasa rendah diri itu. Padahal patut kita ingat, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap orang memiliki suatu kekurangan dalam hidupnya juga punya kelebihan. Tidak seorangpun yang memiliki pengetahuan sedemikian luasnya, sehingga anda tidak punya kelebihan, sedikitpun dari padanya. Kalau rasa rendah diri muncul menyerang anda, ingatlah suatu hal saja, yaitu bahwa manusia bukan mahluk yang sempurna, setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Anda tidak lebih rendah dari orang yang sekarang berdiri di hadapan anda, meskipun mungkin gelar di depan namanya berderet-deret.

Tukang kayu belum tentu lebih bodoh dari seorang yang bertitel insinyur. Ia hanya tidak memperoleh kesempatan bersekolah tinggi sang insinyur itu. Rasa rendah diri hanya bisa dihilangkan kalau anda ingin dan berniat menghilangkannya. Melalui berbagai latihan, sedikit demi sedikit rasa rendah diri akan hilang. Salah satu cara terbaik adalah dengan mempersenjatai diri anda. Apa jenis senjata itu mungkin begitu pertanyaan anda ? Misalnya dengan belajar, mengumpulkan ilmu, menampilkan sifat baik, selalu berpakaian pantas, bertingkah laku sopan, menjauhkan perbuatan yang tidak pantas, menghargai orang lain, sehingga sedikit demi sedikit perasaan rendah diri itu lenyap dari diri anda.


Rendah Hati

Rendah hati lain sekali artinya jika dibandingkan dengan rendah diri. Orang rendah hati tahu akan kemampuannya, tahu sampai di mana kecakapannya, tapi ia tidak ingin menonjolkannya. Ia tidak pernah menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain atau lebih rendah. Semua orang sama baginya. Ia tidak congkak, tidak angkuh, tidak pernah menghina orang. Sekalipun pengetahuannya luas sekali, ia tidak akan membanggakannya di depan sembarang orang. Sikapnya sabar, senang berkawan, berani tampil ke muka kalau perlu, tapi tidak pernah mau disanjung-sanjung orang tanpa alasan yang kuat.

Tentu saja sifat rendah hati lebih baik dari sifat rendah diri. Dengan sifat rendah hati anda akan memiliki lingkungan pergaulan yang luas sekali, karena orang selalu senang, pada orang yang tidak pernah membanggakan dirinya, membanggakan keluarga, keturunan, kekayaan dan kepandaian.


Sikap Gembira

Sifat gembira ini sangat penting dalam kehidupan manusia. Semua manusia di dunia ini ingin hidup senang, bahagia yang sama artinya dengan gembira dan riang. Sifat ini bukan saja menolong diri kita untuk dapat menghayati hidup yang menyenangkan ini tapi juga bisa menolong orang lain untuk ikut bergembira.

Orang periang akan selalu menjadi pusat perhatian dalam pergaulan. Semua orang senang bersahabat dengan orang periang. Di dekatnya orang akan melupakan semua kesusahan dan kesukaran hidup. Sifat riang ini memang penting sekali dalam pergaulan. Siapa yang tidak senang kalau bertemu dengan orang yang selalu tersenyum, tertawa dengan muka berseri-seri dan mata yang bercahaya riang. Sikapnya seolah-olah pintu yang terbuka lebar dan mempersilahkan siapapun juga untuk masuk di sana. Syarat untuk sukses dalam pergaulan antara lain adalah memiliki muka periang. Jauhkanlah muka yang muram atau bermurung terus, meskipun hati anda sedang susah. Usahakanlah untuk membuang kesulitan anda sehingga wajah anda tidak tampak murung. Wajah yang muram akan menimbulkan sikap yang kaku. Sikap kaku membuat orang jadi kurang senang bergaul dan dengan demikian akan meninggalkan serta menjauhi anda dalam pergaulan. Kalau sudah demikian, siapa yang rugi, anda sendiri bukan ? Apalagi untuk mereka yang setiap hari harus berhadapan dengan orang banyak dalam pekerjaannya. Wajah periang merupakan syarat terpenting. Anda tidak suka dilayani oleh seorang pramuniaga yang muram saja, bukan ? Atau sewaktu membeli sesuatu dicemberuti pelayannya ?


Pemalu

Sifat malu ini mempunyai segi baik dan segi buruk. Tidak selamanya sifat malu itu buruk. Orang yang tidak tahu malu, betul-betul menjengkelkan karena sifatnya itu. Karena punya rasa malu, orang akan berpakaian rapi, berdandan dengan rapi. Karena malu, orang akan hidup, berjalan, makan, bertingkah laku yang teratur. Karena malu orang akan belajar berbagai etika sopan santun, sehingga tidak menjadi ejekan orang lain. Banyak hal yang kita lakukan karena terdorong rasa malu. Tapi juga ada hal-hal yang tidak kita lakukan, justru karena rasa malu itu.

Kalau sudah di cap tidak tahu malu, itu bukanlah pertanda baik. Tidak tahu malu artinya tidak tahu aturan, tidak tahu etika dan tidak tahu sopan santun. Orang yang tidak tahu malu menjengkelkan setiap orang.

Tapi perasaan malu yang berlebihanpun tidaklah baik. Malu berlebihan juga merugikan. Orang pemalu biasanya enggan bergaul. Orang pemalu menilai dirinya terlalu tinggi dan menganggap semua orang akan memperhatikan dirinya. Orang pemalu, sukar populer dalam pergaulan. Orang pemalu tidak bergairah membina persahabatan dengan orang lain dan tidak pernah berani menampilkan gagasannya, karena malu.

Banyak kesempatan dan bahkan keuntungan akan hilang begitu saja, sebagai akibat rasa malu. Perasaan malu hanya menghambat kemajuan hidup kita. Kita harus punya rasa malu, asal dalam porsi selayaknya. Tidak punya malu tidak baik, malu berlebihan tidak baik.


Sifat Egoistis

Sifat ini perlu dikikis habis dalam diri kita. Sifat egoistis adalah sifat buruk. Sifat yang selalu ingin menang sendiri. Sifat yang tidak sudi mengalah dari orang lain. Sifat ini cenderung untuk selalu untuk mementingkan diri sendiri. Orang yang egois akan selalu memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak pernah menghiraukan kepentingan orang lain. Dalam berbagai kegiatan, dirinyalah yang harus jadi pusat perhatian. Dirinyalah yang paling penting, paling utama. Orang seperti ini tidak membutuhkan orang lain. Akibatnya mereka akan tersisih dari pergaulan. Tidak banyak orang yang bisa bergaul dengan baik, dengan orang yang selalu memusatkan seluruh perhatian pada dirinya sendiri. Tentu saja tindak tanduk dan sikap orang egois ini sama sekali tidak cocok dengan sopan santun dan etika pergaulan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s