Topeng Sidhakarya – Pengertian

BAGIAN 1

Dalam masyarakat Bali, Topeng Sidhakarya seakan-akan disamakan dengan Topeng Pajegan. Pengertian itu terjadi bahwa Topeng Pajegan itu dilakoni oleh hanya seorang penari (pragina), dengan memainkan sejumlah karakter topeng. Tetapi kenyataannya dewasa ini tidak selamanya “nopeng sidhakarya” itu diperankan tokoh-tokohnya hanya oleh seorang pelaku. Sering dua atau lebih penari topeng, menarikan pada bagian lakonnya, hanya pada hadirnya topeng sidhakarya, dilakukan oleh seorang diantara mereka itu.

Kata Topeng mempunyai pengertian, yaitu :

  1. Topeng merupakan suatu benda penutup muka. Di sini dimaksud “tutup” yang dipakai untuk menutupi muka manusia. Topeng mengandung pengertian suatu benda yang ditekankan pada muka, yaitu tapel. Jadi disamping tapel, make up pun bisa disebut topeng, karena ia menimbulkan perubahan muka dari wujudnya semula.
  2. Kata topeng berasal dari kata “tup” yang berarti tutup. Karena gejala bahasa yang disebut pembentukan kata, kata “tup” ditambah saja dengan kata “eng“, yang kemudian menjadi “tupeng“. Tupeng kemudian mengalami perubahan sehingga menjadi topeng.
  3. Di Bali kata topeng berarti tutup atau tapel. Oleh karena itu pula bahwa tari topeng dikatakan sebagai tari yang memakai tapel untuk menutupi mukanya.

Akhirnya dari pengertian tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa topeng di Bali adalah suatu tarian yang penarinya memakai tapel atau topeng
dan memakai sejarah atau babad sebagai lakon (I Made Bandem dan I Nyoman Rembang, 1976 : 1).

Sedangkan istilah Sidhakarya (Sidakarya : Bali), berasal dari kata “sida” dan “karya“. Kata “sida” dalam bahasa Sansekerta, dari urat kata “siddh” (kelas I/IV), artinya mencapai. Dalam pembentukannya (PP) menjadi kata siddha/siddhya, yang artinya berhasil, tercapai, terlaksana, sempurna. Sedangkan kata “karya“, memiliki pengertian tugas, tujuan, kerja/pekerjaan, ritual/upacara. Kedua kata itu menjadi kosa kata dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi) “Siddhakarya” dan dalam bahasa Bali “Sidakarya“, yang mempunyai arti yang sama, yakni pekerjaan yang berhasil atau sempurna ( Mardiwarsito, 1985 : 527). Jadi Topeng Sidakarya, merupakan sebuah pernyataan bahwa pekerjaan/karya yang digelar sudah selesai dengan sempurna.

Di Bali kini ada dua jenis tari Topeng, yaitu Topeng Pajegan dan Topeng Panca.

Topeng Pajegan

Kata “pajegan” adalah suatu istilah di dalam bahasa Bali, yang berasal dari kata “pajeg” dan ditambah dengan akhiran “an“, menjadi “pajegan” yang berarti borongan.

Dalam hubungannya dengan kata topeng, maka yang dimaksud adalah seseorang penari topeng memborong tapel dalam jumlah yang banyak untuk dipentaskan sendiri, yakni memborong semua tugas dan peranan di dalam pertunjukan tari topeng itu.

Topeng Pajegan sering pula disebut dengan Topeng Wali, karena ia berfungsi untuk upacara keagamaan dan biasanya dipentaskan sejajar dengan Wayang Lemah (Wayang Upacara), serta dilakukan tepat pada waktu para Sulinggih (Pendeta) memimpin upacara.

Dari berjenis-jenis tapel topeng yang dipergunakan didalam Topeng Pajegan satu diantaranya yang mutlak harus ada, yaitu Topeng Sidhakarya. Melihat dari nama topeng ini maka ialah yang menentukan “sidhanya” atau berhasilnya karya/upacara dan tanpa kehadiran tokoh ini, karya dianggap belum selesai.

Disamping itu sarana simbolis untuk sidhanya suatu karya yang besar, diperlukan beras (jatu) dari Pura Dalem Sidhakarya, Ketupat Sidhakarya dan Pancataru. Demikian juga pada saat pementasan Topeng Sidhakarya, penari membawa perlengkapan berupa bokor, dengan canang sari, sekar ura dengan uang kepeng 11, 25, 33, 125, yang ditaburkan kepada penonton dan menangkap anak-anak untuk diberikan sesari.

Topeng Panca

Panca artinya lima, dalam hubungannya dengan Topeng Panca, berarti dalam pertunjukan tari topeng dilakukan oleh lima orang penari.

Topeng ini merupakan perkembangan dari Topeng Pajegan, yang diduga disebabkan karena peningkatan fungsi topeng, yang tidak saja berfungsi sebagai perlengkapan upacara keagamaan, namun berfungsi juga sebagai hiburan, bahkan merupakan suatu sarana yang ampuh untuk menanamkan pendidikan spiritual.

bersambung…BAGIAN 3

Advertisements

One thought on “Topeng Sidhakarya – Pengertian

  1. Pingback: Topeng Sidhakarya – Tinjauan Sejarah | ...blog nak belog...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s