Sanitasi – Analisis Keterpaduan Sektor Sanitasi

Sektor sanitasi terdiri dari beberapa sub sektor terkait yaitu:

  1. Persampahan
  2. Drainase
  3. Air limbah

Pengembangan sektor sanitasi akan terkait langsung dengan pengembangan sistem air minum. Sektor sanitasi dengan air minum memiliki keterkaitan satu dengan lainnya, seperti yang terlihat pada bagan dibawah.

Terdapat hubungan yang erat antara masalah sanitasi dan penyediaan air, dimana sanitasi berhubungan langsung dengan:

  1. Kesehatan

    Semua penyakit yang berhubungan dengan air sebenarnya berkaitan dengan pengumpulan dan pembuangan limbah manusia yang tidak benar. Memperbaiki yang satu tanpa memperhatikan yang lainnya sangatlah tidak efektif.

  2. Penggunaan air.

    Toilet siram desain lama membutuhkan 19 liter air dan bisa memakan hingga 40% dari penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan jumlah penggunaan 190 liter air per kepala per hari, mengganti toilet ini dengan unit baru yang menggunakan hanya 0,7 liter per siraman bisa menghemat 25% dari penggunaan air untuk rumah tangga tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan. Sebaliknya, memasang unit penyiraman yang memakai 19 liter air di sebuah rumah tanpa WC bisa meningkatkan pemakaian air hingga 70%. Jelas, hal ini tidak diharapkan di daerah yang penyediaan airnya tidak mencukupi, dan hal tersebut juga bisa menambah jumlah limbah yang akhirnya harus dibuang dengan benar.

  3. Biaya dan pemulihan biaya.

    Biaya pengumpulan, pengolahan dan pembuangan limbah meningkat dengan cepat begitu konsumsi meningkat. Merencanakan hanya satu sisi penyediaan air tanpa memperhitungkan biaya sanitasi akan menyebabkan kota berhadapan dengan masalah lingkungan dan biaya tinggi yang tak terantisipasi.

  4. Penggunaan ulang air.

    Jika sumber daya air tidak mencukupi, air limbah merupakan sumber penyediaan yang menarik, dan akan dipakai baik resmi disetujui atau tidak. Karena itu peningkatan penyediaan air cenderung mengakibatkan peningkatan penggunaan air limbah, diolah atau tidak dengan memperhatikan sumber-sumber daya tersebut supaya penggunaan ulang ini tidak merusak kesehatan masyarakat.

Pengaturan pengembangan sanitasi diselenggarakan secara terpadu dengan pengembangan prasarana dan sarana yang berkaitan dengan air minum. Perlindungan air baku dilakukan melalui keterpaduan pengaturan pengembangan air minum dengan prasarana dan sarana sanitasi. Adapun prasarana dan sarana sanitasi meliputi prasarana air limbah serta prasarana persampahan sehingga kualitas air mempunyai kualitas yang bagus karena tidak langsung di buang ke badan air.

Pengembangan prasarana dan sarana sanitasi didasarkan pada pertimbangan:

  • Keberpihakan pada masyarakat miskin dan daerah rawan air;
  • Peningkatan derajat kesehatan masyarakat;
  • Pemenuhan standar pelayanan; dan
  • Tidak menimbulkan dampak sosial.
  • Penyelenggaraan pengembangan air minum harus dilaksanakan secara terpadu dengan pengembangan prasarana dan sarana sanitasi untuk menjamin keberlanjutan fungsi penyediaan air minum dan terhindarnya air baku dari pencemaran air limbah dan sampah.
  • Keterpaduan pengembangan dilaksanakan pada setiap tahapan penyelenggaraan pengembangan.
  • Apabila penyelenggaraan pengembangan belum dapat dilakukan secara terpadu pada semua tahapan, keterpaduan penyelenggaraan pengembangan sekurang-kurangnya dilaksanakan pada tahap perencanaan, baik dalam penyusunan rencana induk maupun dalam perencanaan teknik.
  • Dalam penyelenggaraan pengembangan air minum dan/atau Prasarana dan Sarana Sanitasi Pemerintah Daerah dapat melakukan kerjasama antar daerah.

Kondisi Eksisting pelayanan air bersih di Kabupaten Badung terbagi atas pelayanan air bersih yang meliputi:

Sistem Pelayanan Non Perpipaan

Pelayanan air bersih masyarakat di wilayah PDAM Kabupaten Badung yang belum terjangkau pelayanan perpipaan PDAM Badung selama ini dipenuhi dengan menggunakan sumber air yang ada di sekitar wilayah tersebut, seperti sumur, air pegunungan dan mata air, bahkan beberapa anggota masyarakat membeli dari pihak swasta. Sebagian masyarakat mempunyai sumur gali yang bersifat temporer, sebagian masyarakat memanfaatkan air permukaan secara berkelompok, dan beberapa anggota masyarakat yang lain membeli air dari pihak swasta. Sedangkan di wilayah Kabupaten Badung khususnya hampir sebagian besar masyarakat mempunyai sumur gali untuk pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari. Berdasarkan hasil Laporan Studi dan DED penganganan Air Limbah di Ibu Kota Kabupaten Badung, dengan mengambil sampel dari 4 lokasi di kawasan Ibu Kota Kabupaten Badung diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Hasil pemeriksaan air tanah /sumur dangkal : hasil menunjukan kandungan zat organik yang sangat tinggi, sehingga mengindikasikan bahwa air sumur tercemar limbah. Selain itu dari hasil pemeriksaan kualitas air juga diperoleh hasil kandungan coliform dan fecal coli di atas 2400 MPN, hal tersebut juga mengindikasikan adanya kontaminasi air limbah tinja pada air sumur tersebut.
  • Hasil pemeriksaan air sungai : ditemukan kandungan coliform dan fecal coli yang cukup tinggi yaitu diatas 2400 MPN, mengindikasikan adanya pembuangan limbah tinja ke sungai baik secara langsung ataupun dari septictank. Selain itu juga diperoleh hasil adanya kontaminasi detergen yang berlebih yaitu kurang dari 0,05 mg/l

Sistem Pelayanan Perpipaan

Untuk menjaga kontinuitas dan kestabilan pelayanan air bersih kepada masyarakat maka pelayanan menggunakan sistem perpipaan. Melalui sistem perpipaan diharapkan sebagian besar wilayah pelayanan dapat terjangkau oleh jaringan perpipaan air bersih, walaupun masih ada beberapa wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan perpipaan, disebabkan oleh kondisi geografis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s