Hari Saraswati – Hari Ilmu Pengetahuan

Agama Hindu memiliki berbagai jenis perayaan keagaamaan atau bermacam hari raya, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Hari-hari kecil misalnya : Tumpek Kandang yaitu hari suci pemujaan Tuhan untuk memohon keselamatan binatang, Tumpek Uduh yaitu hari suci pemujaan untuk memohon keselamatan tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan atau produktif dan lain sebagainya. Demikian pula dengan hari raya besar misalkan Nyepi, Galungan, Kuningan, Siwaratri, Saraswati dan lain-lain.

022214_0240_DewiSaraswa1.jpg

Dunia modern khususnya di Indonesia peringatan-peringatan atau hari-hari seperti itu baru beberapa tahun mulai, sedangkan dalam ajaran Agama Hindu sudah sejak dahulu dikenal, yang didasarkan atas kecintaan manusia terhadap Tuhan beserta dengan ciptaannya. Dalam ajaran Hindu, perayaan hari-hari raya suci sarat dengan nilai-nilai agama terutama dalam kerangka upacara (ritual).

Khusus yang dibahas di sini yaitu “Hari Saraswati” sebagai Hari Suci Pendidikan Hindu untuk melakukan penghormatan terhadap Ilmu Pengetahuan. Di Bali disebutkan dengan “Hari Saraswati “, sedangkan di India disebut Sarasswati Puja.

Saraswati adalah dewi yang dipuja dalam Agama Weda. Nama Saraswati tercantum dalam Reg Weda dan juga dalam sastra Purana (kumpulan ajaran dan mitologi Hindu). Ia adalah Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni. Saraswati juga dipuja sebagai Dewi Kebijaksanaan.

Hari Raya Saraswati yaitu hari Sang Hyang Aji Saraswati dengan arti harfiah hari suci Saraswati adalah hari ulang tahun bagi ilmu pengetahuan atau hari diturunkannya ilmu pengetahuan oleh Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Tahu). Perayaan ini jatuh pada tiap-tiap hari Saniscara Umanis wuku Watugunung, yang jatuh setiap 210 hari sekali. Pada hari itu umat Hindu merayakan hari yang penting itu, terutama dilakukan oleh yang berkecimpung di dunia pendidikan, seperti dosen, guru, mahasiswa dan para siswa sekolah.


Penggambaran

Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Ia tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa para pelajar pada kesahajaan. Saraswati dapat digambarkan duduk atau berdiri di atas bunga teratai, dan juga terdapat angsa yang merupakan wahana atau kendaraan suci darinya, yang mana semua itu merupakan simbol dari kebenaran sejati. Selain itu, dalam penggambaran sering juga terlukis burung merak.

Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Di masing-masing lengan tergenggam tiga benda yang berbeda, yaitu:

  • Lontar (buku), adalah kitab suci Weda, yang melambangkan pengetahuan universal, abadi, dan ilmu sejati. Pustaka bisa diartikan memori atau hal-hal tercatat. Secara keseluruhan bisa diartikan seseorang yang telah menyadari keberadaan Saraswati dalam dirinya, akan mampu memaksimalkan fungsi pikiran bawah sadarnya yang merupakan bank data yang tidak terbatas serta mampu membangun struktur/kerangka berpikir yang rasional.
  • Genitri (tasbih), melambangkan kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual. Genitri pada umumnya diartikan ilmu pengetahuan sebagai mata rantai yang tak pernah habis. Genitri dapat juga diartikan sebuah pola gerakan sirkular. Dengan keberadaan ilmu pengetahuan, seseorang mampu melihat pola yang ada di hadapannya, baik berupa pola pikir yang sedang berkembang maupun pola gerak yang sedang terjadi.
  • Wina (kecapi), alat musik yang melambangkan kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan. Wina adalah alat musik petik yang harus dimainkan dengan dua tangan. Wina hanyalah sepotong kayu yang diberi senar, yang jika tidak dimainkan dengan benar, tak akan berarti apa-apa. Jika dimainkan dengan benar, maka wina tersebut akan menghasilkan nada-nada indah yang dapat menciptakan harmoni. Ini bisa diartikan bahwa keberadaan ilmu pengetahuan dalam diri seseorang, tidak akan berguna jika tidak diterapkan atau dipraktekkan. Jika dipahami dan diterapkan dengan benar, ilmu pengetahuan dapat memberi kesejahteraan dan menciptakan harmoni di masyarakat. Kemampuan bersinergi untuk menciptakan harmoni, disebabkan oleh kerangka berpikir yang rasional (tangan kiri memegang pustaka) serta kemampuan membaca pola pikir maupun pola gerakan (tangan kanan memegang genitri). Seseorang yang telah mencapai kesadaran Saraswati, dimanapun dia berada, akan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kesejahteraan umat manusia.

Saraswati berasal dari kata Saras yang berarti aliran atau sesuatu yang mengalir. Bisa juga diartikan mata air, sehingga kata Saras sering juga diartikan sungai. Dewi Saraswati selalu digambarkan duduk di sisi sungai. Dapat dikonotasikan bahwa ilmu pengetahuan bersifat mengalir. Atau dengan bahasa sederhana berarti aliran kesadaran. Penggunaan simbol seorang dewi merupakan penggambaran aspek feminin/pradana, yang dinamis dan selalu bergerak, sesuai dengan sifat ilmu pengetahuan yang juga dinamis dan selalu bergerak. Dewi Saraswati juga merupakan sakti dari Dewa Brahma, dewa yang mewakili daya pengamatan dalam diri manusia. Bisa diartikan ilmu pengetahuan (Saraswati) merupakan hasil dari aspek pengamatan (Brahma yang berkepala empat).

Bunga teratai merupakan bunga yang mampu tumbuh dan hidup di dalam lumpur. Bisa diartikan bahwa seseorang yang telah menyadari keberadaan Saraswati dalam dirinya, mampu hidup dan bertahan, bahkan tampil menjadi yang terbaik dalam kondisi yang terburuk sekalipun.

Angsa merupakan simbol yang sangat populer yang berkaitan erat dengan Saraswati sebagai wahana (kendaraan suci). Angsa juga melambangkan penguasaan atas Wiweka (daya nalar) dan Wairagya yang sempurna, memiliki kemampuan memilah makanan di antara lumpur, memilah antara yang baik dan yang buruk. Angsa berenang di air tanpa membasahi bulu-bulunya, yang memiliki makna filosofi, bahwa seseorang yang bijaksana dalam menjalani kehidupan layaknya orang biasa tanpa terbawa arus keduniawian.

Selain angsa, juga sering terdapat merak dalam penggambaran Dewi Saraswati. Burung merak terkenal dengan keindahan bulunya. Seseorang yang telah menyadari keberadaan Dewi Saraswati dalam dirinya, akan memiliki rasa percaya diri serta memiliki keberanian untuk tampil di hadapan publik. Sebuah rasa percaya diri dan keberanian yang didasari oleh adanya ilmu pengetahuan.

Dari simbol-simbol yang ada, Dewi Saraswati bisa diartikan sebagai wujud manusia yang telah mencapai kesadaran tertingginya, kesadaran akan dirinya yang telah membawa seluruh aspek dari Saraswati. Seseorang yang memiliki struktur dan pola pikir positif dan membangun, yang mampu tampil terbaik dari kondisi yang terburuk sekalipun. Seseorang yang mampu merubah apa yang dianggap sampah oleh kebanyakan orang menjadi emas. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri untuk tampil dan memimpin, yang mampu bersinergi dan menciptakan harmoni. Saraswati merupakan wujud manusia Bali yang sesungguhnya, manusia Bali yang utuh yang memiliki bala (kekuatan).

Demikianlah cara orang Hindu menghormati anugrah Tuhan yang berupa ilmu pengetahuan suci serta kebijaksanaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s