Hari Raya Saraswati – Dalam Konteks Kekinian

Om Swastyastu,

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa setiap enam bulan sekali, umat Hindu khususnya di Bali merayakan hari raya Saraswati. Salah satu hari suci ini, dirayakan setiap hari Sabtu Umanis, Wuku Watugunung. Perayaan Saraswathi di Bali begitu semarak terlebih di sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan, kompak menjadikan Hari Raya Saraswati sebagai hari fakultatif (hari libur kegiatan belajar-mengajar). Hampir di setiap sekolah dan rumah umat Hindu di Bali, diadakan upacara khusus terhadap buku-buku, lontar dan kitab-kitab suci sebagai pemaknaan terhadap turunnya wahyu pengetahuan suci Weda oleh Sang Pencipta kepada para Maharsi Hindu di India.

022214_0109_Saraswati1.jpg

Ilmu pengetahuan tak terbantahkan merupakan pegangan bagi seseorang dalam melangkah dan mencapai tujuan dalam kehidupan. Dalam kehidupan modern seperti saat ini, tak ada orang tua yang membiarkan anak-anak mereka tanpa ilmu pengetahuan. Nyaris setiap orang tua, sesusah apapun keadaan ekonominya, berharap anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi. Persaingan dalam kehidupan ini dimungkinkan untuk dimenangkan hanya oleh mereka yang menguasai ilmu pengetahuan. Dan bagi orang Bali, ilmu pengetahuan sejak mula sudah diagungkan, dihormati dalam suatu persembahan yang hingga kini dikenal dengan Hari Saraswati.

Berkaca dari sejarah turunnya ilmu pengetahuan ini, sudah seyogyanya, segenap generasi muda Hindu di Bali, memaknainya dengan lebih meningkatkan pengetahuan diri terhadap berbagai bidang pelajaran yang diikutinya. Perayaan Saraswati hendaknya tidak berhenti pada ritualitas belaka, namun sudah barang tentu, harus diikuti dengan praktek nyata peningkatan kemampuan sang diri/masing-masing individu pada bidang ilmunya masing-masing.

Saraswati sendiri merupakan sakti dari Dewa Brahma, digambarkan sebagai seorang dewi cantik jelita, bertangan empat, semuanya memegang simbol ilmu pengetahuan. Tangan kanan belakang memegang genitri, dan tangan kiri belakang memegang pustaka. Sementara dua tangan di depan memegang alat musik dalam posisi memainkan. Sang Dewi duduk di atas bunga teratai, ditemani seekor angsa dan seekor burung merak yang sedang melebarkan ekornya, memperlihatkan keanggunannya.


Saraswati – Merenungi Kecantikan Ilmu Pengetahuan

Kenapa Ilmu Pengetahuan dilambangkan dengan wanita cantik? Ilmu pengetahuan diibaratkan demikian karena memang menarik umat manusia untuk mendekat, mempelajarinya. Dewi Saraswati sejatinya adalah “Sakti” dari Dewa Brahma, simbul pencipta alam semesta. Secara filosofis, segala macam bentuk penciptaan semuanya bersumber pada ilmu pengetahuan. Dengan dilambangkan dengan kecantikan diharapkan umat manusia yang masih diliputi awidya atau kegelapan, mampu melepaskan diri untuk bangkit mencapai pencerahan dan penerangan lahir dan bathin.


Ilmu Pengetahuan Kini dan Nanti

Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesatnya. Kalau zaman dulu kita mengenal Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, dan lain-lain, saat ini pun demikian, tengok saja perkembangan teknologi nuklir, komputer yang semakin canggih. Nama-nama seperti Bill Gates, penemu Microsoft, BJ Habibie – perintis pesawat terbang di Indonesia, merupakan salah satu contoh betapa dari ketekunan mereka mempelajari ilmu pengetahuan akan berdampak sangat besar bagi kehidupan umat manusia. Disisi lain, harus diakui, perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian pesat, juga telah banyak menimbulkan efek-efek negatif. Seperti contoh: perlombaan senjata nuklir, perang dingin, cyber crime, video porno dan lain-lainnya telah membuat kita berpikir, apakah ilmu pengetahuan itu salah? Jawabannya tentu tidak, yang salah adalah individu-individu yang mempraktekkan ilmu pengetahuan. Sama halnya dengan ilmu kesaktian/Leak di Bali. Sesungguhnya tidak ada ilmu hitam ataupun putih namun orangnyalah yang membuat dia berubah warna. Mau hitam atau putih, tergantung orangnya.


Saraswati – Refleksi Mendalam

Hendaknya perayaan Saraswati yang tepatnya jatuh pada hari ini tanggal 8 Maret 2014 ini, dipakai sebagai media perenungan terhadap hakekat sang diri, dalam memaknai ilmu pengetahuan itu sendiri. Proses penggalian pengetahuan itu hendaknya dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Niscaya, temuan-temuan baru yang berguna bagi kehidupan umat manusia, seperti penemuan obat virus Flu Babi, virus Flu Burung, penangkal virus HIV, atas seizin Tuhan Yang Maha Kuasa dapat terjadi dalam waktu yang tidak begitu lama.

Selamat Hari Raya Saraswati, Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru!

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s