Saraswati – Yadnya Terhadap Ilmu Pengetahuan

Hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung 8 Maret 2014 merupakan hari dan wuku terakhir yang dikenal dengan Hari Saraswati. Pada hari suci ini di hadapan pelinggih pura-pura seluruh Bali berkumpullah umat Hindu terutama hadir sebagian besar para pelajar yang melakukan persembahyangan. Mereka berkumpul untuk menghaturkan sembah bhaktinya kepada Sang Hyang Widhi Wasa, menghaturkan puja dan puji atas diturunkannya ilmu pengetahuan “Widya dan Dharma” kepada umat manusia ciptaannya yang patut dihayati dan diamalkan ilmu pengetahuannya dan pendidikan yang dianugerahkannya.

Makna hari Suci Saraswati ini tidak jauh dari penghayatan umat manusia akan hakekat ilmu pengetahuan.

Kata Saraswati berarti sesuatu yang essensi, yang merupakan hakekat dari kebenaran dan kebijaksanaan. Saraswati berarti sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, yang mengalir tiada hentinya. Sang Hyang Widhi dalam prabawa sakti Saraswati ini adalah Hyang Hyangning Pangeweruh. Karena itu, oleh para Maharesi Beliau di “NIYASA” (dibayangkan), sebagai seorang Dewi yang amat cantik rupawan, “catur bhuja” (bertangan empat ), yang masing-masing memegang pustaka (keropak), kembang padra, genitri, wina atau damara, yakni sejenis gitar atau gendang kecil dibelakangnya bertengger seekor merak, dan biasanya didekatnya nampak beberapa ekor angsa.

Adapun arti terkandung dari perlambang tersebut adalah :

  • Dewi/wanita cantik, melambangkan bahwa ilmu pengetahuan adalah mulia, luhur dan menarik.
  • Catur bhuja, melambangkan bahwa ilmu pengetahuan yang diturunkan oleh Sang Hyang Widhi tak terbatas dan sangat kuasa.
  • Padma, melambangkan bahwa hakekat ilmu pengetahuan adalah suci.
  • Pustaka, melambangkan bahwa Sang Hyang Widhi adalah sumber ilmu pengetahuan (weda).
  • Genitri, melambangkan bahwa ilmu pengetahuan tiada hentinya, juga media konsentrasi kepada Sang Hyang Widhi.
  • Wina, melambangkan bahwa ilmu pengetahuan adalah memiliki nilai seni (estetika), sehingga mengasikkan untuk mempelajarinya.
  • Merak, melambangkan bahwa mereka yang memiliki ilmu pengetahuan menampakkan kewibawaan/keagungan.
  • Angsa, melambangkan bahwa hakekat ilmu pengetahuan adalah bijaksana.

Ilmu pengetahuan yang diperlambangkan, sebagai dedikasi dan bhakti umat manusia kepada Sang Hyang Widhi yang telah menurunkannya. Selanjutnya perlu ditinjau makna Saraswati Yadnya yang diselenggarakan itu.

Memperhatikan upakara, upacara dan rangkaian hari-hari Saraswati yang kita rayakan, makna Saraswati Puja adalah sebagai berikut : Manusia diciptakan NYA, mempunyai suatu kelebihan yang luar biasa bila dibandingkan dengan makluk hidup lainnya. Dengan pikiran dan kemampuan yang dimiliki, umat manusia sanggup dan wajib memanfaatkan wara nugraha pangweruh yang diturunkan-Nya kepada umatnya untuk meningkatkan kehidupan rohani demi tercapainya cita-cita suci “moksa dan jagadhita” (kebahagiaan dan kesejahteraan lahir bathin).

Tentang kewajiban untuk meningkatkan kerokhanian umat, dalam Bhagawad-gita disebutkan antara lain menyebutkan : seseorang harus meningkatkan dirinya dengan jalan memakai kemampuan pikirannya, jangan menurunkan derajat dirinya karena pikiran adalah teman bagi atma yang terikat, tetapi pikiran itupun musuhnya juga.

Demikianlah Bhagawadgita menekankan bahwa dengan kemampuan pikiran, dalam hal ini adalah meningkatkan pendidikan, mengejar ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan akan merupakan teman yang baik untuk mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik dan pahala dari ilmu pengetahuan yang memberikan hikmah dalam kehidupan sehari-hari yang harus dicari, ditimba seumur hidup (long life education) harus diamalkan untuk kemanusiaan.


Peranan Pengetahuan

Dengan ilmu pengetahuan orang dapat hidup lebih baik, lebih nyaman dan bahagia. Tetapi dengan ilmu pengetahuan pula, jutaan orang dapat juga dibuat gelisah dan hidup sengsara. Ilmu pengetahuan yang merupakan wara nugraha Nya, sesungguhnya adalah netral. llmu pengetahuan akan menjadi baik dan berguna bagi manusia di tangan orang yang baik dan cinta kepada sesama manusia dan kemanusiaan.

Ilmu pengetahuan dapat menjadi kejam dan ganas di tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu watak dan moral serta dan terutama adalah kerokhanian agama harus selalu berjalan di depan dan memberi arah kepada ilmu pengetahuan.

Bersyukurlah kita, bahwa cita-cita Nasional sebagai disebutkan di dalam Pembukaan UUD 1945 adalah antara lain: untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan oangsa dan seterusnya. Maka peranan ilmu pengetahuan dan pendidikan di negara kita tidak dapat diabaikan. Tentang hal tsb, diatur dalam bab XIII, tentang pendidikan (pasal 51) yaitu:

Tiap-tiap Warga negara berhak mendapatkan pengajaran dan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang-undang.

Sedangkan pasal 32 UUD 45 mengatakan Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Demikianlah bahwa ilmu pengetahuan dan pendidikan sangat penting artinya.

Untuk jelasnya pengertian tentang pembangunan pendidikan di negara kita, baiklah kami petikan GBHN bidang pendidikan, antara lain sebagai berikut :

Pendidikan nasional berdasarkan atas Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kesadaran, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa.

Demikian jelas dasar dan tujuan pendidikan nasional, sebagai apa yang dikemukakan tadi, kini patutlah berusaha untuk mengerti akan makna serta mampu untuk ‘menghayati arti pendidikan.’

Alangkah sia-sianya semua langkah bila hari-hari yang telah lewat tanpa diusahakan untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan yang telah miliki baik formal, informal maupun nonformal.

Tempat untuk memajukan diri tidak harus di sekolah ataupun di dalam kampus, justru di dalam masyarakat jauh lebih banyak dapat mengembangkan diri kita.

Oleh karena itu melalui tulisan ini diserukan kepada seluruh umat Hindu Dharma dimanapun berada, hendaknya pembangunan di bidang pendidikan jangan diabaikan, namun harus sejalan dengan bidang-bidang pembangunan lainnya. Hendaknya Saraswati yadnya yang diselenggarakan dapat memberi hikmah guna meningkatkan dedikasi kepada ilmu pengetahuan dan pendidikan sebagai perwujudan maha terima kasih umat kepada Sang Hyang Widhi Wasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s