Sanitasi – Analisis Jaringan Air Bersih

KONDISI EKSISTING JARINGAN AIR BERSIH

Penyediaan dan pengelolaan air bersih di Kabupaten Badung pada saat ini terbagi atas sistem jaringan perpipaan yang dikelola oleh PDAM dan sistem non perpipaan yang dikelola kelompok-kelompok pengelola. Jaringan perpipaan di wilayah perkotaan dikelola oleh PDAM dan untuk wilayah pedesaaan dikelola oleh kelompok-kelompok masyarakat.

Unit Air Baku

Sistem penyediaan air baku wilayah Kabupaten Badung menggunakan jenis sumber mata air dan air tanah dalam. Kapasitas air terbangun untuk unit air baku sendiri untuk 6 kecamatan di Kabupaten Badung disajikan pada tabel berikut :



























Unit Produksi

Kapasitas produksi di wilayah Kabupaten Badung menggunakan jenis produksi gravitasi dan pompa dengan jenis pengolahan secara umum menggunakan chlorinasi. Pelayanan air bersih di Kabupaten Badung sudah menjangkau ke 6 kecamatan di Kabupaten Badung. Kapasitas produksi untuk unit produksi pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Badung disajikan pada tabel berikut :

































Unit Distribusi

Tabel berikut menunjukkan panjangnya distribusi pipa air besih PDAM pada masing-masing Kecamatan di Kabupaten Badung.




































Jaringan transmisi dan distribusi air minum Kabupaten Badung tidak hanya bersumber dari air sungai tetapi juga diambil dari mata air, air tanah dan air pegunungan. Sumber-sumber air tersebut langsung dialirkan ke reservoir penampungan. Berikut adalah skema pengaliran transmisi di Kabupaten Badung:

  1. Kecamatan Petang : wilayah ini dominan menggunakan sumber air bersih dari mata air. Wilayah pelayanannya yaitu Desa Petang, Pangsan dan Desa Carang sari menggunakan reservoar Angantiga, Sekar Mukti dan Getasan.
  2. Kecamatan Abiansemal : wilayah ini dominan menggunakan sumber air bersih dari air tanah dalam. Wilayah pelayanannya yaitu Desa Abiansemal, Desa Bongkasa, Desa Taman, Desa Gerih dan Desa Sangeh menggunakan reservoar Sangeh, Ketogan, Bongkasa, Blahkiuh dan Gerana.
  3. Kecamatan Mengwi : wilayah ini dominan menggunakan sumber air bersih dari air tanah dalam. Wilayah pelayanannya yaitu Desa Sembung, Desa Kuwum menggunakan reservoar Kuwum, Balangan dan Sayan.
  4. Kecamatan Kuta Utara : wilayah ini dominan menggunakan sumber air bersih dari air tanah dalam. Wilayah pelayanannya yaitu Kuta Utara (Badung Kota) menggunakan reservoar Belusung dang Anggungan.
  5. Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan : wilayah ini dominan menggunakan sumber air bersih dari air tanah dalam. Wilayah pelayanannya yaitu Kuta dan Kuta Selatan menggunakan reservoar Belusung dan Estuary.

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Badung tahun 2010, sumber air minum non perpipaan di wilayah perkotaan berada di wilayah Kecamatan Mengwi, Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan, dengan menggunakan jenis sumber air dari SGL dan sumur bor. Prosentasi pelayanan penyediaan air minum perkotaan dengan menggunakan jaringan non perpipaan sebesar 55,71 % yang dilihat dari jumlah kepala keluarga (KK) yang terlayani.

KEBUTUHAN AIR MINUM

Kebutuhan air minum akan meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk atau kegiatannya, untuk mengantisipasi kebutuhan ini dilakukan perencanaan dengan melakukan prediksi laju pertambahan penduduk dan sarana-sarana pendukung kehidupannya. Jumlah penduduk masa datang diramalkan dengan proyeksi, kemudian ditentukan kebutuhan perkapitanya. Kedua faktor ini merupakan parameter penentu kebutuhan air untuk rumah tangga (domestik), selain kebutuhan air untuk non rumah tangga (non domestik). Proyeksi kebutuhan air total merupakan penjumlahan dari kebutuhan air domestik, non domestik ditambah sejumlah kehilangan air yang tidak dapat ditanggulangi, baik secara teknis maupun non teknis.

Kebutuhan air domestik dipengaruhi oleh jumlah dan kapasitas fasilitas-fasilitas setiap rumah (SR) yang ada. Asumsi kebutuhan air domestik berdasarkan jumlah sambungan dan prosentase pelayanan sistem yang ada. Berdasarkan tingkat pelayanan yang ada sekarang dan faktor-faktor tersebut di atas maka dapat diperkirakan proyeksi prosentase pelayanan pada tahun-tahun yang akan datang. Kebutuhan air non domestik dipengaruhi oleh jumlah dan kapasitas fasilitas-fasilitas kota yang ada. Asumsi kebutuhan air non domestik diperkirakan sebesar 10 – 25 % dari kebutuhan domestik. Berdasarkan tingkat pelayanan yang ada sekarang dan faktor-faktor tersebut datas maka dapat diperkirakan proyeksi prosentase pelayanan pada tahun-tahun yang akan dating

Konsumsi Air Minum

Konsumsi air untuk masing-masing golongan pelanggan di wilayah PDAM Kabupaten Badung diperlihatkan pada tabel di bawah ini.

——

Tingkat konsumsi air di Kabupaten Badung didominasi oleh sambungan rumah. Dimana konsumsi air SR pada tahun 2011 sebesar 11.515.335 m3. Seperti halnya produksi air yang menurun begitu pula dengan konsumsi air juga mengalami penurunan dari tahun 2010 sebesar 7,5 %. Tingkat konsumsi air di Kabupaten Badung dapat dilihat pada grafik berikut :

Rasio NRW

Dengan melihat produksi dan konsumsi air di PDAM Badung maka nilai NRW (Non Revenue Water) dapat ditentukan. Hal ini diperlihatkan pada tabel dibawah ini.

Dari nilai NRW pada tabel, maka rata-rata rasio NRW untuk empat tahun terakhir diperoleh 15,25 %. Setiap tahun ratio NRW PDAM Kabupaten Badung mengalami kenaikan dan pada tahun 2011 berada diatas rata-rata yaitu 21,22 %.


PROYEKSI KEBUTUHAN AIR MINUM

Dalam suatu sistem penyediaan air bersih biasanya tidak seluruh air yang diproduksi sampai kepada konsumen akibat adanya kebocoran di instalasi, jaringan pipa transmisi ataupun distribusi, alat meter air, kesalahan administrasi dan juga untuk pemadam kebakaran atau penyiraman tanah yang disebut kehilangan air. Kehilangan air pada sistem ini diusahakan sekecil mungkin dan dalam perencanaan suatu sistem yang baru, ditargetkan sebesar 25 % dari Konsumsi atau 20 % dari Produksi.

Tabel berikut menunjukkan proyeksi jumlah kebutuhan air minum domestik untuk Kabupaten Badung. Dari tabel proyeksi jumlah kebutuhan air tersebut dapat diketahui bahwa jumlah kebutuhan air minum Kabupaten Badung pada tahun-tahun mendatang meningkat seiring dengan peningkatan penduduk di masing-masing wilayah. Oleh karena itu perlu dilakukan penambahan kapasitas produksi air bersih dengan mengoptimalkan sumber air baku yang telah digunakan selama ini atau dengan menggunakan sumber air baku baru. Proyeksi kebutuhan air total tertinggi hingga tahun 2017 berada di wilayah Kecamatan Mengwi dengan proyeksi kebutuhan air minum sebesar 338,38 l/dt. Sedangkan dari tahun 2012 sampai akhir tahun proyeksi yaitu tahun 2032 kebutuhan air minum tertinggi berada di Kecamatan Kuta Selatan sebesar 340,54. Wilayah dengan kebutuhan air minum terkecil berada di Kecamatan Petang yaitu sebesar 430,54 l/dt.


Evaluasi Kebutuhan Air Minum

Evaluasi kebutuhan air minum diperoleh dengan membandingan ketersediaan air pada tahun 2011 dengan proyeksi kebutuhan air pada tahun 2012 dan proyeksi 20 tahun rencana. Data produksi Air PDAM tahun 2011 berdasarkan Data Teknik PDAM Kabupaten Badung sebesar 1103 l/dt. Proyeksi pada tahun 2012 sebesar 1249.86 l/dt dan seterusnya meningkat sampai pada akhir tahun proyeksi selama 20 tahun sebesar 1797,15 l/dt. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan air minum hingga tahun pada tahun 2012 masih belum mampu melayani Kabupaten Badung, karena terdapat kekurangan sumber air sebesar 146,86 l/dt dan untuk memenuhi kebutuhan pada tahun 2032 diperlukan tambahan sumber air sebesar 694,15 l/dt.

PERMASALAHAN AIR MINUM

Permasalahan dan kendala penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Badung antara lain :

Aspek Teknis

  • Efektifitas produksi, disebabkan oleh kapasitas idle IPA, menurunnya debit sumur dalam dan lokasi sumber air baku di luar wilayah administrasi Kabupaten Badung
  • Permasalahan kehilangan air, disebabkan oleh kondisi jaringan pipa yang sudah tua, sambungan ilegal, kondisi meter air pelanggan yang tidak standaR dan akurasi pembacaan meter air pelanggan

Aspek Manajemen

  • Rasio pelanggan industri dan niaga yang terlalu kecil, disebabkan oleh banyaknya kelompok industri dan niaga yang masih menggunakan air bawah tanah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s