Pengelompokan Pura

Lanjutan dari Pengertian Pura

Dari berbagai jenis Pura yang ada di Bali, dapatlah dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan Fungsi Pura
  2. Berdasarkan kerakter atau sifat kekhasannya


Berdasarkan Fungsi Pura

  • Pura yang berfungsi untuk memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasi-Nya.
  • Pura yang berfungsi untuk memuja roh suci leluhur/betara.
  • Pura yang berfungsi ganda, yaitu selain untuk memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dan juga untuk memuja roh suci leluhur atau Betara. Hal ini dimungkinkan karena mengingat adanya kepercayaan setelah upacara penyucian, roh leluhur tersebut telah mematuhi atau mencapai tingkatan Siddhi Dewata, memasuki alam Dewata.

Berdasarkan Karakter atau Sifat Kekhasannya.

Atas dasar dari fungsi pura tersebut di atas dapatlah diperinci lebih jauh berdasarkan corak atau kekhasan, yang dapat diketahui berdasarkan penyiwi. Penyiwi suatu pura terkelompok dalam berbagai jenis ikatan seperti : ikatan sosial, politik, ekonomi dan geneologis.

Ikatan sosial antara lain, berdasarkan ikatan wilayah tempat tinggal (teritorial), ikatan pengakuan atas jasa guru suci (Dang Guru). Ikatan politik yang berdasarkan kepentingan penguasa dalam usaha menyatukan masyarakat dan wilayah kekuasaannya. Ikatan ekonomi, yaitu berdasarkan kepentingan sistem mata pencaharian hidup, seperti : bertani, berdagang dan nelayan. Ikatan Geneologis, adalah berdasarkan garis kelahiran dan dengan perkembangan lebih lanjut.

Berdasarkan atas ciri-ciri tersebut, maka terdapatlah beberapa kelompok Pura, seperti :

  1. Pura Umum

    Pura ini mempunyai ciri umum sebagai tempat suci untuk memuja Sanghyang Widhi Wasa dengan segala manifestasi-Nya. Pura yang tergolong umum adalah sebagai tempat pemujaan oleh seluruh umat Hindu, sehingga sering disebut Kahyangan Jagat. Yang termasuk kelompok ini adalah Pura Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan.

  2. Pura Teritorial/Pura Desa

    Pura ini mempunyai ciri kesatuan wilayah sebagai tempat pemujaan dari anggota dari masing-masing banjar atau desa tertentu yang diikat oleh kesatuan wilayah. Pura yang termasuk kelompok ini adalah Kahyangan Tiga, yakni : Pura Puseh, Pura Desa Bale Agung dan Pura Dalem.

  3. Pura Fungsional/Swagina

    Pura ini mempunyai kerakter fungsional, dimana umat penyiwinya terikat oleh kekaryaan karena mempunyai profesi yang sama dalam sistem mata pencaharian hidup, seperti : bertani, berdagang dan nelayan. Pura yang termasuk kelompok ini, yaitu : Pura Subak, yakni penyiwinya berprofesi bertani. Pura Melanting, yang penyiwinya berfungsi berdagang. Pura Segara, yang penyiwinya berfungsi sebagai nelayan.

  4. Pura Kawitan/Swawandhu

    Pura ini mempunyai kerakter yang ditentukan oleh adanya ikatan leluhur, berdasarkan garis keturunan. Pura sejenis ini sering disebut Padarman yang merupakan perkembangan dari Pura Warga atau Klen. Pura yang sejenis dengan itu disebut juga dengan Pura Kawitan, karena merupakan suatu tempat pemujaan terhadap roh suci leluhur dari masing-masing kelompok atau kekerabatan. Yang termasuk kelompok ini adalah : Pura Dadia, Pura Paibon, Pura Panti, Sanggah Pamrajan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s