Kedudukan Wanita Dalam Masyarakat Hindu

Pendahuluan

Pengetahuan tentang kedudukan kaum wanita dalam masyarakat merupakan suatu perhatian khusus, terutama bagi penilai-penilai masyarakat, karena pada umumnya kedudukan kaum wanita pada masyarakat itu dapat dipandang sebagai bias untuk mengetahui maju mundurnya masyarakat. Pengetahuan tentang kedudukan kaum wanita teristimewa dalam masyarakat Hindu, memberikan penjelasan-penjelasan yang amat menarik perhatian. Dalam pembahasan-pembahasan yang telah dilakukan, pengetahuan kita tentang wanita dan kedudukan mereka ataupun sikap masyarakat terhadap mereka memang sangat sedikit sekali kita ketahui. Tetapi mengingat persoalan kedudukan wanita dalam masyarakat, memang merupakan hal-hal yang memberikan cermin tentang kedudukan kemajuan masyarakat, maka di bawah ini akan mendapat penjelasan-penjelasan tentang kedudukan wanita dan sikap masyarakat Hindu terhadap kaum wanita.

Continue reading

Advertisements

Kisah Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling

Hiduplah seorang Pangeran yang bertempat tinggal di Gunung Kila, yang bernama Pangeran Jumpungan. Pangeran Jumpungan menjadi seorang Pendeta, sehingga mempunyai gelar Dukuh. Dukuh Jumpungan memiliki keahlian dalam hal membuat perahu, sehingga beliau membuat loloan di Nusa Penida dan di Ceningan. Dukuh Jumpungan mempunyai istri yang bernama Ni Puri. Dari perkawinannya ini melahirkan Pangeran Merja. Pangeran Merja mempunyai istri yang bernama Ni Luna, dari perkawinannya terlahir Pangeran Undur dan seorang putri yang bernama Dyah Ranggini. Pangeran Undur mempunyai istri bernama Ni Lumi, sedangkan sang putri diambil istri menjadi permaisuri oleh Dalem Sawang. Dari perkawinan Pangeran Undur lahirlah Pangeran Renggan. Keturunan Dukuh Jumpungan yang lain adalah Pangeran Jurang yang beristri Ni Jarum bertempat di Bukit Biye, Ni Luh Puri di Goa Lawah, Pangeran Yangga di Padang, Ni Runa di Sakenan dan Pangeran Cenes di Segara.

rangda

Continue reading

Mangupura – Kota Yang Menawan Hati

Arti dan Pengertian Pura

Istilah Pura yang dipakai sekarang sebagai nama tempat suci bagi umat Hindu. Berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu dari urat kata “pur” yang berarti kota, benteng atau kota yang berbenteng (Max Muller, 1974 : 168). Pura sebagai istilah nama tempat suci, agaknya timbul belakangan. Sebelum dipergunakan kata Pura untuk menyebut tempat suci, dipergunakan istilah Hyang, Kahyangan atau Parhyangan.

mangupur

Continue reading

Sering Lembur ? Tips Sehat Saat Lembur

Bekerja lembur/begadang hingga tengah malam seringkali membuat tubuh tidak fit dan gampang sakit. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan agar kondisi tubuh tetap bugar meski kurang tidur di malam hari?

Berikut ini adalah beberapa tips sehat untuk anda yang sering begadang / lembur kerja. 🙂

Tidur Siang yang Cukup

Saat merencanakan untuk bergadang pada malam hari, tidur siang yang cukup harus dimasukkan agenda hari sebelumnya. Masalahnya, hal itu tidak bisa dilakukan ketika sibuk dengan pekerjaan pada siang harinya.

Continue reading

Lembur ? Haruskah…

Bila setiap hari Anda adalah orang terakhir yang meninggalkan kantor, mungkin karier Anda cepat meningkat tetapi jam-jam ekstra yang Anda habiskan di kantor juga berpengaruh bagi kesehatan. Dalam studi yang dirilis belum lama ini terungkap bahwa pekerja yang bekerja 11 jam setiap hari beresiko tinggi menderita depresi dibandingkan orang yang jam kerjanya standar, yakni sekitar 7-8 jam per hari. Hasil riset tersebut menambah daftar lain dari dampak buruk kerja lembur bagi kesehatan.

Untunglah, waktu dua hari di akhir pekan bisa membantu kita mengurangi dampak stres dari jam-jam panjang yang dihabiskan di kantor, itupun kalau tidak ada perintah mendadak untuk berkerja di akhir pekan.

Continue reading

Pan Kasim dan Ular

Alkisah, di suatu desa di Bali, pernah ada sepasang suami istri. Si suami bernama Pan Kasim dan si istri bernama Men Kasim. Kedua hidup dalam kondisi yang papa yang mengandalkan pekerjaan sebagai pencari kayu bakar, untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu ketika Pan Kasim menolong seekor ular. “Tolong, tolong, pohon ini menutupi lubangku. Aku jadi tidak bisa keluar,” jerit ular dari dalam lubangnya.

Continue reading

Asal Muasal Bukit Catu

Dulu kala ada sebuah desa di Bali. Orang-orang bekerja sebagai petani. Salah satu seorang dari petani itu bernama Jurna. Dia adalah seorang petani yang rajin, yang selalu memiliki panen besar. Namun, dia tidak pernah puas. Dia ingin memiliki panen yang lebih baik dan lebih baik.

bukitcatu1

“Aku akan berjanji untuk dewa. Jika mereka memberikan saya lebih baik daripada panen saya miliki sekarang, saya akan memberi mereka persembahan dan saya akan berbagi panen ke tetangga,” kata Jurna pada istrinya.

“Saya setuju. Tapi ingatlah, Bapak harus memenuhi janji Bapak sendiri,” sahut istrinya.

Continue reading