Sanitasi – Rencana Sistem Pengelolaan Sampah

Sistem pengelolaan sampah meliputi pengelolaan sampah dan penanganan sampah.


Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah meliputi:

  1. Sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga khususnya pada kawasan perkotaan, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik, pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten;
  2. Sampah sejenis sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kawasan komersial, kawasan pariwisata, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang terdapat pada kawasan perkotaan, pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten; dan
  3. Sampah spesifik, yaitu sampah yang sifat dan jenisnya memerlukan penanganan khusus, pengelolaannya dilaksanakan sendiri oleh pemilik sampah, meliputi:
    • sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun;
    • sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun;
    • sampah yang timbul akibat bencana;
    • puing bongkaran bangunan;
    • sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan
    • sampah yang timbul secara tidak periodik.

Pengelolaan sampah dilaksanakan melalui :

Pengurangan sampah, yaitu untuk sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pembatasan timbulan sampah (reduce) dari sumbernya, pendauran ulang sampah (recycle); dan/atau pemanfaatan kembali sampah (reuse);

Penanganan sampah, yaitu dikembangkan dengan teknologi ramah lingkungan dan harus memenuhi standar pelayanan optimal dilakukan melalui:

    • pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah dari sumbernya sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah;
    • pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu;
    • pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir dengan alat angkut yang terpisah menurut jenis dan sifat sampah;
    • pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah;
    • pemrosesan akhir sampah dengan mengoptimalkan pengelolaan sampah pada Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar,Tabanan) yang terletak di TPA Suwung (wilayah Kota Denpasar); dan
    • metode pengolahan sampah di TPA Suwung dilakukan melalui sanitary landfill.

Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan kerjasama antar pemerintah daerah atau melalui kemitraan dengan badan usaha pengelolaan sampah menuju pelayanan yang profesional.

Penanganan Sampah

Penanganan sampah ditunjang oleh sarana dan prasarana persampahan, meliputi:

  1. Sarana dan prasarana sampah lingkungan dan kawasan, dikembangkan untuk menampung dan memilah sampah kegiatan masyarakat pada kawasan permukiman, kawasan pusat perkantoran, perdagangan dan jasa, fasilitas umum, fasilitas sosial, fasilitas lainnya dan kawasan lindung;
  2. Sarana dan prasarana tempat penampungan sementara (TPS), dikembangkan sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu;
  3. Sarana dan prasarana tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), dikembangkan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan dan pemrosesan akhir sampah, terbagi dalam beberapa daerah pelayanan sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan pengelolaan sampah serta mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke TPA;
  4. Sarana dan prasarana tempat pemrosesan akhir (TPA) dikembangkan sebagai tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan;
  5. Sarana dan prasarana pengelolaan sampah drainase/sungai, dikembangkan untuk membersihkan sampah dari badan-badan air dan mencegah sampah menumpuk di aliran sungai, estuary dam atau Kawasan Teluk Benoa; dan
  6. Sarana dan prasarana sampah spesifik dikembangkan untuk mencegah pencemaran udara, tanah, dan air serta meningkatkan kualitas lingkungan.

Kriteria Sistem Jaringan Prasarana Persampahan

Pengurangan sampah ditetapkan dengan kriteria :

Pembatasan timbunan sampah (reduse) dengan kriteria :

  • pengurangan timbunan sampah mulai dari sumbernya;
  • tersedia sekurang-kurangnya 2 (dua) buah pewadahan sampah setiap rumah untuk sampah organik dan sampah anorganik; dan
  • terpasang sekurang-kurangnya 2 (dua) buah alat pengomposan per rumah.

Pendauran ulang sampah (reuse) dengan kriteria :

  • diarahkan untuk perkuatan jaringan konsumen, pemulung, lapak dan industri daur ulang; dan
  • mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pemanfaatan kembali sampah (recycle) dengan kriteria :

  • pemanfaatan kembali sampah menjadi produk yang bernilai guna; dan
  • membuka peluang usaha dan peluang kerja.

Penanganan sampah ditetapkan dengan kriteria :

Pemilahan sampah dengan kriteria :

  • pemilahan sampah antara sampah organik dan non organik dimulai dari sumber timbunan sampah dengan menyediakan sekurang-kurangnya 2 (dua) pewadahan per rumah;
  • wadah sampah organik untuk mewadahi sampah sisa sayuran, sisa makanan, kulit buah-buahan dan daun-daunan menggunakan wadah dengan warna gelap; dan
  • wadah sampah anorganik untuk mewadahi sampah jenis kertas, kardus, botol, kaca, plastik dan lain-lain menggunakan wadah warna terang.

Pengumpulan sampah dengan kriteria :

  • sampah dari sumber timbunan sampah dikumpulkan pada tempat yang bahan rapat air dan tidak diijinkan membuang sampah pada tempat terbuka;
  • kapasitas tempat sampah lingkungan rumah tangga memiliki volume sekurang-kurangnya 0,02 m3;
  • sampah dikumpulkan pada TPS atau kontainer sampah yang telah ditentukan, mudah dicapai oleh petugas kebersihan dan tidak mengganggu lalu lintas;
  • pengumpulan sampah harus dilakukan secepat mungkin dan menjangkau seluruh kawasan perkotaan termasuk kawasan permukiman, niaga, fasilitas umum dan tempat-tempat wisata sesuai waktu yang telah ditentukan; dan
  • sampah yang terkumpul pada TPS diangkut ke TPA dalam waktu kurang dari 24 (dua puluh empat) jam.

Pengangkutan sampah dengan kriteria :

  • pengangkutan sampah menggunakan sarana angkut yang disesuaikan dengan volume sampah, jenis sampah dan akses menuju tempat pengumpulan sampah;
  • sarana pengangkutan sampah memenuhi standar keamanan, kebersihan dan estitika;
  • kapasitas sarana pengangkutan sampah meliputi : gerobak 1 m3/200 KK, kontainer 1 m3/200 KK, truk sampah 6 m3/700 KK, truk sampah 8 m3/1000 KK, arm roll truck dan kontainer 8 m3/1000 KK, compactor truck 8 m3/1200 KK;
  • pengangkutan sampah dilakukan pada rute dan waktu yang telah ditentukan sebanyak-banyaknya 2 (dua) rit dalam sehari guna menghindari kemacetan lalu lintas; dan
  • pengangkutan dan penanganan akhir sampah B3 dilakukan secara terpisah.

Pengolahan sampah dengan kriteria :

  • pengolahan sampah dilakukan mulai dari sumber timbunan sampah perumahan dan sampah non perumahan, TPS dan di TPA;
  • pengolahan sampah di sumber timbunan dilakukan dengan teknologi yang ramah lingkungan, biaya investasi terjangkau dan bernilai guna;
  • pengolahan sampah di TPS dan TPA menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, efisien dan efektif; dan
  • pengolahan sampah harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengenai tata cara teknik pengelolaan sampah perkotaan dan peraturan mengenai tata cara pengelolaan sampah di permukiman.

Pemrosesan akhir sampah dengan kriteria :

  • dilakukan di TPA dengan metode yang sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan kapasitas TPA;
  • sampah organik seperti sampah sisa sayuran, sisa makanan, kulit buah-buahan dan daun-daunan diproses menjadi kompos atau produk lainnya yang bernilai guna;
  • sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang seperti kaca, keramik, porcelin dan sejenisnya dapat ditimbun di TPA;
  • sampah anorganik yang bisa didaur ulang seperti plastik, kertas, botol plastik dan sejenisnya diarahkan ke fasilitas pengepakan;
  • sampah bahan bahaya dan beracun (B3) dan sampah spesifik lainnya diproses menggunakan teknologi yang aman dan ramah lingkungan; dan
  • satu TPA melayani sekurang-kurangnya 100.000 (seratus ribu)  penduduk dengan peralatan berat meliputi  buldozer, wheel loader dan excavator.

Sarana dan prasarana persampahan ditetapkan dengan kriteria :

Sarana dan prasarana sampah lingkungan dan kawasan dengan kriteria:

  • tersedia fasilitas pemilahan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan sampah serta peningkatan efektivitas program 3R (reuse, reduce, recycle);
  • mudah dijangkau oleh angkutan sampah;
  • memperhatikan aspek estetika dan arsitektur lingkungan/kawasan;
  • memperhitungkan volume sampah dan jangkauan pelayanan;
  • mencegah perembesan air lindi ke dalam air tanah, mata air dan badan air;
  • mengendalikan dampak akibat bau, lalat, tikus dan serangga lainnya; dan
  • memperhitungkan dampak kesehatan terhadap lingkungan sekitar.

Sarana dan prasarana tempat penampungan sementara (TPS), dengan kriteria:

  • melibatkan peran masyarakat terutama dalam pemilihan lokasi dan penyediaan lahan di dekat/sekitar masyarakat yang dilayani;
  • tidak berada pada lahan RTH atau sempadan badan air;
  • memperhatikan aspek lingkungan dan estetika;
  • memperhitungkan volume sampah dan jangkauan pelayanan;
  • mudah dijangkau kendaraan angkutan sampah;
  • berada pada lokasi yang aman terhadap kegiatan lain dengan memperhatikan jarak bebas dan jarak aman;
  • mencegah perembesan air lindi ke dalam air tanah, mata air dan badan air;
  • memperhitungkan dampak kesehatan terhadap lingkungan sekitar; dan
  • mengendalikan dampak akibat bau, lalat, tikus dan serangga lainnya;

Sarana dan prasarana tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), dengan kriteria :

  • memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar;
  • memaksimalkan kegiatan pengolahan dan/atau 3R (reduce, reuse, recycle) sampah yang menghasilkan revenue;
  • memperhatikan aspek kelayakan pembiayaan dan kewajiban pemerintah kabupaten;
  • memperhatikan jarak pencapaian dan ketersediaan fasilitas yang ada; dan
  • memperhatikan kecukupan ketersediaan lahan termasuk untuk zona penyangganya (bufferzone).

Sarana dan prasarana tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan kriteria :

  • dilengkapi dengan fasilitas pengolah limbah dengan teknologi tinggi, ramah lingkungan dan hemat lahan;
  • lokasinya terintegrasi terpadu dengan wilayah sekitar (Kabupaten/Kota Sarbagita);
  • melibatkan peran swasta dalam penyediaan dan/atau pengoperasian;
  • memperhatikan aspek geologi tata lingkungan lokasi dan sekitarnya;
  • memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar;
  • memperhatikan jarak pencapaian dan ketersediaan fasilitas yang ada; dan
  • memperhatikan kecukupan ketersediaan lahan termasuk untuk zona penyangganya (bufferzone).

Sarana dan prasarana pengelolaan sampah drainase/sungai dengan kriteria :

  • memperhatikan volume sampah dan tata ruang kawasan sekitar;
  • memperhatikan ketersediaan lahan untuk menampung sampah sementara yang memenuhi aspek lingkungan dan estetika;
  • memperhatikan dampak terhadap banjir;
  • memperhatikan fungsi dan aspek fisik dari badan air; dan
  • memperhatikan aspek aksesibilitas angkutan sampah.

Sarana dan prasarana sampah spesifik, dengan kriteria :

  • memenuhi aturan perundangan dan pedoman teknis yang berlaku;
  • dilengkapi dengan teknologi tinggi, ramah lingkungan dan hemat lahan;
  • memperhatikan aspek geologi tata lingkungan lokasi dan sekitarnya;
  • mencegah segala jenis kebocoran dan/atau rembesan ke media lingkungan sekitarnya;
  • memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar;
  • memperhitungkan dampak kesehatan terhadap lingkungan sekitar;
  • berada pada lokasi yang aman terhadap kegiatan lain dengan memperhatikan jarak bebas dan jarak aman;
  • memperhatikan kecukupan ketersediaan lahan termasuk untuk zona penyangganya (bufferzone);
  • dapat diintegrasikan dengan wilayah sekitar; dan
  • memaksimalkan upaya pengolahan sampah spesifik agar mempunyai nilai kembali (revenue).
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s