Sanitasi – MDGs dan Sasaran MDGs

Millenium Development Goals (MDGs) Indonesia

Pada September 2000, di The United Nations Millennium Summit, para pemimpin dunia menyepakati untuk menetapkan waktu dan parameter dan target untuk mengurangi kemiskinan, kelaparan, penyakit menular, penurunan kualitas lingkungan dan menghilangkan diskriminasi perempuan dan menempatkannya sebagai jantung dari agenda global yang sekarang dikenal dengan The Millennium Development Goals (MDGs).

Di dalam konferensi international tentang pembiayaan pembangunan di Meksiko, pemimpin dari negara maju dan negara berkembang mulai mencapai titik temu tentang kesepakatan ini dalam bentuk sumber daya dan aksi, ditandai dengan perjanjian untuk melanjukan reformasi di bidang politik dan ekonomi oleh negara-negara berkembang dan akan dipadukan dengan dukungan dari negara maju dalam bentuk bantuan, perdagangan, pinjaman dan investasi.

Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan meminta kepada Administrator Program Pembangunan PBB, Mark Malloc Brown, sebagai kepala dari UNDG, untuk mengkoordinasikan kampanye MDGs dan kegiatan monitoring di tingkat negara.

Sasaran MDGs

KTT Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan pada tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2002 dihadiri lebih dari 130 kepala negara, lembaga PBB, lembaga finansial multilateral, swasta, bisnis, organisasi non-pemerintah, kelompok media massa dan kelompok lainnya. Pertemuan itu berhasil menyelesaikan agenda berbagai isu besar yang meliputi 5 sektor prioritas, yaitu air dan sanitasi, kesehatan dan energi, keanekaragaman hayati dan pertanian.

Semua negara sepakat untuk menyediakan air bersih dan sanitasi, terutama untuk negara berkembang dan terbelakang seperti benua Afrika pada tahun 2015. Amerika dan Uni Eropa bersedia memperkenalkan proyek air minum untuk kehidupan bagi kawasan Afrika dan Asia Tengah. Diantara 17 (tujuh belas) target yang ditentukan dalam KTT tersebut, yang berhubungan dengan sanitasi permukiman yaitu pada target 10 dengan beberapa komitmen yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Target

Komitmen

Target 10 :

Menurunkan proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar sebesar separuhnya pada tahun 2015

  1. Proporsi rumah tanggga terhadap penduduk dengan berbagai criteria sumber air (total)(%).
  2. Proporsi rumah tangga/penduduk dengan berbagai criteria sumber air (pedesaaan)(%)
  3. Proporsi rumah tangga/penduduk dengan berbagai criteria sumber air (perkotaan )(%)
  4. Cakupan pelayanan perusahaan daerah air minum (KK)
  5. Proporsi rumah tangga dengan akses pada fasilitas sanitasi yang layak (total) (%)
  6. Proporsi rumah tangga dengan akses pada fasilitas sanitasi yang layak (pedesaan) (%)
  7. Proporsi rumah tangga dengan akses pada fasilitas sanitasi yang layak (perkotaan) (%)

Target 11 :

Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh pada tahun 2020.

  1. Proporsi rumah tang yang memiliki atau menyewa rumah

Indonesia sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam mempersiapkan KTT Johannesburg tersebut, yang ditandai dengan penyelenggaraan PrepCom IV di Bali, perlu menunjukan perhatian terhadap berbagai agenda yang telah dicapai. Khusus mengenai agenda air minum, bagi Indonesia kesepakatan tersebut menelurkan angka persentase penduduk yang harus memperoleh kemudahan pelayanan penyediaan air bersih/minum pada tahun 2015 sebesar + 80%, sedangkan sekarang berdasarkan catatan yang ada cakupan pelayanan air bersih perpipaan untuk seluruh penduduk Indonesia baru mencapai 22%.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s