I Belog

Ini adalah salah satu cerita rakyat yang sangat lucu. Dikisahkan dalam cerita rakyat ini kepolosan seorang bocah bernama I Belog. Seperti arti namanya, “I Belog” berarti “Si Bodoh”. Mari ikuti jalan ceritanya.

***

Di desa terpencil hiduplah seorang janda dan anaknya yang masih kecil bernama I Belog. Sebagai anak kecil yang polos, I Belog masih suka bermain-main dan hebat-hebatan. Begitu melihat anak tetangga punya sesuatu, I Belog merengek kepada ibunya minta dibelikan. Karena, sayangnya kepada putra semata wayangnya sang ibu pasti membelikan apapun yang menjadi keinginan anaknya.

i belog

Nah, ceritanya anak tetangga baru dibelikan orangtuanya satu ekor anak bebek. Si anak tetangga ini pamer kepada I Belog. Beberapa saat berikutnya terjadilah adu mulut.

“Kamu nggak punya anak bebek wek wek wek :p, kasian deh,” kata si anak tetangga.

I Belog yang memang merasa tidak punya anak bebek, kemudian menangis. Lalu, ia pulang ke rumah mengadu pada ibunya.

“Kenapa kamu, Nak?” Tanya ibu I Belog.

“Itu Ni Putu mengejekku. Ia bilang aku tidak punya anak bebek. Ibu belikan aku anak bebek,” pinta I Belog.

Ibu berkata, “Beli dimana?”

“Itu di desa seberang.”

Ibu I Belog mengambil uang dan kembali menemui anaknya, “Ini, tapi kamu beli sendiri ya.”

I Belog senang. “Baiklah, bu. Aku beli sendiri.” Lalu, I Belog berlalu dari hadapan ibunya.

“Hati-hati ya…”

Untuk sampai ke desa seberang, I Belog harus berjalan melewati sungai. Karena, jembatannya sudah bagus maka I Belog bisa jalan dengan aman.

Sesampainya di desa seberang, I Belog segera membeli dua ekor anak bebek kepada pedagang. Lalu, si pedagang memberikan dua anak bebek ke dalam keranjang.

Setelah mendapatkan anak bebek itu, I Belog pun segera pulang. Di tengah perjalanan, I Belog istirahat di pinggir sungai. Lagi asyik istirahat begitu, anak bebek yang baru dibeli oleh I Belog keluar dari keranjangnya dan berjalan menuju sungai. Anak bebek itu langsung berenang. Ketika I Belog melihatnya anak bebek miliknya berenang di sungai, I Belog mengira anak bebek tersebut patung yang di dalamnya berisi udara. Karena, saat berada di sungai, anak bebek itu mengapung. Untuk membuktikannya lagi, I Belog melempar anak bebek satunya ke sungai. Anak bebek itu melakukan hal yang sama dengan anak bebek satunya.

I Belog pulang ke rumah dengan muka yang masam. Saat itu ibunya melihat. “Bagaimana, dapat anak bebeknya?”

“Pedagang itu menipu aku, Ibu,” sahut I Belog.

“Menipu bagaimana?”

“Anak bebek yang dijualnya padaku adalah anak bebek patung.”

“Lho dari mana kamu tahu?”

“Waktu di sungai, satu anak bebek itu mengapung terbawa arus sungai. Lalu, aku mencoba melempar anak bebek satunya untuk membuktikannya. Hasilnya sama, anak bebek itu tetap mengapung.”

Ibu I Belog tersenyum. Tahulah ia apa masalahnya. “Anak bebek itu asli dan mereka bukanlah mengapung, Nak. Tapi, mereka berenang.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s